![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
"Emangnya kamu mau kemana?" Tanya Lusia pada Bill.
"Aku harus lanjut urusan kantor"
"Emangnya ngga bisa di tunda?" Tanyanya lagi.
"Ngga bisa. Kamu ke kamar di anter pelayan aja, aku juga ngga akan lama lama di kantor"
Akhirnya Lusia pun menuruti apa kata Bill. Ia pergi ke kamarnya di antar oleh pelayan, sedangkan Bill meninggalkan nya untuk urusan kantor.
Setelah berada di kamarnya, dia dibuat takjub oleh kemewahan di tempat itu. Salah seorang dari pelayan yang mengantarnya itu membantu Lusia membereskan barang barang.
Tidak menggunakan waktu lama, kamar itupun sudah bersih dan semua barangnya tertata rapi. Kedua pelayan itu pun keluar dari kamar Lusia untuk melanjutkan pekerjaan mereka di dapur.
2 jam lamanya Lusia menanti kepulangan dari Bill. Tidak mungkin juga jika seorang pengantin baru tidak melakukan malam pertamanya. Tetapi Bill yang sudah lama di tunggu kepulangannya oleh Lusia itu tak juga kunjung pulang. Tanpa di sengaja, Lusia pun memejamkan kedua bola matanya yang masih terduduk di sofa.
***
Kring!!!! Suara alarm itu membangunkan tidur nyenyak Lusia. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi ia masih berada di sofa yang artinya Bill belum pulang. Lusia pun segera menuju ke lantai bawah untuk mencari keberadaan Bill.
"Bill??" Teriaknya yang akhirnya membuat beberapa pelayan di sana mendekatinya.
"Nyonya, Tuan belum pulang dari semalam" Lontar nya sambil menunduk tak berani menatap wajah Lusia.
"A---apa?!! Kenapa dia ngga pulang? Apa dia ngga nelfon juga?" Tanyanya heran.
"Tidak Nyonya"
Akhirnya Lusia pun kembali menuju kamarnya yang berada di lantai 3 rumah itu. Dia mencari cari ponselnya yang entah berada dimana.
__ADS_1
"Nah, ketemu" Ucapnya ketika menemukan sebuah benda yang sedang ia cari. Sesegera mungkin dirinya menelepon Bill.
Namun, "Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi" hanya suara itu yang muncul ketika ia menelepon Bill.
"Kemarin bukannya dia bilang kalo dia juga ngga akan lama lama? Udah aku duga, pernikahan ini pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Sejak awal aku emang ngga yakin kalo tiba tiba dia mau nikah sama aku, pasti ada alasan tersendiri kenapa dia minta nikahin aku. Huh.... aku emang manusia yang ngga pernah beruntung sejak lahir" Batinnya. Tanpa di sengaja, cairan bening keluar dari kedua bola mata Lusia dan membasahi pipinya. Namun dia mencoba untuk tetap tegar dan tidak cengeng. Dia mengelap cairan yang berada di pipinya itu dengan tisu.
Cekllekk... pintu kamar Lusia tiba tiba terbuka. Ia hanya berharap seseorang yang membukanya adalah Bill. Namun tidak, ternyata orang yang membuka pintu kamarnya itu adalah pelayannya sendiri.
"Permisi Nyonya," Ucap pelayan itu ketika sudah membuka pintu kamar dan melihat Lusia yang sedang terduduk di ranjangnya.
"Kenapa?" Tanya Lusia.
"Mertua Nyonya datang untung mengunjungi Nyonya," Jawab pelayan itu. Sontak Lusia dibuat kaget dengan ucapannya barusan. Dia tidak tau akan berkata apa nantinya saat bertemu dengan mereka karena situasinya juga sedang rumit.
"Oh..., ya udah. Sebentar lagi aku ke bawah" Kata Lusia merasa ragu. Pelayan itupun segera pergi meninggalkan ruang kamar tersebut. Kemudian Lusia berdandan kembali agar tidak terlihat seperti habis menangis. Dia juga mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih pantas.
Beberapa saat kemudian, Lusia turun menyusuri anak tangga yang begitu panjang untuk menemui kedua mertuanya. Dia harap semuanya akan berjalan dengan lancar saat berhadapan dengan mereka nantinya.
"Sayang, sini duduk" Seloroh Jasper. Terlihat mereka membawa banyak makanan dan barang barang mewah yang berkelas.
"Ini buat kalian berdua..., Ayah sama Ibu tadi mampir ke mall sebentar buat beliin ini ke kalian" Ucap Alice sambil menunjukkan beberapa barang yang ia belikan untuk anak dan menantunya.
"Ah, makasih.... tapi kayanya ini terlalu banyak deh" Canda Lusia sambil tertawa kecil.
"Gimana malam pertama kalian semalem?" Tanya Alice yang kemudian membuat Lusia jadi merasa sedih. Tapi dia menahan agar air matanya itu tidak keluar saat sedang berada di depan mereka.
"A--anu" Dia kebingungan dan tidak tau akan menjawab apa.
"Hus, Mamah nih jangan bikin dia malu, dong" Kata Jasper dengan diiringi tawaan kecil.
Akhirnya mereka bertiga pun menghabiskan waktu dengan mengobrol sampai lupa waktu. Pada akhirnya saat waktu menunjukkan pukul 13.01 Jasper dan Alice memutuskan untuk segera pulang.
__ADS_1
"Semoga kalian bahagia" Lontar Alice saat mobilnya perlahan beranjak pergi meninggalkan halaman rumah mewah itu.
"Terima kasih" Balas Lusia dengan suara yang keras karena mobil mereka sudah cukup jauh.
***
Malam pun tiba, namun Bill belum juga kunjung pulang. Beberapa kali Lusia mencoba untuk menghubungi nya, tapi hal itu sia sia saja karena Bill tidak bisa ditelepon. Tak lama setelah itu, tiba tiba suara langkah kaki terdengar seperti sedang menuju ke kamarnya. Lusia yang bersemangat segera membukakan pintu karena ia pikir itu adalah Bill.
Benar saja, orang yang sudah lama ditunggu tunggu selama seharian ini akhirnya pulang juga. Namun penampilan Bill yang berantakan itu membuat Lusia menjadi curiga kalau sebenarnya ada hal tidak beres yang disembunyikan oleh Bill sejak kemarin.
"Kamu kok," Ucapan Lusia terhenti ketika Bill memasang jari telunjuknya itu di bibir mungil milik Lusia.
"Aku mau istirahat, jangan ganggu ya" Cetus nya yang kemudian langsung berbaring di atas ranjang. Dengan ragu, Lusia membuka saku jas milik Bill yang diletakkan di sofa. Tapi hal itu diketahui oleh Bill yang tiba tiba saja terbangun.
"Mau ngapain?" Tanyanya dengan tatapan heran pada Lusia.
"Ngga kok, cuman mau aku cuci" Bohongnya. Tapi entah kenapa Bill melarang Lusia untuk mencuci jas miliknya. Dia ingin agar pelayannya saja yang mencuci semua pakaiannya. Daripada urusannya tambah panjang, Lusia dengan berat hati nenuruti perkataan Bill itu.
Setelahnya, Lusia berusaha berani untuk tidur dalam satu ranjang yang sama dengan Bill meskipun hatinya melarang ia untuk satu ranjang dengannya. Tapi mau bagaimana lagi karena mereka juga sudah menjadi sepasang suami-istri.
"Kalo kamu mau tidur di kasur, biar aku yang tidur di sofa" Ucap Bill tiba tiba yang sontak membuat Lusia merasa terheran heran.
"Cuman buat malem ini" Lanjut ucapnya sambil beranjak turun dari ranjang menuju sofa.
"Oke," Balasnya singkat.
"Apa yang sebenernya dia pikirin? Apa mungkin maksudnya dia belum siap? Ah, jangan berpikiran yang aneh aneh Lusia!!" Pikirnya dalam hati.
Malam itupun menjadi malam kedua bagi mereka tanpa ada yang mereka lakukan di atas ranjang. Kakak semua pasti tau dong apa maksud Author>_<
Bersambung.....
__ADS_1