![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Tak berselang lama, terdengar suara langkah kaki seseorang tengah mendekati Lusia yang sedang berdiri ternganga di ruang tamu. Pria itu langsung memeluk erat tubuh Lusia dan membuat wanita itu menoleh ke arahnya.
"Bill, ini semua apa?" Tanya Lusia masih dengan perasaan heran di benaknya.
"Ini surprise. Nanti malem kita adain pesta, dan tamu undangan kita adalah pekerja di kantor" Balasnya seraya tersenyum lebar. Lusia pun mengangguk tanda bahwa dirinya telah mengerti.
******
Langit sudah terlihat gelap, angin malam bersiul masuk melewati celah ruangan dan membuat orang orang merasakan hawa dingin. Lusia menatap dirinya di cermin, dia melihat penampilan mewahnya malam ini yang sudah pasti akan dilihat banyak orang. Begitu selesai menata diri, sepasang suami istri itu menuju ruang bawah untuk menemui para tamu undangan.
Terlihat begitu banyak sepasang mata yang menatap kedatangan mereka saat hendak menuruni anak tangga. Sorak sorai dan tepuk tangan tak luput dari para tamu undangan itu.
"Tuan dan Nyonya sangat serasi," Ucap salah seorang pria yang termasuk seorang pegawai di kantor Bill.
"Terima kasih..." Balas Lusia seraya menunjukkan senyuman mengembang diwajahnya, berbeda dengan pria di sebelahnya yang sedari tadi hanya menunjukkan raut wajah dingin.
Tak hanya orang orang kantor yang hadir dalam acara pesta tersebut, namun orang tua dari Bill juga ikut serta dalam acara itu. Lantas mereka berlari mendekati anak serta menantunya yang sedang berdiri tepat di balik tangga. Wajah bahagia terpampang di wajah mereka lantaran mampu melihat anaknya bisa bahagia bersama wanita di sisinya yang kini menjadi menantu Jasper dan Alice.
Setelah pembukaan dalam acara, Bill dan Lusia pun memotong sebuah kue besar yang sebelumnya sempat Bill pesan dari toko terkenal di Amerika sekitar satu minggu sebelum acara malam ini dimulai. Rasa dan bentuk kue itu tidaklah murahan, bahkan bisa dilihat hanya dalam sekedip mata bahwa kue itu terlihat mahal.
Prok.... prok... prok.... tepuk tangan meriah terlontar dari mereka. Suasana ramai terdengar sangat menyenangkan, karena sebelumnya Lusia belum pernah merasakan kebahagiaan ini. Seusai memotong kue tersebut, Bill dan Lusia pun membagikannya pada para tamu undangan satu persatu. Bukan Lusia yang berkeliling memberikan nya pada mereka, namun orang orang itulah yang dengan sukarela mengantri hanya untuk sepotong kue.
__ADS_1
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Beberapa bulan telah berlalu, tak terasa anak dalam kandungan Lusia itu sudah terlihat mulai membesar. Mungkin hanya sekitar satu atau dua bulan lagi anak dalam kandungannya itu akan hadir dalam hidup mereka. Pagi itu Lusia tengah sibuk memasak di dapur untuk membantu sebagian pelayan. Dia menyajikan sebuah makanan baru yang sebelumnya belum pernah ia buat khusus untuk sang suami.
Tak berselang lama, Bill dengan penampilan serba hitam nya itupun menuruni anak tangga. Rambutnya berbentuk jambul dan wajahnya glowing berkilau. Yah, selain sibuk mengurus perusahaan, Bill juga memiliki kesibukan lain yakni mengurus ketampanannya. Dia tidak ingin tertinggal satupun produk baru keluaran Dior untuk ia coba.
Bill duduk di sebuah kursi ruang makan, banyak sekali jenis makanan yang di hidangkan dalam satu meja besar itu. Lusia sebagai seorang istri juga masih mementingkan suaminya, dia menemani Bill yang sedang sarapan pagi. Bukan hanya ingin menatap wajahnya, dia juga ingin melihat ekspresi dari sang suami ketika mencicipi masakan buatannya.
"Ini, siapa yang masak?" Tanya Bill setelah satu suapan itu terkunyah di dalam mulutnya. Terlihat wajah yang memerah dan terdengar detak jantung yang berdegup kencang. Ia tak dapat berkata apa apa lagi seakan membisu.
"Aku" Balasnya singkat seraya tersenyum manis menatap pria dihadapannya.
"Kamu belajar dari mana masakan ini?" Lanjutnya bertanya.
"Jadi, dulu aku kan pernah kerja di restoran. Aku sempat bertugas di bagian masak, dan di sana aku mempelajarinya masakan ini. Enak, kan?" Jelasnya. Kemudian Bill mengangguk sambil beberapa kali memasukkan makanan bernama Kimyie itu ke dalam mulutnya.
Ckitttt_____ sebuah mobil berwarna abu abu berhenti tepat di halaman rumah Amedeo. Seseorang keluar dari dalam mobil tersebut, siapa lagi kalau bukan Bill selaku pemilik rumah itu. Dia melangkah masuk ke dalam rumah dengan se kuncup bunga di tangannya. Tujuannya adalah untuk memberikan se kuncup bunga mawar berwarna merah muda itu untuk sang istri tercinta.
"Selamat siang..." Ucap Bill tiba tiba yang sontak membuat Lusia kaget bukan kepalang. Pasalnya Lusia sedang melamun di taman belakang rumahnya.
"Kok jam segini pulang? Apa udah ngga ada kerjaan?" Tanya Lusia menatap heran pada sang suami. Namun Bill hanya tersenyum menanggapinya.
"Tadaaaa!!!! Liat apa yang aku bawa" Seru nya seraya memeberikan bunga mawar itu pada Lusia. Kini wanita dihadapannya terlihat berbunga bunga ketika menerima bunga mawar darinya.
__ADS_1
"Wahhh, makasih...."
"Emmm, sebentar lagi kan baby kita lahir. Gimana kalo sekarang kita ke toko Baby Shop?" Saran Bill, kemudian dengan mudahnya di setujui oleh Lusia.
Keduanya langsung menuju toko Baby Shop setelah Lusia menata penampilannya. Hanya dengan waktu beberapa menit keduanya pun tiba di tempat tujuan. Bill memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di sebuah tempat parkir yang telah disediakan. Begitu selesai, keduanya langsung masuk ke dalam toko tersebut.
Lusia menatap setiap sudut ruangan yang terlihat rapih, bahkan tempat itu juga tercium wangi. Suasananya sangat berbeda dari tempat mana pun, mungkin karena ini adalah tempat yang sama sekali belum pernah ia kunjungi.
"Kita beli perlengkapan yang di butuhkan, ya" Ujar Bill sambil terus berjalan melewati beberapa pakaian yang terpajang.
"Tapi aku ngga tau gimana caranya milih pakaian yang bagus" Balasnya, ia mengelus perutnya yang sudah tampak besar.
"Astaga! Aku lupa, kan kita belum tau jenis kelamin anak kita" Bill berucap kaget, dirinya telah melupakan satu hal. Padahal hanya tinggal satu atau dua bulan lagi anak itu akan lahir.
"Tenang aja...."
**Flashback on**
Hari dimana ketika Lusia tengah terbaring bosan di ranjangnya, seorang pelayan tiba tiba mengetuk pintu ruang kamarnya. Begitu berhadapan denga pelayan itu, ternyata dia hendak memberitahu bahwa Alice mengunjungi rumahnya. Dengan langkah cepat, Lusia turun ke bawah untuk menemui beliau.
"Ah, Ibu. Kok tiba tiba?" Tanya Lusia merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini.
"Kita USG yuk.." Ajaknya yang sontak membuat Lusia tersadar bahwa dirinya belum pernah mengecek jenis kelamin anak di dalam kandungannya.
__ADS_1
Bersambung....
*Lanjut flashback di eps berikutnya guys 🥰