[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 53


__ADS_3

Happy Reading~


Terik matahari menyinari ruangan kamar melalui celah celah jendela. Angin berhembus masuk terasa begitu segar, serta suara kicauan burung terdengar merdu bagaikan alunan musik. Kring!!!!! Alarm berbunyi nyaring, terdengar jelas di telinga Lusia. Ia perlahan membuka kedua bola matanya yang masih terasa berat.


"Huhh... jam berapa ini?" Tanyanya pada diri sendiri sambil menatap arah jarum jam yang terus berputar itu. Ia kemudian bangkit dari ranjang dan berjalan pelan menuju ruang kamar mandi. Lusia merasa kalau hari ini dirinya bangun lebih awal dari biasanya. Yah, karena dia sudah ada jadwal meeting yang acaranya dimajukan 1 jam membuatnya jadi sedikit kewalahan.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, ia pun memakai pakaian kantor yang biasa ia pakai. Tidak lupa juga untuk merias wajahnya secantik mungkin dengan peralatan make up yang pastinya mahal. Lusia menuruni anak tangga dengan tergesa gesa, tangannya hanya membawa sebuah ponsel genggam tanpa sebuah tas.


Begitu tiba di halaman rumah, ia nampak melihat sosok Bill yang sepertinya sedang menunggu kedatangan Leon. Lusia tersenyum ke arah Bill, namun Bill hanya terdiam tidak memasang ekspresi apapun.


"Sebenernya dia kenapa, sih? Apa dia emang cemburu?" Batinnya bertanya tanya lantaran merasa bingung dengan sikap Bill yang berubah sejak kemarin malam.


Karena Vien sudah tiba, Lusia pun beranjak masuk kedalam mobil dengan pintu yang sudah di buka. Ia meninggalkan Bill seorang diri di halaman rumah. Begitu Vien mengendarai mobilnya sampai ke gerbang, sebuah mobil berpapasan masuk ke halaman rumah Amedeo yang tak lain lagi adalah Leon.


Kurang lebih 30 menit lamanya mereka menghabiskan waktu di perjalanan menuju perusahaan MGK, keduanya pun akhirnya tiba. Lusia turun dari mobil sebelum mobil diparkiran di basement. Ia berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan dengan langkah cepat yang hanya seorang diri lantaran Vien sibuk memarkirkan mobilnya ke basement.


"Pagi Bu," Salah seorang pekerja menyapa Lusia dengan senyuman yang terlihat begitu mengambang di wajahnya. Lusia pun membalasnya demikian, "Pagi juga..."


Lusia masuk ke dalam lift dan sudah terlihat ramai orang di dalamnya. Karena ruangan lift yang berlebihan muatan, Lusia pun mengalah untuk keluar dari lift meskipun sudah sedikit terlambat untuk acara meeting.


"Ah, saya keluar aja deh" Ucap Lusia dengan menunjukkan sebuah senyuman ramah. Mereka yang melihat sikap Lusia sebagai seorang bos yang ramah lantas menjadi terharu.


"Apa bu Lusia tidak masalah?" Tanya salah seorang dari mereka. Ia menatap Lusia penuh rasa khawatir.

__ADS_1


"I--iya, ngga papa. Saya naik lewat tangga aja" Balasnya. Wanita itupun mengangguk dan tak lama setelahnya pintu lift tertutup. Lusia mencari jalan menuju tangga, ia kemudian menaiki anak tangga yang begitu panjang sampai di lantai tujuan.


"Hosh... hoshhh...." Setelah tiba di depan pintu ruang meeting, ia mengeluarkan nafas panjang dan kemudian menghembuskannya. Ia melihat arah jarum jam yang kini terpapar di tangannya dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 08.13. Artinya Lusia telah melewatkan 13 menit sebelumnya untuk acara meeting.


Krieettt___ Ia perlahan masuk ke dalam ruangan tersebut. Beberapa dari mereka memandang Lusia dengan raut wajah sinis lantaran Lusia telat dalam acara penting perusahaan. Sebelum duduk di kursi, Lusia sempat menyapa orang orang itu dengan saling berjabat tangan dan membungkuk hormat. Setelahnya ia baru bisa duduk di kursi nya.


"Maaf saya terlambat.... saya melewatkan 13 menit, ya" Ucap Lusia dengan mimik wajah kelelahan.


"Tidak masalah," Balas seorang pria. Namanya adalah Jiang, seorang pemilik perusahaan Mount Grup. Dia adalah keturunan China yang tinggal di kota A. Lusia tersenyum ke arahnya, begitu pula dengan Jiang yang tak luput dari senyumannya.


Acara meeting pun dimulai, namun Vien tidak juga kunjung datang. Berbagai pertanyaan terus terlintas di benak Lusia lantaran Vien masih belum terlihat.


"Vien kemana, ya? Apa dia baik baik aja? Atau... ada masalah sampe bikin dia ngga hadir? Vien, kamu kemana? Ini acara meeting, ngga biasanya kamu lalai"


2 jam telah berlalu, acara meeting pun selesai meskipun ada beberapa kesalahan yang Lusia lakukan. Ia menjadi tidak fokus karena masih kepikiran dengan Vien, ditambah dengan sosok Bill yang berkali kali muncul di benaknya.


"Astaga..." Hembus nya, ia masih terduduk di kursi. Tangannya diletakkan di kepala untuk menyangga dan matanya terpejam sadar. Kini hanya tersisa Lusia seorang diri yang masih berada di dalam ruang meeting.


Tok tok.... "Permisi," Seorang wanita mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan tersebut. Lusia membuka kedua bola matanya, dan terlihat seorang pekerja bernama Clara tengah berjalan menghampiri nya dengan tangan yang dipenuhi dengan lembaran lembaran kertas yang pastinya penting.


"Clara?"


"Selamat pagi Bu," Sapa Clara sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Aiya... pagi. Mmmm, ada apa?" Tanya Lusia. Wajahnya terlihat lesu dan kelelahan.


"Apa Bu Lusia baik baik saja?" Bukannya menjawab pertanyaan dari Lusia, Clara malah bertanya.


"I--iya. Saya baik" Bohongnya. Padahal dia merasa sangat lelah setelah acara meeting tadi. Ditambah dengan pikirannya yang terbang kemana mana membuatnya seperti orang kebingungan.


"Ini, ada banyak dokumen penting yang harus Ibu Lusia isi. Sebaiknya nanti siang sudah selesai" Ucap Clara memberi tahu. Sontak Lusia jadi tambah pusing, karena dokumen yang kini berada di tangan Clara bukanlah jumlah yang sedikit. Dia harus mengisi semua dokumen itu dan harus selesai saat siang hari. Itu sudah pasti sangat berat baginya, karena hanya tersisa waktu dua setengah jam lagi menuju waktu makan siang.


"Taruh di meja ruangan saya. Sebentar lagi saya ke sana" Pinta Lusia. Clara pun segera melaksanakan perintah dari sang Bu Bos, ia keluar dari ruang meeting menuju lantai ruangan Lusia.


Setelah beberapa menit, Lusia pun bangkit dari kursi itu. Ia berjalan mendekati lift, dan tidak ada seorang pun di dalamnya. Dengan perasaan tenang, dia melewati beberapa lantai dari dalam lift. Tidak menggunakan waktu lama, ia pun tiba di lantai tujuan. Lusia masuk ke dalam ruangan kerjanya dan langsung merebahkan tubuhnya di kursi.


"Berapa lembar....????" Lusia bertanya pada dirinya sendiri seraya mengacak acak lembaran dokumen itu. Dia sangat terkejut saat menghitung jumlahnya yang ternyata lebih dari 60 lembar.


"Sial!!! Sial sial!!"


"Kenapa hari ini melelahkan banget ya buat aku" Ucapnya dengan suara lirih. Setelah itu ia langsung mengisi dokumen dokumen tersebut dengan perasaan kesal.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


"Vien, kamu siapin semuanya. Jangan sampe ketahuan, ini cuman rahasia aku sama kamu" Ucap seorang pria pada Vien. Vien mengangguk, kemudian ia bangkit dari kursi dan kembali masuk ke dalam mobil lantaran urusannya dengan pria itu telah selesai.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2