[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 62 [S2]


__ADS_3

Cuaca siang ini begitu mendung. Awan gelap tampak jelas berada di atas langit. Angin berhembus dingin melalui lubang udara. Suara guntur terdengar beberapa kali, ditambah dengan suasana sunyi di setiap ruangan.


Chika masuk ke dalam kamarnya. Seharian ini ia hanya berjalan kesana kemari karena tidak ada kegiatan yang akan dilakukan olehnya. Chika membuka layar ponsel, dan terlihat seseorang telah mengirimkan pesan padanya 3 menit lalu.


WeChat#


Suamiku : Chika, kamu udah makan? Jangan lupa makan siang ya.


Me : Iya....


Suamiku : Oh ya, nanti malem kita makan di restoran sekitar jam 20. Aku pulang langsung jemput kamu, jadi kamu harus siap siap sebelum jam 20 ya.


Me : Oke.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


"Mm.... aku mau ngapain dulu ya?" Ucapnya bertanya pada diri sendiri sembari menoleh ke arah jarum jam yang terpampang di tembok. Waktu yang menunjukkan pukul 12.44 membuatnya lemas. Ia bingung akan melakukan kegiatan apa di jam seperti ini yang biasanya ia hanya disibukkan oleh lembaran lembaran penting.


Drrrttt... belum lama meletakkan ponselnya, Chika mendapat sebuah panggilan telepon dari Ethan. Sudah lama saudaranya itu tidak menghubunginya apalagi menemuinya. Ia juga melupakan sesuatu, bukankah sudah seharusnya ia memberitahu Ethan soal kehamilannya di usianya yang masih begitu muda.


"Halo, Ethan?" Sapanya setelah mengangkat panggilan tersebut.


"Ehmmm, iya...halo" Balasnya.


"Kenapa? Apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Chika merasa penasaran alasan mengapa Ethan tiba tiba menghubungi nya.


"Denger denger, kamu hamil?" Ucapnya yang sontak membuat Chika terkejut. Dirinya tak habis pikir, kenapa Ethan bisa mengetahui soal kehamilannya. Bahkan ia sendiri baru memberitahukan hal ini pada Bill dan kedua orang tua dari Bill.


"Kamu tau darimana?"


"Berita?" Sontak Chika jadi syok, ia langsung mengecek kabar harian di instagram. Dan ternyata benar saja, banyak berita beredar soal kehamilan calon anak pertama nya.

__ADS_1


"Bener kan? Itu ngga bohong?" Tanya Ethan berusaha memastikan bahwa berita yang sudah banyak beredar bukanlah kabar burung.


"I--iya. Aku lupa mau kasih tau kamu. Eumm, tapi lebih tepatnya aku belum sempet sih, soalnya baru keluarga Bill doang yang tau" Jelasnya.


"Btw, kamu ada dimana sih? Kok berisik banget" Tanya Chika. Sebenarnya ia merasa tidak nyaman sejak tadi karena suara yang terlalu bising di tempat Ethan.


"Ah, ma.. maaf. Aku di kantin sekolah" Jawabnya cengar cengir. Chika baru teringat, kalau Ethan memang sudah seharusnya berada di sekolah saat jam jam sekarang.


Belum lama mereka berbincang, suara bel masuk berbunyi begitu nyaring sampai ke kantin sekolah. Akhirnya terpaksa mereka mengakhiri pembicaraan siang itu. Ethan segera bergegas menuju kelasnya yang tidak terlalu jauh dari kantin sekolahnya.


****


"Apa mungkin Bill yang udah bikin berita itu? Aduh, bikin malu aja. Udah pasti Bill kan pelakunya? Dia kan seorang CEO muda yang terkenal" Batinnya seraya memikirkan soal pelaku yang telah membuat berita terpanas hari ini.


Awan gelap sudah mulai terlihat. Angin bersiul kencang menerbangkan debu debu di jalanan kota. Beberapa orang memutuskan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan untuk sementara waktu hingga keadaan mulai membaik.


"Nyonya, apa anda berada di dalam?" Tanya seorang pelayan sembari mengetuk pintu kamar Chika. Chika yang sedang menatap wajahnya di cermin lantas beranjak mendekati pintu kamar dan membuka kan pintu tersebut untuk seorang pelayan.


"Selamat malam Nyonya," Sapa pelayan itu dengan membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat. Chika pun membalasnya demikian.


"Tuan Leon ingin bertemu dengan Nyonya di ruang tamu" Cakap nya.


"Oiya, sebentar lagi saya ke sana" Pelayan itupun lantas pergi dari hadapan Lusia untuk melanjutkan pekerjaannya.


****


"Kenapa Leon?" Tanya Chika setelah tiba di ruang tamu dan berhadapan dengan asisten pribadi suaminya itu.


"Malam Nyonya," Sapanya dengan menunjukkan senyuman mengembang di wajahnya. Chika sendiri merasa malu tidak menyapanya terlebih dahulu meskipun dirinya adalah seorang Nyonya di rumah ini.


"I--iya. Malam juga"

__ADS_1


"Ini, ada titipan dari Tuan Bill. Saya diperintah untuk memberikannya pada Nyonya. Nyonya bisa memakainya di acara makan malam nanti" Papar nya sembari memberikan sebuah tas berbahan kertas berisi sebuah dress pada Chika.


"Oh, oke" Chika pun menerimanya.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Waktu menunjukkan pukul 20.00 tepat. Sebuah mobil berwarna hitam mengkilap berhenti di halaman rumah Amedeo. Lalu seseorang dengan jas hitam keluar dari dalam mobil. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


"Selamat malam, istriku" Ucapnya sembari mengulurkan tangan pada Chika. Inilah pertama kalinya memanggil Lusia dengan kata kata 'istriku '


Mereka masuk ke dalam mobil. Setelahnya Bill melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak berselang lama, keduanya pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Seperti biasa, Bill memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di tempat parkir yang telah disediakan.


Banyak sepasang mata menatap mereka lantaran warna pakaian serta warna mobil yang sama membuat keduanya terlihat begitu serasi. Beberapa dari mereka mengetahui alasan kedatangan sepasang suami istri itu di tempat ini setelah membaca kabar terpanas soal kehamilan istri dari CEO muda yang terkenal.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Bill dengan menunjukkan sebuah buku menu di tangannya. Chika tersenyum, ia memberi sebuah kode apa yang ingin di pesannya. Apalagi kalau bukan serba coklat?


"Oke," Bill yang mengetahui maksud dari Chika pun langsung memesan semua menu makanan yang terdapat coklat di dalamnya. Ia sendiri memesan menu makanan yang sama dengan sang istri.


Cukup lama menunggu, pesanan yang mereka pesan pun akhirnya dihidangkan tepat di atas meja besar. Chika ternganga, tidak percaya melihat begitu banyak makanan serba coklat di atas meja.


"Sebanyak ini?" Tanyanya. Matanya menatap wajah sang suami dengan penuh rasa terkejut. Bill sendiri hanya tersenyum lalu mencubit pipi Chika.


"Aish, dasar" Lontar nya merasa jengkel.


Saat suapan pertama, Bill memberikan sepotong kue terhadap Chika. Ia menikmati setiap potongan roti yang rasanya begitu enak. Minumannya juga tidak kalah enaknya, rasa coklat yang manis menjadikannya seperti sedang berenang di kolam coklat yang luas.


"Ah, aku mau tanya" Ucapnya tiba tiba. Bill pun mengangguk dan mempersilahkan Chika untuk bertanya.


"Kamu yang bikin berita soal kehamilan aku, ya? Apa kamu tau, itu jadi berita terpanas hari ini. Aku harap ngga sampe 1 minggu" Setelah mendengar pertanyaan dari Chika, sontak ia langsung terkejut dan tidak sengaja menyemburkan makanan yang berada di dalam mulutnya. Untung saja makanan itu tidak tersembur ke arah Chika.


"Bukan, aku aja ngga tau" Decak Bill.

__ADS_1


"Lalu, siapa?"


Bersambung....


__ADS_2