[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 25


__ADS_3

Happy Reading~


Tak... Tak... Tak.... Suara jarum jam terus berputar. Sudah sangat lama ia menanti kepulangan sang suami. Rasa cemas terus terlintas di benaknya. Ia yang sempat ingin tidur jadi tidak bisa menutup kedua bola matanya dikarenakan Bill tidak juga kunjung pulang.


Ckit____ suara sebuah rem mobil terdengar di telinganya. Secepat mungkin ia bergegas menuju pintu masuk rumah tersebut untuk membukakan pintu untuk Bill. Harapannya adalah suara rem mobil tersebut adalah mobil milik Bill. Baru beberapa langkah menyusuri anak tangga, Lusia dibuat kaget dengan sosok Bill yang sudah berada di dalam rumah. Penampilannya yang benar benar sudah berantakan membuat hatinya sakit, ia merasa kalau Bill telah menduakan nya bersama wanita lain.


"Ka--kamu, dari mana?" Tanya Lusia merasa tidak percaya.


"Bukan urusan kamu," Balasnya sambil berjalan menaiki anak tangga. Ia melewati Lusia yang tengah berdiri di tanggan tersebut.


"Bill, tunggu!" Teriaknya sembari mengejar Bill yang sudah berjalan cukup jauh. Bill yang mendengar teriakan Lusia lantas menghentikan langkahnya.


"Apa?" Cakap nya sambil menoleh ke arah Lusia.


"Kamu ngga habis main sama perempuan lain, kan?" Lusia memastikan.


"Ah, udahlah" Bill yang belum menjawab pertanyaan dari Lusia langsung pergi menuju lantai atas untuk ke kamarnya.


Lusia terpaku. Rasanya hati ini begitu sakit. Namun ia juga tidak dapat melakukan apa apa selain hanya melayani Bill sebagai seorang suami. Apalagi pernikahan mereka juga tidak jelas alasannya.


***


Semburat mentari pagi menyinari kedua bola mata Lusia. Sinar itu benar benar membuatnya silau, padahal ini sedang musim dingin. Namun rasa udara di pagi hari ini tidak begitu dingin, karena matahari yang muncul di musim dingin ini. Ia membersihkan tubuhnya dengan mandi di bak mandi dengan menggunakan air hangat. Setelah itu, Lusia memilih pakaian yang cocok untuk dirinya berangkat ke kantor. Kali ini dia kapok untuk memakai pakaian terbuka lagi, akhirnya ia lebih memilih untuk mengenakan jas tebal musim dingin.


Begitu selesai, Lusia langsung menuju ke lantai bawah untuk sarapan. Disana ia melihat sosok Bill yang tengah memakan makanan penutup. Sepertinya Lusia sudah terlambat beberapa menit untuk sarapan. Ia duduk di samping tempat duduk Bill seperti biasanya. Rasanya Lusia ingin mengungkit kembali soal kejadian tadi malam, tapi mulutnya benar benar kaku untuk berbicara.


"Buruan makan, biar ngga terlambat" Lontar Bill yang sempat kesal melihat Lusia hanya berdiam diri saja di depan banyak makanan.

__ADS_1


"I, iya"


Begitu ingin mulai sarapan, Bill langsung beranjak pergi meninggalkan ruang makan karena dia sudah selesai sarapan. Lusia yang bengong menatap kepergian Bill lantas tidak jadi sarapan melainkan mengejar sang suami sampai halaman rumah.


"Sejak kapan kamu di sini" Tanya Bill merasa heran dengan keberadaan Lusia yang tiba tiba sudah berdiri di balik tubuh kekar nya.


"Mmmm...dari tadi" Balasnya sambil tersenyum kecil pada Bill. Namun Bill tidak menanggapi senyuman manisnya itu.


Dengan langkah cepat, Bill berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Entah apa yang telah terjadi kenapa Leon tidak kunjung datang ke rumah ini untuk menjemput Bill.


"𝘒𝘢𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘭𝘦𝘮 𝘉𝘪𝘭𝘭 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘓𝘦𝘰𝘯," Batinnya sambil berpikir keras. Tidak dengan waktu lama, mobil Bill sudah pergi saja dari halaman ini. Namun Lusia tidak dapat mengejar Bill dengan mobilnya sendiri karena hari ini ia harus datang ke kantor bersama Vien.


"Astaga! Hari ini ada meeting!!" Sontak Lusia baru teringat jika hari ini dirinya akan ada acara meeting perusahaan dengan perusahaan RH Group yang akan diadakan pukul 9.00 A.m.


Selang beberapa waktu, Vien pun tiba di kediaman Amedeo dengan mobilnya itu. Ia membukakan pintu masuk mobil untuk Lusia. Kemudian mereka langsung bergegas menuju perusahaan dengan kecepatan sedang. Sekitar 40 menit lamanya mereka menempuh perjalanan menuju perusahaan MGK dan akhirnya mereka pun tiba.


Ketika waktu hanya tersisa 6 menit menuju acara meeting, Lusia serta Vien langsung menuju ke ruang meeting agar tidak terlambat. Terlihat beberapa orang yang sudah berada di sana, namun Calvin selaku pemilik perusahaan RH Group belum juga datang. Lusia duduk di kursi solo sedangkan mereka duduk di kursi yang berderet menyamping.


"Selamat pagi,," Sapa mereka pada Lusia yang tengah terduduk di kursinya.


"Pagi...." Balasnya dengan di iringi senyuman lebar.


Sambil menunggu kedatangan Calvin, Lusia pun mencoba untuk menghubunginya barangkali nomornya aktif dan bisa dihubungi. Namun sudah beberapa kali Lusia mencoba menghubungi Calvin, tetap saja tidak ada balasan darinya. Tak lama setelah itu, sosok yang sudah lama di nanti nanti kedatangannya itupun akhirnya tiba. Ia terlihat lebih tampan dari hari kemarin saat mereka bertemu di cafe.


"Maaf terlambat," Cakap nya seraya duduk di kursi yang sudah disediakan. Karena Calvin sudah datang, mereka pun memulai acara meeting antar dua perusahaan.


*******

__ADS_1


4 jam lamanya mereka habiskan waktu untuk meeting perusahaan. Setelah acaranya selesai, mereka pun pergi memisahkan dirinya masing masing. Sebelum keluar dari ruangan, mereka sempat saling membungkukkan tubuhnya pada Lusia sebagai tanda hormat. Kini hanya tersisa Calvin seorang yang masih berada di dalam ruangan. Lusia merasa sedikit heran kenapa dirinya tidak juga keluar.


"Kamu kenapa?" Tanya Lusia karena merasa heran.


"Emmm, ngga ada. Ah, kamu asistennya, bisa tolong keluar sebentar ngga?" Pinta Calvin pada Vien yang tengah mematung memperhatikan keduanya.


"Baik," Ucap Vien dengan badan sedikit membungkuk hormat pada Calvin. Ia pun keluar dari ruangan meeting dan hanya tersisa Lusia serta Calvin di ruangan tersebut. Karena canggung, Lusia pun mencoba untuk mencairkan suasana. Dia duduk di samping Calvin dan membuka pembicaraan.


"Apa boleh aku nanya?" Tanya Lusia. Calvin hanya mengangguk sebagai tanda jawaban.


"Kamu kenapa masih ada di sini? Apa ngga ada niatan mau ke perusahaan RH Group buat selesaiin pekerjaan di sana?" Lusia yang sempat kesal dengan Calvin yang tidak juga beranjak pergi itu jadi ingin berkata kasar padanya.


"Sebenernya aku ada waktu luang. Apa kita bisa ngobrol sebentar? Di cafe yang kemarin aja" Ajaknya yang sontak membuat Lusia terkejut. Karena merasa tidak enak jika menolak ajakan seorang klien, ia pun terpaksa mau dengan ajakan Calvin.


Tanpa disadari oleh keduanya, Vien ternyata menguping pembicaraan mereka melalui celah pintu yang masih sedikit terbuka. Ia juga sempat merekam pembicaraan mereka berdua. Saat Lusia dan Calvin hendak keluar dari ruangan, Vien pun langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu agar tidak diketahui oleh keduanya.


Lusia dan Calvin pergi ke cafe dengan menaiki satu mobil yang sama. Mereka menggunakan mobil milik Calvin yang sudah terparkir di depan perusahaan MGK. Calvin sendiri yang menyetir mobil itu dan Lusia duduk di samping Calvin. Tidak menggunakan waktu lama mereka pun akhirnya tiba di cafe yang sempat mereka kunjungi kemarin siang.


"Kamu mau pesen apa?" Tanya Calvin ketika mereka sudah berada di kursi yang sudah disediakan di cafe tersebut. Ia menunjukkan buku menu yang sedang di pegangnya pada Lusia.


"Ini aja," Lusia menunjuk sebuah gambar minuman coklat panas. Mereka pun memesan minuman yang sama. Selang beberapa waktu, minuman yang mereka pesan pun dihidangkan.


"Kamu mau ngobrolin soal apa?" Tanya Lusia. Wajahnya sudah tampak panik dan tergesa gesa.


"Nanti malem ada acara perusahaan aku. Lokasinya ada di sini, aku harap kamu dateng karena perusahaan kita juga udah bekerja sama" Cetus nya sambil memberikan sebuah undangan pesta pada Lusia.


"Oke, aku usahain dateng" Ucapnya merasa sedikit ragu, bahkan dirinya juga belum sempat membaca undangan tersebut namun entah kenapa Lusia menyetujuinya begitu saja.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2