![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Langit sudah terlihat gelap dari jendela apartemen. Lusia terbangun dari tidurnya dan menuju sebuah restoran yang tidak begitu jauh dari apartemennya karena merasa lapar. Kebetulan sekali, di seberang apartemen terdapat sebuah restoran meskipun tidak terlalu mewah. Dia memasuki restoran tersebut dan memilih menu pesanan. Tak lama setelah itu, pesanan pun dihidangkan oleh pelayan di sana.
Ia sangat takjub dengan makanan yang di hidangkan di restoran tersebut. Meskipun tampilan restoran yang tak begitu mewah, namun rasa khas dan cita rasa pada makanan itu sangat enak. Setelah selesai makan di sana, ia berniatan untuk keliling kota Washington daripada hanya menganggur di dalam ruangan apartemennya.
Lusia menghentikan sebuah taxi yang lewat di jalanan itu, taxi itupun berhenti dan Lusia masuk di dalamnya. Sopir pria itu menanyakan arah tujuan kemana Lusia akan pergi.
"Nona, anda ingin menuju kemana?" Tanya sopir itu dengan menggunakan bahasa Inggris, begitu juga dengan Lusia yang menjawabnya dengan menggunakan bahasa yang sama.
"Aku mau keliling kota ini"
Sopir itupun mengendarai mobil taxi nya dengan sangat perlahan seakan mengerti kalau Lusia adalah seorang turis yang ingin menikmati pemandangan malam kota Washington. Tiba di pusat kota, Lusia dibuat kagum oleh kemewahan tata letak bangunan di sana yang bgitu mewah. Rasanya ingin sekali dia pergi ke sana bersama Bill.
"Itu adalah bangunan termewah di kota ini, Nona" Ucap sopir itu tiba tiba. Lusia menanggapinya dengan senyuman manis sambil terus menatap bangunan tersebut di jendela mobil taxi yang terbuka.
Begitu melewati sebuah toko buku novel, segera mungkin Lusia menyuruh sopir taxi itu untuk menghentikan mobilnya.
Ckittt__!!!! Lusia turun dari mobil dan masuk kedalam toko buku tersebut. Tapi sebelumnya dia juga sudah berkata pada sang sopir agar menunggu nya sebentar.
Begitu masuk ke dalam toko, Lusia langsung berkeliling mengitari rak buku yang panjang nan lebar. Semua buku di sana rasanya ingin ia baca dan dibawa pulang. Tapi sepertinya itu cukup mustahil baginya. Setelah menemukan sebuah buku yang sepertinya cocok dengan Lusia, ia pun mengambil buku novel tersebut dan pergi menuju kursi yang sudah disediakan untuk membaca.
Belum sempat membaca, Lusia sudah dibuat malu karena tak sengaja menabrak seorang wanita cantik di depannya. Buku buku yang dibawa oleh wanita itu jadi jatuh berserakan. Lusia yang merasa bersalah pun segera membantu membereskan bukunya.
"Ah, terima kasih," Ucap wanita itu sambil membungkukan tubuhnya sejenak.
"Saya yang salah, saya minta maaf" Kata Lusia merasa begitu bersalah. Wanita itu hanya menanggapinya dengan senyuman manis diwajahnya itu. Warna rambutnya yang berwarna kuning cerah dan kulit nya yang berwarna putih membuat Lusia jadi insecure.
Karena tidak ingin mati topik dengannya, Lusia pun mencoba untuk bertanya tanya pada wanita itu.
__ADS_1
"Kalo boleh tau, nama anda siapa?" Tanya Lusia yang sebenarnya merasa ragu.
"Nama aku Cattie, salam kenal" Ternyata namanya adalah Cattie.
"Kalo anda?" Cattie bertanya.
"Lusia,"
"Anda dari Indonesia, ya?" Lanjut tanya Cattie.
"Benar. Kok bisa tau?" Karena merasa heran, Lusia akhirnya bertanya alasan kenapa ia tau dari mana asal Lusia.
"Karena wajah anda" Papar Cattie dengan diiringi tawaan kecil. Lusia pun dibuat salah tingkah olehnya saat Cattie berkata kalau Lusia itu gadis yang sempurna.
Karena tempat yang tidak begitu nyaman jika mengobrol di sana, akhirnya mereka berdua sama sama memutuskan untuk mengobrol di cafe yang cukup jauh dari toko tersebut. Lusia menawarkan pada Cattie untuk menaiki taxi yang sama dengan Lusia, dengan senang hati Cattie pun menyetujuinya.
"Kalo boleh tau, anda menginap dimana?" Tanya Cattie dengan sopan.
"Saya menginap di apartemen xxx,"
"Ah! Itu artinya kita berada di apartemen yang sama" Lontar Cattie tiba tiba. Lusia yang mengetahui hal itupun jadi merasa senang karena sekarang dia sudah mempunyai teman satu apartemen.
"Tapi, anda berada di lantai berapa?" Tanya Lusia yang merasa penasaran. Dia berharap kalau mereka berada di satu lantai yang sama.
"Aku berada di lantai 30," Jawab Cattie. Sontak Lusia terkejut, harapannya seakan dikabulkan begitu saja oleh sang Maha Kuasa karena ternyata mereka berada di satu lantai yang sama.
"Apa anda masih bersekolah?" Tanya Cattie karena melihat wajah Lusia yang masih begitu muda. Hati Lusia seakan hancur ketika pertanyaan itu keluar dari mulut Cattie.
__ADS_1
"Maaf, sepertinya saya salah bicara" Ucap Cattie yang merasa bahwa dirinya salah bertanya karena melihat wajah Lusia yang berubah tiba tiba.
"Ah, tidak" Jawab Lusia sambil menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya, saya masih sekolah karena usia saya masih 17 tahun. Namun karena suatu alasan, saya di nikahkan secara paksa dengan seorang CEO Muda yang masih berumur 20 tahun" Jelas Lusia. Cattie yang mendengar cerita dari Lusia itu jadi ikut merasa sedih dan dia juga merasa bersalah telah menanyakan hal itu padanya.
Zrassshhhh!!!! Jderrr!!! Belum lama mereka mebobrol, hujan deras disertai dengan petir muncul tiba tiba. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang dengan menaiki taxi yang sebelumnya mereka gunakan untuk datang ke cafe.
Sampai di apartemen, Lusia segera membayar ongkos taxi nya dan ternyata lumayan besar. Namun itu tidak menjadi beban baginya karena uang yang berada di black card masih tersimpan banyak. Secepat mungkin mereka menaiki lift dan menuju ke lantai 30 apartemen tersebut. Begitu tiba di lantai 30 ternyata kamar mereka benar benar bersebelahan.
Cattie yang merasa masih ingin bersama Lusia, ia pun mengajak agar Lusia berkunjung ke ruangannya terlebih dahulu. Dengan senang hati, Lusia pun ikut dengan Cattie ke ruangannya. Setelah melihat isi ruangan Cattie, Lusia merasa takhub karena warna warni yang menghiasi dinding itu sangat indah.
"Anda sudah berapa lama tinggal di sini?" Tanya Lusia karena merasa sedikit aneh saja dengan ruangan apartemen yang sengaja di hias.
"Sudah sangat lama. Ruangan ini juga sudah saya beli" Ucap Cattie sambil tersenyum lebar pada Lusia.
"Pantas saja dinding ini.... Emmmm" Lusia menghentikan ucapannya itu dan membuat Cattie bertanya tanya dalam hatinya.
"Ada apa dengan dinding ini?"
"Ada apa dengan dindingnya?" Tanya Cattie penasaran dengan kelanjutannya.
"Sepertinya saya pernah melihat dinding ini di suatu tempat, tapi sayangnya saya lupa" Lanjut ucap Lusia yang sudah tidak membuat Cattie penasaran lagi.
"Oh, begitu..." Lusia pun mengangguk diiringi dengan senyuman.
Bersambung....
__ADS_1