![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Waktu menunjukkan pukul 20.33. Tempat yang begitu gelap, hanya ada cahaya dari api yang ditempatkan di sebuah kayu yang di pasang di dinding. Bahkan hembusan angin tak masuk sampai ke dalam ruangan. Jiang terbangun dari pingsannya setelah 4 jam berlalu. Ia melihat ke sekeliling, tampak sebuah rantai yang diikatkan ke tangannya.
"Woy! Dimana ini?!!!!" Tanya Jiang sambil berteriak pada siapa saja yang mendengarnya. Karena di dalam ruangan itu tak terlihat satu orang pun kecuali dirinya.
"Sial, kenapa aku ada di sini?" Pikirnya. Dia mencoba mengingat kembali kejadian yang terakhir kali menimpanya, yaitu saat beberapa kawanan mafia tengah menghentikan mobilnya di jalan menuju sekolah sang kekasih.
Tak lama kemudian, pintu gudang bawah tanah itu terbuka. Jiang pun langsung menatap pada seseorang yang melangkah masuk ke dalam ruangan. Betapa terkejutnya ia ketika melihat pria pemilik perusahaan MGK dengan dua asistennya. Bagaimana dia tidak syok? Mereka saja sangat ia kenali.
"Apa apaan ini?!!!" Tanya Jiang tidak terima, ia melotot pada pria yang kini tepat berada di hadapannya. Awalnya Jiang tidak percaya kalau yang datang adalah orang orang yang dekat dengannya, namun setelah melihat penampilan Bill yang terlihat seperti bos dari para mafia itu, lantas dirinya jadi begitu yakin kalau semua ini adalah ulah Bill.
"Saya akan membatalkan kontrak kerja sama perusahaan kita jika anda tidak melepaskan saya, mengerti!!!!!" Kata Jiang, dia terus saja berusaha melepaskan rantai di tangannya meskipun itu adalah hal yang mustahil untuk bisa lepas.
"Hai, anda dengar kan kalau saya sedang berbicara? Kenapa anda diam saja?!!!!"
Dor!!! Bill melepaskan peluru, hal itu membuat Jiang lebih syok dari sebelumnya. Namun peluru pertama itu hanya sebagai peringatan agar Jiang tidak asal bicara terhadapnya.
Tap... tap... tap... Bill melangkahkan kakinya, ia berjalan ke balik tubuh pria yang tengah di rantai. Lalu Bill tersenyum sambil mendekatkan wajahnya, ia menunjukkan wajah sadis terhadap pria itu.
"Jelaskan apa maksud anda merantai saya seperti ini!!! Lalu, saya ada dimana?!!!"
"Jika saya menjelaskan alasan saya merantai anda di gudang bawah tanah seperti ini, sepertinya cukup panjang untuk diceritakan. Dan itu hanya akan membuang buang waktu saya" Cakap Bill. Tak lama setelah itu, beberapa anak buahnya datang dengan membawa pistol. Jiang membulatkan kedua bola matanya, mungkin hidupnya akan berakhir malam ini juga.
"Le---lepaskan! Anda tidak mungkin membunuh saya, kan?" Tanya Jiang dengan raut wajah yang sudah tidak terkontrol. Keringat dinginnya terus mengalir membasahi sekujur tubuhnya.
"Saya tidak akan membunuh anda jika anda mampu menjawab pertanyaan dari saya dengan benar. Dan jawablah dengan sejujurnya" Ucap Bill sambil memalingkan wajahnya dari pria itu.
"Bukankah anda adalah dalang dibalik kecelakaan Tuan Kyne dan Nyonya Emma?"
__ADS_1
Deg?!!!! Hatinya terguncang, detak jantungnya berdebar kencang tak beraturan. Kini dirinya benar benar tidak bisa berbohong jika ingin selamat dari pasa psikopat itu.
"I--iya, benar. Maafkan saya!" Jawabnya dengan lantang. Tanpa disadari, ternyata kedua bola matanya telah berkaca kaca dan membendung air mata. Ingin rasanya mengeluarkan seluruh air matanya, namun itu hanya akan membuatnya malu di situasi seperti ini.
"Apa alasan anda melakukan hal itu? Bukankah sudah pasti ingin mengambil keuntungan?" Bill mengeluarkan pertanyaan yang kedua dari mulutnya.
"Tidak! Itu tidak mung--" Srettttttt..... rantai yang tengah diikatkan di tangan, kaki serta kepala Jiang itu langsung ditarik kencang. Lantas hal itu membuat Jiang kesulitan dalam bernafas.
"Hwe--ntwi--kwan!" Kata Jiang, berbicara saja membuatnya sulit.
"Jika anda berbohong, maka rantai ini akan menarik anda dengan kencang sampai hidup anda berakhir" Lontar Bill. Jiang pun mengangguk, lalu rantai itu dilonggarkan dengan perlahan.
"Hosh... hosh.... "
"Iya, saya memang akan mengambil keuntungan setelah mencelakai Tuan Kyne dan Nyonya Emma" Balasnya dengan pita suara yang sudah tidak karuan, terdengar serak akibat terus berteriak. Bill masih terdiam, ingin mendengar penjelasan lebih rinci dari pria itu.
**Flashback on**
Hari dimana saat Jiang tengah melakukan adegan panas dengan Maria di sebuah ruang ganti setelah tak sengaja bertemu dengan Bill dan Lusia. Begitu mengetahui bahwa wanita yang ada di sisi nya itu ternyata adalah adik tiri dari istri pemilik perusahaan MGK, ia pun memiliki niat untuk memeras uang keluarga Amedeo.
Meskipun sebelumnya Jiang memang mencintai Maria dengan tulus, tapi entah kenapa pikiran jahatnya itu mampu meluluhkan kisah cinta keduanya. Di hari sebelum terjadinya kecelakaan, Jiang telah membuat rencana. Apabila orang tua dari kekasihnya itu tiada, sudah pasti dirinya bisa menikah dengan gadis itu tanpa halangan. Dan setelah menikah dengan Maria, Jiang pasti akan memperoleh banyak uang setelah memeras nya. Ia sendiri juga sudah menyelidiki latar belakang Maria, bahwa ternyata Bill ada sosok pria yang selalu menghidupi adik tiri dari istrinya tanpa henti. Maka dari itu, Jiang akan menikahi Maria lalu memeras harta Bill melalui gadis polos itu.
**Flashback off
Bill tersenyum, ia kembali mendekatkan wajahnya pada pria itu. Bibirnya yang pucat dan wajahnya yang kotor membuat Bill jadi ingin membunuh pria itu secepatnya.
"Apa yang anda lakukan sampai membuat mobil itu melewati pembatas jalan dan terjun ke laut?" Bill melontarkan pertanyaan ketiga, semakin jauh pertanyaan yang diberikan olehnya membuat Jiang lebih ketakutan.
"Sa---saya..."
__ADS_1
**Flashback on
SRAK!!!! Wushhh.... wush....
"Astaga! Kenapa ini? Kyne! Perbuat sesuatu!!!!" Teriak Emma yang sudah tidak tahan menahan rasa takutnya.
"Sial, kenapa bisa gini?"
Sebelumnya Jiang telah mengabari pihak keluarga Maria bahwa anak kesayangan mereka sedang ada di tangannya. Jika Kyne tidak datang bersama istrinya menemui Jiang, maka putrinya akan berakhir di tangannya itu. Lalu Kyne memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat yang telah dijanjikan oleh Jiang bersama Emma. Mereka tidak diperbolehkan membawa polisi untuk pergi ke tempat itu. Dan pada akhirnya Jiang menjebak orang tua Maria di tempat tersebut. Ia mendorong mobil yang ditumpangi keduanya dengan mobil miliknya.
"Hai!!! Mana Maria?!!!" Teriak Emma sambil berbalik ke belakang menatap mobil yang tengah mendorong mobilnya.
"Jangan berharap!!! Kalian harus mati!!!" Teriak Jiang dari dalam mobilnya.
Lalu mobil yang ditumpangi oleh orang tua Maria akhirnya jatuh ke laut. Sebelum pergi, Jiang memastikan bahwa keduanya telah tiada. Ia juga telah menghilangkan bukti bahwa dirinya adalah pelaku dibalik semua kejadian ini.
**Flashback off
"Wahh... kejam juga, ya" Kata Bill dengan menunjukkan senyuman mengembangkan diwajahnya. Namun dibalik senyuman itu, ternyata Bill sudah mengepalkan kedua tangannya.
SRAK! SRAK! SRAK!!!!!!! Bill tanpa ampun menusuk Jiang dengan pisau di tangannya hingga pria itu mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
"Anda.... harus pergi ke neraka!" Ucap Bill dengan berteriak. Jiang yang sudah tidak berdaya lantas tak dapat berkata apa apa. Ia hanya bisa mengikuti takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan.
"Dia bakal mati di sini, karena pendarahan nya cukup serius" Timpal Leon.
"Dasar pembohong. Udah pasti dia yang bakal ke neraka, dia bilang jika aku jujur maka aku selamat. Tapi ternyata... itu cuman tipu daya yang diberikan ke aku. Sialan, masa aku bakal mati?"
Bersambung....
__ADS_1