![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Tak lama kemudian, Lusia keluar dari ruangan pasien tersebut dan menghampiri Bill serta Leon. Setelah itu mereka membayar administrasi dan segera kembali ke rumah. Sampainya mereka di kediaman Amedeo, Leon langsung meminta izin untuk pulang ke rumahnya.
"Lusia," Panggil Bill saat Lusia hendak meninggalkan nya di ruang bawah.
"Kenapa?" Tanya Lusia sambil menoleh ke arah Bill. Bill pun mendekati Lusia sampai membuat Lusia tidak dapat berkutik.
"Kok bisa kamu luka luka gini? Apa yang sebenernya terjadi?" Bill menghelai rambut Lusia, membuatnya jadi merinding dengan sikap Bill.
"Dia itu temen satu sekolah aku. Cowo yang udah bully aku habis habisan," Jelasnya.
"Terus? Kenapa kamu bisa luka? Apa dia yang lukai kamu?"
"Ya, aku mau istirahat dulu. Tolong jangan ganggu aku" Ucapnya sambil beranjak pergi meninggalkan Bill yang sebenarnya belum selesai berbicara dengannya.
******
2 Minggu telah berlalu. Lusia sudah benar benar pulih dari sakitnya setelah insiden pesawat jatuh. Bill yang sudah lama menanti kesembuhan nya itu kini memutuskan agar Lusia mulai bekerja di salah satu perusahaan yang ia miliki. Ia memberikan jabatan pada Lusia sebagai seorang bos di perusahaan yang akan ia berikan, lagipula Lusia adalah mantan murid pintar yang pastinya serba bisa bahkan dengan pekerjaan kantor.
Baru kali ini Bill membawa Lusia ke kantornya. Para pekerja memandang Lusia dengan pandangan sinis setelah sekian lama belum melihat istri dari sang bos. Bill membawa Lusia ke ruangan kerjanya bersama dengan Leon serta Vien selaku asisten dari keduanya.
"Tumben kamu ajak aku ke kantor, sebelumnya aku sama sekali belum pernah liat ruangan di dalem kantor" Cetus Lusia sambil memandang setiap sudut ruangan itu. Ia merasa terkesima dengan ruangan yang di desain dengan mewah.
"Tujuan aku ajak kamu ke sini, aku mau ngomong sesuatu,"
__ADS_1
"Apa?"
"Mulai besok kamu aku angkat jadi bos di perusahaan MGK, perusahaan punya aku" Sontak Lusia dibuat kaget dengan perkataan Bill barusan. Dia tidak menduga kalau dirinya akan menjadi seorang bos.
"Ta--tapi, aku ngga tau cara kerja di kantor"
"Vien, dia yang bakal bantuin kamu cara kerja di kantor. Hari ini kamu full belajar di perusahaan MGK biar besok bisa langsung kerja. Tapi mulai besok sampe beberapa hari ke depan, kamu masih di bantu sama Vien biar ngga ngelakuin kesalahan" Jelasnya.
"Oke,"
"Satu lagi, kamu juga harus berpenampilan layaknya seorang bos. Bukan istri bos lagi"
"Apa??? Ternyata selama ini dia masih anggap aku istri? Apa sebenernya dia punya rasa sama aku? Uh! Lusia.... kamu jangan terlalu berharap sama cowo kaya dia" Gumam Lusia namun sepertinya di dengar oleh Vien dan Leon.
"Vien, pokoknya hari ini kamu full ajarin dia kerja dan ajarin dia cara berpenampilan sebagai bos perusahaan! Jangan sampe ada orang yang tau latar belakang dia yang sebenernya" Ucap Bill pada Vien yang sedang berdiri di sampingnya.
"Semangat Lusia, kamu bakal jadi seorang bos! Semoga aja kedepannya ngga ada akan masalah selama aku jadi bos" Batin Lusia sambil tersenyum kecil.
Selang beberapa waktu, Vien pun membawa Lusia menuju perusahaan MGK yang letaknya cukup jauh dengan perusahaan Sourch milik Bill. Perusahaan itu adalah perusahaan ke 5 yang dibangun dengan dana paling besar setelah perusahaan NR Group yang juga perusahaan milik Bill.
Setibanya di perusahaan MGK, Vien mengajak Lusia untuk menuju lantai paling atas yaitu lantai ke 40. Semua mata tertuju pada Lusia saat dirinya jalan berdampingan dengan Vien. Mereka menatapnya dengan tatapan heran karena mereka juga tidak mengetahui identitas Lusia yang sebenarnya, bahkan identitas Lusia sebagai istri dari Bill pun hanya beberapa dari mereka yang tahu.
Tiba di lantai tujuan, Vien langsung mulai mengajarkan tentang peraturan perusahaan untuk para pekerja pada Lusia. Ia sengaja memberitahu hal itu pada Lusia agar Lusia mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Selanjutnya dia mengajarkan dari hal yang paling ringan sampai dengan yang paling berat. Begitulah seterusnya.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 16.12. Sejak Lusia tiba di perusahaan MGK dan langsung belajar, dia sama sekali belum beristirahat. Bahkan seteguk air pun belum mendarat di tenggorokannya. Karena melihat sosok Lusia yang seperti kelelahan, Vien yang memiliki jiwa kepedulian itu pun sengaja menuju dapur dan membuatkan segelas kopi untuk Lusia.
"Nyonya, minumlah kopi ini dulu, sepertinya anda sangat kelelahan" Papar Vien sambil memberikan segelas kopi pada Lusia.
"Makasih," Ucap Lusia yang kemudian langsung meminum kopi itu.
Karena matahari sudah tampak hampir tenggelam, Vien pun memutuskan agar Lusia beristirahat terlebih dahulu. Lagipula pekerjaan seorang bos tidak begitu memberatkan tapi harus serba tau. Setelah itu Vien memanggil seseorang dari brand ambassador make up yang terkenal. Ia menyarankan agar Lusia bisa belajar make up darinya. Kemudian dilanjut dengan seseorang dari toko pakaian berkelaa, Vien memesan sebuah pakaian yang sangat cocok dengan Lusia sebagai seorang bos.
Begitu selesai dengan semua urusannya, Lusia meminta agar Vien mengantarnya pulang. Rasanya tulang punggung ini hampir patah karena seharian tidak merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Vien.... aku mau pulang" Rengek Lusia karena sudah tidak tahan ingin berbaring di ranjangnya.
"Baik Nyonya, sepertinya hari ini sudah cukup" Balas Vien yang kemudian mengarahkan Lusia menuju basement. Tiba di basement dia membukakan pintu mobil untuk Lusia, setelah itu Vien mengendari mobilnya dengan kecepatan cepat agar segera tiba di kediaman Amedeo.
Ckit____ mobil itu berhenti tepat di halaman rumah Amedeo. Lusia turun dari mobil dengan sempoyongan. Dibarengi dengan itu, ternyata Bill juga baru tiba di rumah. Dia melihat Lusia yang sudah hampir roboh tidak dapat menjaga keseimbangan. Karena ia berpikir Lusia akan merepotkan nya jika pingsan, Bill pun mengangkat tubuh mungil Lusia menuju kamar milik Lusia.
"Pffttt.... mereka udah saling jatuh cinta, ya?" Desis Leon. Vien yang mendengarnya hanya tersenyum kecil karena dia memang memiliki sifat dingin, berbeda dengan Leon yang suka bercanda.
Srakk.... Bill melepaskan tubuh Lusia dan menaruhnya di ranjang. Ketika melihat bentuk tubuh Lusia yang menawan, Bill jadi tidak bisa menolak dan ingin sesekali meraihnya.
"Uh, makasih" Ucap Lusia yang kemudian membaluti tubuhnya dengan selembar selimut. Bill yang hampir meraih tubuh Lusia itu jadi berubah pikiran dan lebih memilih untuk beristirahat di kamarnya.
Setelah Bill keluar dari ruang kamarnya, Lusia yang tadinya sudah membaluti tubuhnya dengan selimut kini terbangun dan turun dari ranjang.
__ADS_1
"Ya Tuhann..... aku ngga lagi mimpi, kan?" Gumamnya sambil ternganga heran menatap pintu ruang kamar. Dia benar benar tidak menyangka Bill akan se perduli ini padanya sampai sampai mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar.
Bersambung.....