![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Bill mengangkat tubuh mungil Lusia. Ia membawanya menuju lantai atas yang tak lain lagi adalah menuju sebuah kamar. Ia merebahkan tubuh Lusia ke ranjang, lalu dengan perlahan ia membuka satu demi satu set pakaian yang tengah dikenakan oleh Lusia.
"Bill...." Wajahnya merah merona. Ia terus menatap Bill disertai senyuman. Bill pun demikian, ia tersenyum menatap sang istri.
Setelah itu ia melanjutkan dengan melepas semua pakaian yang ia kenakan. Pertama Bill memulainya dengan saling berciuman bibir, rasanya memang tak asing bagi sepasang suami istri.
"Ah.. Bill, apa kamu tau?" Tanya Lusia dengan tubuh tidak sadar.
"Ya?"
"Aku cinta sama kamu... apa kamu juga cinta sama aku?" Bill tertawa kecil, melihat tingkah lucu dari sang istri ketika sedang mabuk.
"Aku tau dia lagi mabuk, layaknya orang mabuk emang selalu melontarkan kata kata yang ngga jelas. Tapi aku yakin, ucapan yang baru aja terlontar dari mulut kamu itu pasti sungguhan" Gumamnya dengan menatap wajah Lusia.
"Ya. Aku cinta sama kamu"
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Lantai bawah, tempat diadakannya acara pesta ulang tahun Lusia. Suasana begitu bising, banyak diantara mereka yang masih setengah sadar setelah meminum wine dengan dosis yang tinggi.
"Ah... aku.... ughhh" Maria memegangi kepalanya sambil terus berucap kata yang tidak jelas berkali kali. Tentu saja, meminum wine dengan dosis yang tinggi saat pertama kali tidak akan menghasilkan ending yang baik.
"Ray... kamu jahat! Kamu berkhianat sama aku!! Dasar lelaki busuk!" Lontar nya dengan tubuh sempoyongan. Langkah kakinya terus berjalan hingga tiba di depan sebuah pintu kamar. Tanpa ia sadari, dirinya tengah melangkah masuk ke dalam kamar tersebut. Di sana terlihat seorang lelaki yang tengah duduk di ranjang. Lelaki itu adalah Jiang, seorang klien perusahaan MGK. Kalian masih ingat tidak dengan sosok lelaki bernama Jiang? Dia adalah keturunan China, di beberapa episode sebelumnya pernah berperan sebagai klien perusahaan MGK. >_<
"Ray? Siapa Ray?" Gumamnya sambil menatap Maria penuh dengan tanda tanya.
"Dia mabuk.... kayanya mood nya lagi ngga baik juga" Lanjutnya.
"Kamu.... kenapa berkhianat sama aku? Apa kamu udah ngga cinta lagi sama aku?" Tanyanya sambil menghampiri Jiang. Ia lalu duduk di sebelah lelaki itu dan meraih bibirnya. Tanpa disadari, ia tengah mencium bibir seorang pria yang tak dikenalinya.
Deggg deggg deggg..... jantungnya berdetak kencang seakan hampir copot. Ia berusaha tenang dalam situasi seperti ini.
"Ciuman ini...." Bukannya menghindar, Jiang justru menikmatinya. Ia lalu mendorong tubuh Maria ke ranjang.
"Jangan salahkan aku," Ucapnya dengan tersenyum manja pada sosok wanita yang kini tengah berada di bawah tubuh kekar nya.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
__ADS_1
Lusia terbangun, ia perlahan membuka kedua bola matanya yang masih terasa berat. Setiap sudut ruangan ditatap olehnya, rasa heran tak kunjung hilang dari benaknya. Lusia bangkit, lalu merasakan kesakitan di area selangkangannya.
"Ya ampun," Ia terkejut, meletakkan telapak tangannya pada mulutnya.
"Ngga mungkin kan aku semalem..." Ucapnya seraya melihat penampilan nya di depan cermin yang terletak di depan ranjang. Ia menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya akan hal yang sudah dialaminya.
Cek lek.... seseorang keluar dari dalam kamar mandi yang terletak satu ruangan dengan ruang kamar tersebut. Tak lain lagi orang itu adalah Bill. Ia menatap wajah Lusia sambil tersenyum manis. Lusia yang merasa malu lantas memalingkan pandangannya dari sosok lelaki di depannya itu.
"Bersih bersih dulu, habis itu kamu susul aku ke restoran hotel" Papar nya sambil melangkah meninggalkan ruang kamar.
Lusia turun dari ranjang dengan tubuh yang sudah dibalut dengan kain. Ia merasa kejadian semalam bukanlah kejadian yang biasa. Ia masuk ke dalam ruang kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena kejadian semalam.
"Semalem aku ngomong apa aja ke Bill? Dan, apa Bill yang udah pake in aku baju? Ngga ngga! Yang bener aja.... aku jadi malu" Batinnya seraya meraih sebuah handuk. Ia mengenakan handuk itu dan keluar setelah selesai membersihkan tubuhnya.
*****
Lusia duduk dihadapan Bill, rasanya canggung setelah melakukan adegan itu tadi malam.
"Kenapa suasananya jadi canggung gini?" Lusia bertanya tanya dalam hatinya lantaran suasana kali ini sangat tidak mengenakan.
"Kenapa dia diem aja? Apa dia marah?" Tanya Bill dengan memandang heran wajah sang istri.
"Lusia,"
"Ah, kamu duluan" Ucap Bill dengan memalingkan wajahnya.
"Kamu aja yang duluan" Kata Lusia.
"Ngga, kamu aja"
"Kamu aja deh, aku lupa mau ngomong apa"
"Aku juga," Balas Bill dengan wajah tertunduk. Tidak pernah sekalipun ia menundukkan wajahnya di depan sang istri. Lantas hal itupun jadi membuat Lusia heran.
"Aiya... aku semalem ngomong apa aja?" Tanya Lusia merasa malu.
"Pasti semalem aku ngomong yang anehh aneh, kan? Lupain aja... itu--"
"Iya, aku ngerti"
__ADS_1
"Apa semalem Bill sadar? Apa dia juga semalem ikut mabuk? Apa sebaiknya aku tanya langsung aja kali ya sama dia??? Tapi kan, aku malu kalo harus tanya hal itu. Apalagi semalem... aku pasti ngomong yang ngga ngga sama dia" Gumamnya dengan memasang raut wajah bingung.
Bill yang melihat ekspresi aneh dari Lusia pun lantas bertanya, "Kamu mau ngomong apa?"
Lusia terkejut, dia yakin Bill sedang memperhatikannya sejak tadi. Ia pun membalas dengan menggeleng pelan kepalanya.
"Kalo ada yang mau kamu omongin, ngga perlu di tutup tutupi" Imbuhnya seraya meraih tangan Lusia.
Deggg.... deggg.... deggg....
Ia kaget, mendapat perlakuan lembut dari sang suami.
"A--anu, se--semalem.... ka--kamu, mabuk?"
Bill menggeleng, sebagai tanda jawaban.
"Si--sial! Dia ngga mabuk. Aduh, kok aku jadi malu gini sih" Batinnya.
"Berarti semalem bukan kecelakaan. Ia lakuin itu secara tulus"
Setelah cukup lama menghabiskan waktu dengan sarapan di restoran hotel itu, mereka pun pergi menuju basement untuk mengambil mobil. Sepertinya hanya mereka berdua yang masih tersisa di dalam hotel tersebut. Tidak berselang lama, keduanya pun akhirnya tiba di kediaman Amadeo dengan kendaraan yang dibawa oleh masing masing.
Bill dan Lusia masuk ke dalam rumah dengan di sambut oleh setengah dari pelayan di rumah itu. Keduanya menaiki anak tangga bersama sama dan kemudian berhenti di depan sebuah pintu kamar masing masing.
"Lusia" Panggil nya. Lusia menoleh, menatap lelaki yang juga tengah menatapnya.
"Mulai nanti malam, ayo kita satu kamar"
Bersambung.....
Hai para pembaca semuanya, Author ingin sedikit bertanya pada kalian mengenai cerita karangan dari saya.
Apa kalian menyukai dengan alur cerita ini?
Apa Author masih banyak kekurangan dalam membuat karya ini?
**Tolong beri rating serta komentar ya** ^_^
__ADS_1
Terima kasih untuk kakak semua yang sudah setia membaca karya ini, jangan lupa untuk dukungannya. Author tidak memaksa, kok~