[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 35


__ADS_3

Happy Reading~


Lusia memasuki ruangan kerjanya. Ia duduk di kursi dan melihat beberapa kertas yang tergeletak di atas meja. Namun kertas itu sudah tidak penting dan ia pun membuangnya ke dalam tempat sampah.


Kring!!! Sebuah panggilan masuk melalaui telepon perusahaan. Lusia segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo, selamat pagi Bu" Sapanya sembari membuka pembicaraan.


"Iya, kenapa?" Tanya Lusia tanpa basa basi.


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Bu Lusia. Ia mengaku kalau namanya adalah Nn. Joshlia dari perusahaan YN Group"


"Oke, ngga papa. Saya ngga lagi sibuk, suruh Nn. Joshlia ke ruangan saya aja"


"Baik,"


Tak lama setelahnya, seseorang mengetuk pintu ruang kerja Lusia, ia pun segera membukakan pintu tersebut.


"Halo, Nn. Lusia" Sapa seorang wanita yang mengaku bernama Joshlia.


"Ah, iya. Halo... selamat pagi. Silahkan masuk"


Mereka berdua pun duduk berhadapan. Lusia yang sebelumnya belum mengenal wanita ini bahkan belum pernah melihatnya jadi merasa sedikit aneh jika berhadapan langsung dengannya.


"Perkenalkan saya Joshlia dari perusahaan YN Group. Saya sudah mengenal Nn sejak pernikahan Nn dengan Tn muda" Papar Joshlia membuat Lusia menjadi curiga terhadapnya.


"Aiya.... saya Lusia"


"Jadi kedatangan saya ke sini, saya ingin mengajukan kerja sama perusahaan saya dengan perusahaan MGK. Karena perusahaan ini begitu maju, jadi saya menginginkan kerja sama" Joshlia memberitahu maksud kedatangannya pada Lusia.


"Beri saya waktu"


"Ah, baiklah..... "


"Sebaiknya aku selidiki latar belakang perusahaan YN Group dulu sebelum kerja sama. Lagipula aku juga ngga pernah denger nama perusahaan itu" Batin Lusia merasa heran dengan nama perusahaan yang baru saja ia dengar.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka membahas soal kerja sama perusahaan, Joshlia pun akhirnya berpamitan untuk kembali ke perusahaannya. Lusia juga belum menyetujui kerja sama antar perusahaannya dengan perusahaan YN Group yang belum ia ketahui latar belakangnya.


*****


Suasana malam dingin membuat Lusia enggan untuk keluar dari perusahaan. Ia lebih baik tidur di perusahaan daripada harus pulang ke rumah dengan cuaca dingin seperti ini. Lusia menuangkan serbuk kopi ke dalam gelasnya lalu ia menyeduh nya dengan air.


"YN Group, perusahaan apa sih sebenernya?" Gumamnya bertanya tanya. Ia benar benar masih terpikirkan dengan perusahaan yang baru ia dengar namanya.


Tok tok tok.... Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Lusia. Ia segera membukakan pintu tersebut dan ternyata Vien lah orang yang tengah mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Selamat malam Nyonya" Sahut Vien memberi salam.


"Malam juga"


"Kenapa?" Tanya Lusia bingung dengan kedatangan Vien.


"Sebaiknya Nyonya pulang bersama saya di cuaca yang seperti ini" Lontar Vien.


"Ah, iya deh"


"Hmmmm, Vien" Langkah kakinya terhenti dan kemudian menoleh ke arah Vien yang tengah memasuki mobil.


"Iya Nyonya?"


"Kamu tau perusahaan YN Group ngga?" Tanya Lusia dengan raut wajah bingung.


"Itu perusahaan yang baru di buka beberapa hari lalu Nyonya. Kemarin malam ada berita mengenai perusahaan itu. Tapi sepertinya Nyonya melewatkannya" Sindir Vien yang sontak membuat Lusia jadi malu. Ia pun kemudian menyuruh Vien agar secepatnya pulang.


Lusia merebahkan tubuhnya di ranjang ketika tiba di kamarnya. Ia mencari cari sebuah benda yang selalu ia bawa kemana mana setelah sadar jika benda itu tidak ada di genggamannya.


"Astaga, ponsel aku ketinggalan di mobil!" Seru Lusia yang baru menyadari jika ponselnya itu tertinggal di mobil. Namun sayangnya ketika Lusia berlari menuju halaman rumah, ia sudah tidak melihat kendaraan itu.


"Ngga papa deh, besok aku tanyain aja ke Vien" Pasrah nya.


Waktu menunjukkan pukul 22.13. Lusia yang belum tertidur itu mendengar seseorang tengah membuka pintu kamar sebelah yang artinya Bill baru saja pulang. Ia bangkit dari ranjangnya dan berlari menuju pintu.

__ADS_1


"Apa dia sesibuk itu?" Tanyanya dalam hati. Lusia hanya berani mengintip dari balik pintu kamarnya untuk melihat sosok Bill yang hendak masuk ke dalam kamar.


"Apa aku tanyain aja ke Bill ya soal perusahaan YN Group itu? Lagipula aku juga butuh pendapat dia buat kerja sama antar perusahaan. Tadi Vien cuman kasih tau kalo perusahaan YN Group itu perusahaan baru, dia ngga kasih tau detailnya" Lusia berkata pada dirinya sendiri sambil mematung di balik pintu itu.


Ia perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Bill. Tangannya begitu ragu untuk mengetuk pintu kamar Bill ketika tiba di depan ruangan kamar sang suami.


"Hmmm, sebaiknya jangan deh. Aku tanya aja sama Vien besok"


Suara kicauan burung terdengar bagai alunan musik. Lusia terbangun dari tidur lelapnya karena suara deringan alarm yang sengaja ia pasang pukul 06.00. Ia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.


Setelah selesai bersih bersih, ia pun berjalan menyusuri anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan. Di sana ia sama sekali tidak melihat sosok sang suami. Sebuah hidangan makanan yang dihidangkan mewah di atas meja itu dibiarkan dingin begitu saja.


Setelah cukup lama berada di ruang makan, ia baru melihat Bill yang tengah menuju ruangan tersebut. Karena dirinya yang susah selesai sarapan, ia pun pergi dari ruang makan menuju halaman rumah untuk menunggu kedatangan Vien.


Bill yang baru saja tiba di ruangan itupun dibuat kesal oleh Lusia. Sosok sang istri yang tidak ada hormat hormatnya sedikitpun pada sang suami.


Selang beberapa waktu, Vien pun datang dengan mobilnya. Begitu tiba di halaman rumah Amedeo, ia langsung beranjak keluar dari mobil dan membukakan pintu mobilnya untuk sang Nyonya. Ia juga tidak lupa memberikan sebuah ponsel milik Lusia yang sempat tertinggal di mobilnya kemarin malam.


"Ah, Nyonya. Ini ponsel Anda, saya baru saja melihatnya pagi ini... jadi saya baru sempat mengembalikannya pada Nyonya" Cetus Vien sembari memberikan ponsel tersebut pada Lusia.


"Iya. Kemarin aku kelupaan, waktu keinget, eh kamunya udah ngga ada" Ucapnya diiringi tawaan kecil.


Tidak menggunakan waktu lama, mereka pun tiba di perusahaan. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam 40 menit itu membuat Lusia kewalahan. Tidak biasanya jalanan pagi begitu padat, hal itu membuatnya terlambat untuk sampai ke perusahaan.


"Maaf Nyonya, kita jadi terlambat" Papar Vien merasa tidak enak karena jalanan yang sempat macet membuat mereka jadi terlambat hadir di perusahaan.


"Ngga papa, kok. Ini bukan salah kamu" Balasnya sambil tersenyum lebar ke arah Vien.


"Ah, Vien. Soal perusahaan YN Group.... kemarin orang yang ngaku namanya Joshlia dateng dan minta kerja sama. Tapi karena aku belum pernah denger nama perusahaan itu jadi aku butuh waktu buat tentuin apakah perusahaan YN Group sama MGK bakalan kerja sama apa ngga" Lusia memberitahu.


"Jadi nanti saya mau bahas soal kerja sama lagi sama Nn. Joshlia di cafe. Kamu bantu aku, ya"


"Baik Nyonya"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2