![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Suasana begitu sunyi, angin gelap mulai terlihat dan matahari sudah tak tampak di langit. Suara burung berkicau berganti dengan suara hewan kecil yang biasa berbunyi saat malam tiba. Meja ruang makan telah dipenuhi dengan berbagai makanan, diantaranya adalah kue coklat kesukaan Lusia.
Sepasang suami istri itu kini tengah duduk berdampingan di kursi makan. Hanya ada suara sendok dan garpu yang saling berperang. Tak ada satupun suara yang keluar dari mulut keduanya.
"Uhukkk..." Lantaran terlalu semangat memakan kue itu, Lusia pun tersedak saat sedang memakan kue. Bill yang melihatnya lantas langsung mengambilkan segelas susu dan memberikannya pada sang istri.
"Makasih" Ucap Lusia setelah meminum segelas susu segar itu.
Selang beberapa waktu, makan malam pun selesai. Kini mereka melanjutkan pekerjaannya masing masing. Bill menuju lantai atas untuk menganalisis proyek kerja karyawannya sedangkan Lusia hanya asyik menonton TV.
Lusia menonton film kesukaannya, tak lain dan bukan lain lagi adalah drama Korea. Jika tidak, ia pasti akan berganti menonton drama China. Entah mengapa Lusia sangat menyukai film dari dua negara itu, bahkan dirinya jarang sekali menonton film negara nya.
Waktu menunjukkan pukul 22.13. Lusia yang sudah tak tahan menahan rasa kantuk pada kedua bola matanya lantas tertidur di sofa ruang TV. Tubuhnya masih di balut dengan kemeja, ia belum sempat menggantinya dengan pakaian tidur.
****
Sementara itu, Bill yang masih sibuk dengan komputernya jadi lupa dengan sang istri yang kini tengah tertidur di sofa. Sempat tak sempat, Bill melihat arah jarum jam yang terpampang di dinding kamarnya.
"Astaga!" Kaget nya setelah melihat arah jarum jam telah menunjukkan angka 11 malam.
Dia langsung bangkit dari kursi kerjanya dan berjalan menuju kamar untuk memastikan bahwa Lusia telah tertidur. Krieettt.... perlahan ia membuka pintu kamar, dan hasilnya nihil. Tanpa berpikir panjang, Bill langsung menuruni anak tangga menuju ruang TV. Dan benar saja, ternyata Lusia masih berada di sana dengan tubuh yang sudah terbaring di sofa. Bill tersenyum, kemudian menghampiri Lusia.
"Lain kali jangan tidur di sini" Ucapnya lirih seraya mengangkat tubuh mungil sang istri. Ia membawanya menuju kamar yang terletak di lantai atas. Kemudian Bill membaringkan nya di atas ranjang.
__ADS_1
Karena malam sudah begitu larut, Bill akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya besok pagi karena dia juga harus tidur.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Kring!!! Suara alarm berbunyi nyaring dan membangunkan sepasang suami-istri yang masih tertidur lelap dengan selimutnya. Kedua bola matanya terasa begitu berat untuk terbuka lantaran tidur terlalu malam.
"Bangun!!!!" Teriak Lusia sembari menggoyangkan tubuh sang suami yang masih terlihat lesu. Sontak Bill pun dibuat kaget olehnya. Ia langsung beranjak turun dari ranjang menuju ruang kamar mandi.
"Jangan lama lama, ya. Aku juga mau mandi" Cakap Lusia sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi dengan iseng.
"Sabar, dong. Aku juga baru mau mandi" Jengkel nya.
Selang beberapa waktu, pria itupun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya di balut dengan kain handuk di bawah pusar. Lusia yang melihatnya mencoba untuk memalingkan pandangannya dari sosok pria di hadapannya.
"Hehehe....." Bill tiba tiba tertawa tanpa alasan dan membuat Lusia heran.
20 menit telah berlalu, sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumah. Bill masuk ke dalam mobil yang di sana sudah terdapat Leon. Begitu memasukinya, Leon yang sudah siap untuk menyetir lantas langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tidak menggunakan waktu lama, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Leon terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di basement. Sedangkan Bill susah masuk ke dalam perusahaan seorang diri. Ia masuk ke dalam lift yang sudah dipenuhi oleh orang orang.
"Silahkan masuk, Tuan" Ucap salah seorang karyawan cantik bernama Liora. Ia memutuskan untuk keluar dari lift agar Bill bisa masuk ke dalam lift tersebut. Bill pun langsung masuk ke dalam lift tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu.
"Ah, sial! Ketinggalan" Kesal Leon setelah melihat pintu lift telah tertutup rapat.
"Selamat pagi, Tuan" Sapa Liora dengan menunjukkan senyuman mengembang diwajahnya.
__ADS_1
"Aiya... pagi" Balasnya yang juga ikut tersenyum.
"Tuan Leon itu beda banget kaya Tuan Vien. Yah, ganteng sih gantengan Tuan Vien. Tapi sifatnya bener bener ngga bisa di luluhkan" Gumamnya namun sepertinya terdengar oleh Leon.
Karena merasa merinding, Leon pun langsung pergi meninggalkan Liora seorang diri di depan pintu lift yang masih tertutup rapat. Dirinya memutuskan untuk menuju lantai atas dengan melalui tangga saja daripada harus berdiri berdampingan dengan wanita tadi.
*****
Tuk... tuk... tuk.... jarum jam terus berputar, kini waktu telah menunjukkan pukul 10.49 dan matahari sudah tampak lurus di atas langit. Lusia menuangkan air dari dalam termos ke dalam gelas yang di pegangnya. Kemudian ia menikmati secangkir susu khusus ibu hamil.
Tuk! Lusia tak sengaja menjatuhkan sebuah foto dari dalam lemari di kamar lamanya. Saat melihat foto yang baru saja terjatuh, ternyata itu adalah foto masa kecil suaminya bersama sosok lekaki bernama Calvin. Apa kakak semua masih ingat dengan tokoh Calvin di season sebelumnya? Semoga kalian masih ingat, ya! Hehe~
"Oh iya, Calvin. Aku lupa belum selidiki siapa dia sebenernya. Kalo diliat dari foto ini, udah jelas kayanya Bill sama Calvin itu temen deket sejak kecil... " Gumamnya.
"Apa aku tanya sama Ibu aja, ya?"
Tanpa pikir panjang, ia pun langsung menuju mobilnya yang berada di dalam garasi. Kali ini Lusia memutuskan untuk membawa mobilnya sendiri daripada harus dengan sopir pribadinya. Kurang lebih 1 jam lamanya, Lusia pun akhirnya tiba di rumah mertuanya. Yah, sepertinya baru kali ini ia datang mengunjungi rumah sang mertua. Ia turun dari mobil dan memencet tombol bel yang terpampang di dekat pintu.
Ting Tong..... seorang wanita keluar dari dalam rumah. Dilihat dari penampilannya, sepertinya wanita itu adalah pelayan di rumah ini. Rumah yang begitu besar meskipun tidak sebesar rumah milik Bill.
"Ah, ya ampun! Nona Lusia, si---silahkan masuk" Ucapnya gugup.
"Makasih..." Balas Lusia dengan menunjukkan senyumannya. Ia pun melangkah masuk ke dalam rumah, auranya terasa jauh berbeda dengan rumah Bill. Mungkin karena di sini lebih sunyi dan beberapa ruangannya cukup gelap.
Bersambung....
__ADS_1
*Tinggalkan jejak, ya!