![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Beberapa hari telah berlalu. Suasana bising terdengar begitu jelas di koridor sekolah. Maria turun dari sebuah sebuah mobil mewah yang dibawa oleh Jiang. Begitu banyak sepasang mata yang menatap keduanya, mereka memandang Maria dengan wajah kaget.
"Apa itu cowo yang waktu itu sempet Maria bilang kalo dia mau nikah?" Ucap salah seorang teman Maria sambil berbisik di telinga anak yang berdiri di sebelahnya.
"Mungkin,"
"Dadah...." Maria mengayunkan tangannya di atas saat mobil itu mulai meninggalkan halaman sekolah. Lantas banyak orang yang langsung berlarian menghampiri Maria dengan rasa penuh penasaran.
"Kamu serius mau nikah?" Tanyanya memasang raut wajah dengan ekspresi tidak percaya. Maria pun mengangguk sebagai tanda jawaban. Ia kemudian berjalan pergi meninggalkan anak anak yang tengah mengerubungi nya.
Sementara itu, Bill yang masih disibukkan dengan laptopnya pun menyempatkan diri untuk menuju cafe yang tidak jauh dengan gedung perusahaan miliknya. Bill turun melalui lift dan tidak lama setelahnya ia pun tiba di cafe tujuan. Makanan yang dipesan yang pastinya adalah makanan kesukaannya yang tak lain dan bukan lain lagi adalah Migheti. Selang beberapa waktu, makanan serta minuman yang ia pesan pun dihidangkan.
Zrash!!! Baru juga ingin meminum soda ditangannya, seseorang tak sengaja menyenggol lengan Bill yang mengakibatkan soda itu tumpah ke pakaiannya. Begitu menoleh, ternyata Jiang adalah orang yang baru saja menyenggol lengannya. Untung saja tak banyak air soda yang tumpah ke pakaiannya itu.
"Ma--maaf," Ucap Jiang merasa tidak enak sambil beberapa kali membungkuk. Bill yang sempat geram itu tak dapat berbuat apa apa lantaran pria itu adalah klien perusahaan MGK miliknya.
"Ngga papa..." Balasnya sambil tersenyum dingin. Setelah itu Jiang pergi meninggalkan sosok Bill dengan duduk di sebuah kursi dekat dengan pintu keluar masuk cafe. Tak lama setelah itu, terlihat seorang wanita asing masuk ke dalam cafe dan duduk tepat berhadapan dengan Jiang. Bill yang melihatnya lantas jadi merasa curiga.
"Aku kira dia ada hubungan sama Maria. Apa cuman perasaan aku aja kali ya?" Gumamnya.
Setelah cukup lama beristirahat di cafe, Bill akhirnya kembali ke perusahaan. Begitu tiba di ruang kerjanya, betapa terkejutnya dia saat melihat sosok sang istri tengah duduk di sofa menunggu kehadirannya. Bill yang baru saja kembali dari cafe itu merasa menyesal karena membuat sang istri jadi menunggunya.
"Bill?" Lusia berjalan menghampiri Bill yang masih mematung di pintu keluar masuk ruangan, ia tersenyum lalu memeluknya dengan erat.
"Maaf, aku habis dari cafe" Ujarnya seraya melepas pelukan dari wanita dihadapannya.
__ADS_1
"Ah---ngga papa"
Kemudian mereka duduk bersebelahan di sofa, Lusia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecilnya yang membuat Bill jadi penasaran.
"Tebak ini apa?" Tanyanya bergurau. Bill hanya memikirkannya sekilas karena otaknya sedang diistirahatkan.
"Ngga tau," Belum juga ditebak Bill langsung menyerah.
"Ngga seru deh!" Kesal nya. Namun sebenarnya itu hanya sebuah candaan.
Cek lek..... seseorang masuk ke dalam ruangannya. Ternyata sosok orang itu adalah Vien. Keduanya yang sedang bermesraan lantas membuat Vien jadi salah paham. Ia berpikir kalau sepasang suami istri di depannya itu sedang melakukan hal yang menyenangkan di dalam ruang tertutup tanpa mengunci pintu.
"Maaf, saya keluar" Cakap nya sambil menutup kembali pintu tersebut. Bill langsung bangkit dari sofa setelah menyadari bahwa ternyata Vien ada di sana.
"Jangan salah paham, Vien.... masuk!" Teriaknya dari dalam ruangan. Vien pun akhirnya kembali masuk ke dalam ruangan dengan sedikit menundukkan kepalanya karena tak ingin melihat wajah sang Tuan yang dikira sedang kesal terhadapnya.
"Ada yang ingin saya sampaikan Tuan" Ucapnya.
"Apa?" Tanya Bill. Wajah yang tadinya terlihat biasa biasa saja kini menunjukkan raut wajah serius.
"Sepertinya tidak baik jika Nyonya mendengarnya... " Balasnya dengan suara lirih seraya melirik ke arah Lusia. Di saat bersamaan, ternyata Lusia juga tengah memperhatikan keduanya.
"Aiya, aku lupa! Aku harus pulang, selamat siang" Timpal nya tiba tiba. Ia langsung keluar dari ruangan begitu saja bahkan sebelum Bill membalas ucapannya barusan. Tentu saja Bill tidak akan merasa tenang jika istrinya yang sedang mengandung calon anaknya itu pergi tanpa keterangan yang jelas.
Ia pun berlari ikut keluar dari ruangan untuk mengejar Lusia. Untung saja lift yang ditumpangi oleh Lusia belum tertutup, Bill pun jadi bisa berbicara dengannya.
"Tenang, aku sama sopir pribadi. Ngga usah terlalu berlebihan, deh" Ucap Lusia. Bill pun mengangguk, kini dirinya sudah tenang setelah Lusia memberitahunya dengan jelas.
__ADS_1
****
"Jadi, tadi gimana?" Tanya Bill setelah kembali ke ruang kerjanya.
"Saya sudah menyelidiki bersama beberapa anak buah Tuan mengenai tugas yang sebelumnya Tuan berikan pada saya menyangkut kecelakaan janggal yang terjadi pada orang tua Nyonya" Ujar Vien. Ia kemudian memberikan sebuah kertas berwarna coklat yang sebelumnya ia pegang. Lalu dengan perlahan Bill mulai membaca sebuah dokumen penting didalamnya.
Deeggg?!!!! Sontak ia menjadi terkejut, rasanya tidak percaya dengan sebuah tulisan yang terlampir pada dokumen itu.
"Ini hasil penyelidikan kamu? Ngga ngarang, kan?" Tanya Bill memastikan. Lantas Vien menjadi sedikit kesal karena Tuannya itu seperti meragukan hasil kerjanya. Padahal selama ini dirinya sudah menyelesaikan perintah dengan baik sekalipun itu adalah pekerjaan ilegal.
"Benar, Tuan. Saya tidak pernah mengada ngada" Balasnya dengan tersenyum kecut, untung saja pria dihadapannya itu tak menyadarinya.
**Flashback off
Di TKP, Bill dengan dua asistennya itu mengunjungi sebuah tempat kejadian perkara saat kedua orang tua Lusia mengalami sebuah kecelakaan. Di sana juga terdapat beberapa polisi yang tengah menyelidiki alasan terjadinya kecelakaan. Namun hasil keterangan dari polisi tidak begitu memuaskan bagi Bill. Seperti ada sesuatu yang tidak beres dalam kecelakaan tersebut.
"Ini hanya sebuah kebetulan. Meskipun mobil yang korban tumpangi mengalami kecelakaan besar, namun tidak ada sesuatu yang aneh dalam mobil" Kata polisi itu pada Bill.
Menurut Bill hal itu seperti tidak masuk akal, karena mobil yang ditumpangi orang tua Lusia itu terjun ke dalam laut setelah menabrak jalan pembatas. Setelah dicek, ternyata korban juga tidak sedang dalam keadaan mabuk apalagi terjadi kesalahan dalam mesin mobil. Lantas hal itu terdengar tidak memuaskan bagi Bill.
"Ngga mungkin kalo keduanya tiba tiba kecelakaan. Bahkan ngga mabuk, waktu di cek juga ngga ada kesalahan di bagian mesin mobil" Batin Bill.
Kemudian setelah beberapa hari korban telah dimakamkan, berita menyampaikan bahwa kedua korban sengaja menabrak jalan pembatas lantaran ingin mengakhiri hidup. Meskipun sebenarnya keduanya adalah orang yang cukup berada berkat bantuan dari CEO muda yaitu Bill. Lalu berita itu sampai menyebar ke kota A dan kota S.
*Flasback belum selesai, next guys!
Bersambung....
__ADS_1