[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 73 [S2]


__ADS_3

Happy Reading~


**Lanjut Flashback**


Setelah berada di TKP cukup lama, ketiga orang tersebut akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat tersebut. Kira kira dengan menggunakan mobil mereka bisa sampai di cafe sekitar 5 menit.


Begitu tiba di cafe, mereka memesan minuman hangat yang pastinya cocok di cuaca dingin seperti ini. Apalagi tempatnya juga berada di sekeliling laut.


"Mmm... Tuan, sepertinya saya amati dari tadi Tuan terlihat aneh. Ada apa?" Tanya Leon sambil meninum minuman hangat tersebut. Bill kunjung menatapnya, ia kemudian menghembuskan nafas panjang panjang.


"Aku ngga terlalu puas sama keterangan dari para polisi itu. Janggal, kan?" Ucapnya dengan menatap kesal pada kedua asistennya.


"Sepertinya memang aneh jika dipikir dengan logika..." Timpal Vien.


"Hmmm, okey. Aku butuh bantuan dari kalian buat selidiki soal kecelakaan ini. Tapi karena tempat kejadian kecelakaan itu ngga ada kamera CCTV, jadi cukup sulit. Aku kasih kalian waktu 1 minggu, setelah 1 minggu harus udah ada laporan. Kalian bisa pake anak buah aku juga" Perintah Bill dengan raut wajah serius. Dua asistennya pun lantas mengangguk.


Namun karena beberapa hari ini Leon sedang mengambil cuti, itu membuat Vien cukup kesulitan tanpanya. Namun cukup mudah juga karena beberapa anak buah Bill ia pakai untuk membantunya menyelidiki masalah ini. Di hari pertama penyelidikan, Vien mulai mencari beberapa jalur yang sebelumnya dilalui oleh korban. Ia melihatnya melalui kamera keamanan yang terpasang di toko yang terletak di sepanjang jalan. Namun setelah memasuki sebuah jalur sepi menuju laut, mulai di sana tidak ada satupun kamera keamanan yang terpasang.


Karena hal itu, Vien pun kembali menyelidikinya dengan mengamati CCTV di halaman rumah korban. Mungkin saja ada suatu kejadian yang terjadi sebelum keduanya itu pergi dengan menggunakan mobil. Tetapi setelah seharian diamati, tak ada satupun kejadian yang mencurigakan.


Pada di hari terakhir penyelidikan, Vien sempat mendengar seseorang tengah membicarakan soal kecelakaan tersebut. Kala itu Vien sedang beristirahat di sebuah toko swalayan pinggir jalan. Karena merasa ada suatu informasi yang di dapat setelah mendengar perbincangan kedua pria itu, lantas Vien pun nekat untuk mendengarkannya dari jarak yang cukup jauh.

__ADS_1


"Aiya, Tuan Jiang emang ngga bisa diragukan lagi! Hahaha!!!!"


"Mungkin ngga lama ini Nona Maria bakal nikah sama dia, pasti Tuan Jiang bakal peras semua uangnya. Kalo rencana kita buat bikin kecelakaan itu gagal, pasti kita ngga akan dapet imbalan" Ucap pria yang satunya lagi.


Sontak Vien yang mendengarnya pun jadi terkejut, ia langsung bangkit dari kursi dan segera mungkin pergi ke suatu tempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Malam itu Vien memutuskan untuk mengintai di halaman rumah Maria bersama dengan dua kawanan anak buahnya. Di sana terlihat sosok adik tiri dari Nyonya nya itu tengah berduaan dengan Jiang. Jadi yang sempat didengarnya di toko swalayan bukanlah omong kosong atau semacamnya. Namun lebih tepatnya adalah fakta.


**Flasback on


"Ah... sial. Ngga ada otak" Kesal Bill sambil mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali rasanya Bill membunuh pria bernama Jiang karena sudah mempermainkan kehidupan seseorang.


"Berarti, Jiang sama Maria emang punya hubungan?" Tanya Bill memastikan, lalu Vien menjawabnya dengan mengangguk kepalanya.


"Bener ternyata. Berarti perasaan aku selama ini ngga salah" Batinnya.


"Baik Tuan, segera saya laksanakan" Vien bangkit dari kursinya, ia langsung berpamitan pada sang Tuan untuk secepatnya mencari sosok pria bernama Jiang.


Sementara itu, Lusia yang masih berada di dalam mobil dengan perjalanan menuju rumahnya masih teringat dengan pembicaraan dua pria tadi. Ia masih terbayang saat Vien mengatakan dengan suara lirih bahwa dirinya tak seharusnya berada di sana.


"Nyonya, ada apa?" Tanya pengemudi itu lantaran merasa heran karena sejak Lusia masuk ke dalam mobil, ia terus saja melamun memandang jalanan.


"Ngga papa... " Balasnya singkat sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tidak menggunakan waktu lama, Lusia pun akhirnya tiba di halaman rumah. Ia langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan disambut oleh salah seorang pelayannya.


"Selamat siang Nyonya.... apa anda lelah?" Tanya pelayan itu seraya tersenyum lebar.


"Ngga sama sekali, kok" Balasnya yang juga ikut tersenyum.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Waktu menunjukkan pukul 16.22. Sosok Jiang dengan kemudi nya sedang menuju ke sebuah sekolah. Yang pastinya ia akan menjemput Maria di sana, Vien yang sudah menduga kalau Jiang akan datang ke tempat itupun lantas mencegat nya dengan beberapa mobil yang sengaja diberhentikan di depan mobil milik Jiang.


Merasa kesal, ia pun turun dari mobil. Tanpa disadari, ternyata salah seorang anak buah Bill menyekapnya dari arah belakang yang akhirnya menyebabkan Jiang tak dapat bernafas. Beberapa detik setelahnya, Jiang yang sudah lemas tak berada akhirnya pingsan. Sebelum banyaknya saksi mata di tempat tersebut, Vien dengan cepat memasukkan pria itu ke dalam bagasi mobilnya. Setelahnya mereka pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju gudang bawah tanah.


****


Sementara itu Maria yang tengah menunggu kedatangan Jiang di halaman sekolah terlihat kelelahan. Sudah sekitar 20 menit lamanya pria yang ditanggu kedatangannya tidak kunjung terlihat. Hal itu membuat Maria jadi kesal dan penuh amarah. Ia juga mencoba menghubungi kekasihnya beberapa kali, tetapi hasilnya nihil karena Jiang tidak juga mengangkat panggilan telepon darinya.


"Ah, b***s*t!" Maria melempar ponselnya ke lantai, ia tidak memperdulikan ponsel itu dan langsung pergi tanpa mengambil ponselnya kembali. Terpaksa dirinya harus berjalan kaki menuju rumah, namun hal yang tak terduga tiba tiba datang. Vien yang masih dengan wajah dingin itu menghampiri Maria dengan menggunakan mobilnya.


"Saya adalah asisten pribadi Nyonya Lusia sebelumnya. Nona silahkan masuk ke dalam, akan saya antarkan anda sampai rumah" Ucapnya dengan membuka pintu mobil bagian belakang. Tanpa berpikir panjang, Maria pun langsung masuk ke dalam mobil. Ia tidak khawatir jika pria itu adalah penculik, lagipula dirinya juga pernah sekali melihat Vien di acara ulang tahun kakak tirinya.


Selama diperjalanan Maria terus terlihat bengong sambil menatap jalanan. Vien yang mengemudi pun sempat sempat nya mengamati gadis itu melalui kaca mobil bagian depan. Ia ingin melihat ekspresi Maria saat kesal karena menunggu kekasihnya yang juga tidak datang untuk menjemputnya.

__ADS_1


Cukup lama berada diperjalanan, mereka pun akhirnya tiba di halaman rumah. Maria turun dari mobil setelah Vien membukakan pintu mobil untuknya. Tanpa mengucapkan terima kasih, Maria langsung berjalan masuk ke dalam rumah. Tidak penting baginya untuk berterima kasih pada asisten pribadi kakaknya, itulah yang ada dipikirannya.


Bersambung....


__ADS_2