![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
"Bill" Panggil Kyne dari arah belakang. Bill pun menoleh dengan perasaan kesal.
"Kenapa baru berangkat ke perusahaan?" Tanya Kyne ketika sudah tiba tepat dihadapan Bill.
"Hmmmm, karena cuacanya buruk" Balasnya dengan mata yang memandang ke arah lain. Ia merasa malas jika harus menatap mata sang Ayah mertua.
"Ayah mau minta uang buat pesta nanti malem," Pinta Kyne.
"Sialan, udah aku duga. Harusnya dari awal aku ngga janji kaya gini" Batin Bill merasa sebal. Daripada urusannya tambah panjang jika Bill tidak memberinya uang, akhirnya Bill pun terpaksa memberikan uang senilai yang diminta oleh Ayah mertuanya itu. Setelah menerima uang tersebut, Kyne pun pergi meninggalkan perusahaan Bill.
Karena urusan dengan sang Ayah mertuanya sudah selesai, ia pun masuk ke dalam perusahaannya dan menuju ke ruang kerjanya. Baru saja memasuki lift, seorang penjaga di bawah berlarian memanggil manggil nama Bill.
"Tuan Bill! Tuan!" Bill yang mendengar seseorang memanggil namanya itu akhirnya langsung menghentikan pintu lift yang hampir tertutup. Dia keluar dari lift itu dan melihat seorang penjaga yang berlari menuju ke arahnya.
"Kenapa?" Tanya Bill dengan tangan yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Ini Tuan, ada undangan acara makan malam dengan keluarga perusahaan VP" Ucap penjaga tersebut sambil memberikan sebuah undangan pada Bill. Bill yang kemudian sudah menerima undangan itu pun kembali menuju lift bersama dengan Leon yang tadi masih berada di lift. Mereka melewati beberapa lantai dan akhirnya sampai di lantai paling atas yaitu ruang kerja milik Bill.
Ia langsung merebahkan tubuhnya di kursi kerja ketika sudah memasuki ruang kerja miliknya. Sedangkan Leon masih berdiri di hadapan Bill, ia menunggu tugas yang akan diberikan oleh Bill padanya.
"Jangan di depan aku," Perintah Bill dengan tangan yang di kibas kibaskan ke arah Leon. Leon pun menyingkir dari hadapan Bill kemudian duduk di sofa ruangan itu daripada ia harus kecapean karena terus berdiri.
Selang beberapa menit akhirnya Bill memulai pekerjaannya. Dia merasa kalau istirahat nya sudah cukup hanya dengan beberapa menit saja. Tapi sebelum mulai bekerja, dia mencoba untuk membuka undangan tersebut. Begitu ia membukanya, ternyata dalam undangan itu berisi tulisan kalau dia harus mengajak sang istri tercintanya pada acara makan malam. Meskipun dengan berat hati, Bill akan mencoba makan malam dengan keluarga perusahaan VP bersama Lusia.
"Menurut kamu, apa aku harus makan malam?" Tanya Bill karena merasa ragu jika ia mengajak Lusia. Bahkan Lusia sendiri belum bisa makan dengan cara orang kaya dengan benar. Lagaknya saja masih terlalu kampungan.
"Iya, Tuan. Sangat disayangkan jika anda tidak makan malam bersama Nyonya" Papar Leon dengan senyuman mengembang diwajahnya. Namun Bill dibuat kesal dengan ucapannya barusan.
__ADS_1
"Udahlah" Jengkel Bill sambil meninggalkan ruangan tersebut. Leon pun berlari mengejar Bill dengan terkikik tawa karena sifat Bill yang tidak peka terhadap Lusia.
Waktu menunjukkan pukul 17.23. Tak terasa langit sudah mulai gelap. Orang orang yang semangat menjalankan aktivitasnya kini sudah mulai terlihat loyo karena kelelahan. Bahkan dari sebagaian pekerja yang bekerja di perusahaan Bill sudah mulai berbondong-bondong untuk pulang. Namun ada juga beberapa orang yang harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Tuan, kapan anda pulang?" Tanya Leon merasa heran karena Bill belum juga kunjung pulang. Padahal acara makan malam itu akan diadakan pukul 20 tepat.
"Aku ngga mikirin itu," Seloroh Bill sambil menikmati segelas kopi.
"Ayolah Tuan, jangan di sia-siakan! Ini kesempatan untuk anda agar bisa makan malam bersama keluarga perusahaan VP bersama Nyonya," Leon mencoba membujuk Bill. Tetapi selama apapun ia membujuknya Bill terus menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya.
"Masalahnya, Lusia itu belum bisa berlagak jadi orang kaya!" Tegas Bill dengan pandangan yang di arahkan pada Leon. Leon jadi merasa takut jika Bill sudah bersikap seperti ini padanya.
"Baiklah, maafkan saya. Saya hanya mencoba untuk memberikan yang terbaik" Cetus Leon dengan kepalanya yang kini sudah tertunduk tak berani menatap wajah Tuannya.
"Ckck!"
Tak lama setelah itu, seseorang tiba tiba menelepon Bill melalui telepon perusahaan. Ia pun langsung bergegas mengangkatnya.
"Ada yang ingin bertemu dengan Tuan" Kata orang tersebut yang pastinya adalah salah satu dari pekerja di sana.
"Suruh ke ruangan aku aja, lagian aku ngga sibuk sibuk banget"
"Baik, Tuan" Panggilan itupun di akhiri oleh Bill.
Selang beberapa waktu, orang yang sudah di nanti oleh Bill akhirnya tiba. Ia mengetuk pintu ruangan dan dibukakan oleh Leon. Betapa terkejutnya Bill ketika melihat wajah orang yang ingin menemuinya. Ia langsung duduk di sofa meskipun Bill belum mempersilahkan nya untuk duduk.
"Maaf kalo saya lancang langsung duduk di sini," Ucap pria itu ketika sudah terduduk di sofa. Bill hanya menanggapi nya dengan senyuman sinis dan anggukan sebagai tanda jawabannya.
Pria yang menemui Bill adalah Tuan Somi, pemilik perusahaan VP Management yang mengundangnya untuk acara makan malam bersama keluarganya.
__ADS_1
"Masih mau nolak?" Geram Leon dalam hatinya ketika melihat sosok seseorang yang mengundang Bill dalam acara makan malam menemui Bill ke perusahaannya.
"Jadi....nanti anda akan datang, kan?" Ucap Somi dengan mata yang terus menatap pada Bill.
"Iyalah," Balas Bill dengan memasang raut wajah kesal. Padahal ia berencana agar tidak datang dalam acara tersebut, namun karena kedatangan Somi itu membuat Bill jadi terpaksa untuk datang ke acara makan malam bersama dengan Lusia.
"Istri anda, saya ingin bertemu dengan istri anda" Cetus Somi membuat Bill semakin kesal padanya. Padahal ia ingin agar Somi cepat cepat pergi dari hadapannya.
"Oh, jadi tujuan anda undang saya di acara makan malam karena itu?"
"Iya, sejak ada berita pernikahan anda, saya sama sekali belum melihat sosok asli istri anda"
"Oh, ya udah. Tunggu aja nanti malem"
Somi pun membalasnya dengan senyuman lebar pada Bill.
Setelah kepergian Somi, Bill secepatnya untuk pulang dan menyuruh Leon agar mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat. Tidak menggunakan waktu lama, mereka akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Bill langsung menuju ke kamar Lusia karena dia yakin pasti Lusia sedang mengurung diri di kamarnya.
"Lusia," Sahut Bill ketika sudah tiba di kamar Lusia.
Lusia yang sedang mematung itu pun tergoyah dari lamunan nya setelah mendengar suara Bill. Ia mendekati Bill yang tengah berdiri di pintu kamarnya.
"Ikut aku," Ajak Bill sambil menarik lengan Lusia. Lusia yang tidak tau apa apa dibuat bingung olehnya. Bill menarik Lusia sampai di halaman rumah dan memasukkannya ke dalam mobil. Kemudian diikuti dengan dirinya yang juga ikut masuk ke dalam mobil itu.
"Jalan," Perintah Bill pada Leon yang sudah siap mengendarai mobil. Ia membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Ki--kita mau ke--kemana?" Tanya Lusia gugup. Jantungnya berdetak kencang dan pikirannya sudah buyar kemana mana.
"Nanti juga kamu tau" Ucap Bill sambil terus memandang jalanan sore menjelang malam itu.
__ADS_1
Bersambung.....