[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 76 [S2]


__ADS_3

Happy Reading~


Beberapa minggu telah berlalu. Suasana sekolah yang begitu ramai, dengan konyolnya kebiasaan para siswa di SMA YongHi. Maria duduk di tempat duduknya, wajahnya masih terlihat murung setelah kematian sang kekasih yang tak ia inginkan. Bahkan teman sekelasnya sempat merasa heran karena sifat Maria berubah semenjak beberapa minggu lalu.


"Hai, ayo ke kantin" Ajak salah seorang teman Maria yang bernama Yena. Dia adalah gadis ceria bahkan termasuk anak paling pintar di sekolah. Dia menjadi kebanggaan guru dan para murid kelas atas. Namun karena suasana hati yang buruk, Maria pun menolaknya dengan baik baik dan sopan.


"Maaf, aku lagi ngga mood" Jawabnya dengan wajah terus menatap pandangan ke depan. Yena pun paham bagaimana perasaan temannya, ia memutuskan untuk pergi dengan yang lain menuju kantin.


*****


Waktu menunjukkan pukul 16.22. Gerbang sekolah telah di penuhi oleh anak anak yang berlarian tak sabar untuk segera pulang. Sedangkan Maria masih dengan langkah lambatnya menuju gerbang sekolah. Beberapa langkah setelah keluar dari halaman sekolah, dia memutuskan untuk pergi ke sebuah gedung karaoke terlebih dahulu. Yah, karena itu memang kebiasaan hidupnya sejak dulu.


Begitu masuk ke dalam gedung karaoke, dia berubah pikiran. Maria akhirnya menuju atap gedung agar bisa menenangkan dirinya sejenak. Jika dia mengikuti pesta karaoke, yang ada telinganya hanya akan sakit karena tempatnya yang terlalu bising. Bahkan tidak cocok untuk mengosongkan beban pikirannya.


"Dewa!!!!! Siapa yang harus aku salahkan?!!!!" Teriaknya sambil menatap pemandangan sore dari atap gedung. Perlahan Maria mengeluarkan cairan bening dari kedua bola matanya dan membasahi pipinya itu.


Drrrttt..... Ponselnya itu berdering. Maria segera mengambil ponselnya dari dalam saku rok. Setelah dilihat, ternyata Lusia tengah menghubungi nya.


"Halo, kamu dimana?" Tanya Lusia setelah Maria mengangkat panggilannya.


"Jangan perduliin aku lagi" Tegur nya, dia langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak.


Maria mendekati ujung atap, dia berniat untuk mengakhiri hidupnya lantaran sudah banyak berdosa pada sang pencipta. Lebih tepatnya, orang tuanya itu tiada karena kesalahannya. Dia sudah bersalah sebab mengenal Jiang, andai saja dirinya tak dipertemukan dengan pria itu, pasti nasib hidupnya tidak akan berakhir seperti ini.

__ADS_1


"Bahagia in Lusia, dewa" Dengan perlahan, dia melangkahkan kakinya dan lompat dari atas gedung. Banyak yang menyaksikan akhir hidupnya lantaran terlihat dari balik jendela gedung karaoke.


"Ma---maria?!!!!" Ethan syok, setelah melihat adik tiri dari saudaranya itu mengakhiri hidupnya dengan lompat dari atap gedung. Ethan langsung berlari menuju lantai bawah dengan menggunakan lift. Begitu dirinya tiba di halaman, ternyata sudah banyak orang yang sedang mengerubungi Maria. Tepatnya Maria jatuh di jalan raya, sudah pasti banyak orang yang melihatnya.


Ethan berlari mendekati sosok Maria yang susah terbaring lemas tanpa nyawa. Sekujur tubuhnya telah dipenuhi dengan darah. Ethan menangis, dia tak sanggup melihat gadis itu berakhir di depan matanya.


*****


"Dikabarkan, bahwa seorang mahasiswa berinisial M.E telah mengakhiri hidupnya. Ia bunuh diri dengan cara melompat dari atap gedung karaoke. Pasalnya gadis berusia 16 tahun itu tidak sanggup menanggung nasib hidupnya, dia sudah bersalah pada orang tuanya yang telah tiada. Korban diketahui pernah memiliki hubungan dengan Tuan Jiang yang sudah lama menghilang, korban juga ternyata adalah adik ipar dari Tuan Muda Amedeo, Bill Amedeo"


****


"Maria!!!! Kenapa kamu nekat??? Hiks.... maafin aku, mungkin selama ini aku emang kurang perhatiin kamu.... tolong, kembali.... " Lusia terus menangis saat kremas tengah berlangsung. Banyak saksi mata yang melihat kesedihannya itu. Bill sebagai suami tidak dapat berbuat apa apa, dia hanya bisa menenangkan sang istri yang terus menangis.


2 hari telah berlalu. Sejak kematian Maria, Lusia tidak pernah mau pergi dari depan mendiang sosok sang adik. Dia hanya pergi di saat saat tertentu saja seperti saat akan mandi, bahkan dirinya juga jarang makan. Terkadang saat ia hendak makan, pasti memakan makanan itu harus berada di depan mendiang.


Banyak juga teman Maria yang mengunjungi mendiang nya. Mereka merasa sedih setelah hilangnya sosok gadis egois itu dari dunia ini. Pasti kelas mereka akan terasa sepi tanpa gadis itu.


"Maria... kenapa kamu bisa pergi dari dunia ini?" Ucap Yena sambil merintih. Dia terus menangis tanpa henti di depan mendiang mantan temannya.


Kejadian itu terus terulang dengan seiring berjalannya waktu, Lusia masih belum bisa melupakan adik tirinya meskipun selama ini gadis itu tidak pernah menyanyangi Lusia. Tetapi, baginya Maria adalah segalanya yang tidak boleh pergi terlebih dahulu sebelum dirinya yang pergi. Apalagi, Maria adalah satu satunya keluarga Lusia yang masih tersisa setelah kematian orang tuanya.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎

__ADS_1


"Lusia, ayo makan. Tadi pagi kamu ngga sarapan. Sekarang kamu juga ngga mau makan siang, terus gimana sama kandungan kamu?" Tanya Bill. Sudah beberapa kali dia membujuk wanita di depannya untuk makan meskipun hanya satu suapan. Namun, wanita itu tetap menolak. Dia hanya ingin adiknya bisa kembali dalam hidupnya.


"Oke, terus sekarang mau kamu apa?" Tanya Bill yang kini sudah menyerah. Dia tidak kuat lagi menghadapi Lusia yang semakin lama semakin sulit diatur.


"Aku mau... Maria. Aku mau Maria kembali meskipun nantinya aku yang akan hilang" Sontak Bill terkejut mendengar ucapannya yang tanpa arti itu, dia meletakkan piring yang sedang dipegangnya ke meja.


"Kenapa kamu ngomong gitu?" Jujur hatinya merasa sakit, karena Lusia rela pergi meninggalkan dirinya asalkan Maria bisa kembali.


"Ahh--aku juga ngga tau kenapa aku ngomong gini. Aku bodoh, kan!" Ucapnya sambil beranjak pergi meninggalkan taman belakang.


Padahal sudah sejak beberapa hari lalu Bill sengaja mengambil cuti perusahaan dengan menemani sang istri. Tetapi, Lusia malah seperti tidak memperdulikan nya sama sekali.


"Ayolah, aku mau kamu ngga kaya gini. Plis... aku bakal turuti semua kemauan kamu, asalkan bukan Maria" Tandas Bill dengan memasang raut wajah kesal. Lusia menatapnya, ternyata dia telah membendung air mata di kedua bola matanya.


"Aku mau, kamu buat aku jangan kaya gini. Aku pengin lupain Maria, aku ngga mau terus terusan hidup dengan mikirin dia"


"Oke. Besok kita liburan ke Jepang!" Lusia tersenyum, dia yakin pria dihadapannya itu mampu membuatnya melupakan sosok Maria.


Hari berganti hari, suasana pagi yang sejuk ditambah dengan burung berkicau menyambut hari baru setelah hari kemarin. Sepasang suami istri itu telah menyiapkan untuk liburannya ke Jepang sejak semalam.


Keduanya menaiki mobil menuju bandara dengan diantar oleh Leon. Bill sudah menyerahkan semua pekerjaannya selama beberapa hari ke depan pada orang orang terpercaya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2