[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 40


__ADS_3

Happy Reading~


Suasana hening menyelimuti kediaman Amedeo, Lusia memarkirkan mobilnya di sebuah garasi yang sangat luas. Begitu memarkirkan mobilnya, Lusia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Pertama ia menaruh tas kecil yang biasa ia bawa di meja ruang tamu. Ia kemudian duduk di sofa tersebut dengan tubuh terlentang.


Tak lama setelah itu, terdengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah. Tak lain lagi mobil itu adalah milik sang suami. Lusia yang terkejut lantaran Bill yang tiba tiba datang itu sontak langsung berdiri. Ia lalu duduk kembali namun dengan cara duduk yang sopan.


"Ngapain di situ?" Tanya Bill ketika memasuki ruangan tamu. Ia heran lantaran Lusia duduk terdiam tanpa melakukan kegiatan apapun di tempat itu.


"Itu apa?" Tanyanya lagi sembari menujuk sebuah kotak berisi kue cookies didalamnya.


"Itu kue cookies, mau coba?" Tawar Lusia. Bill pun mendekati Lusia yang sedang duduk di sofa dan ia duduk disebelahnya. Lusia kemudian membuka kotak tersebut dan melihat sebuah kue cookies. Aromanya begitu wangi jauh dari perkiraan.


"Kuwa--mu, bew-li dimua-na" Ucapnya terbata bata dengan mulut yang dipenuhi oleh kue cookies.


"Aku beli di toko kecil pinggir jalan, sebelumnya aku sama sekali ngga pernah liat toko itu. Kalo ngga salah sih, itu toko baru. Enak, ya?" Jelasnya yang kemudian bertanya. Bill pun mengangguk tanda jawaban. Karena merasa belum puas hanya memakan satu buah saja, ia pun langsung mengambil satu kotak lantaran rasanya yang begitu enak.


"E--eh? Aku belum makan" Batinnya merasa kecewa setelah Bill beranjak pergi meninggalkan ruang tamu itu dengan sebuah kotak berisi kue cookies di tangannya. Ia mengambil semuanya tanpa menyisakan satupun untuk Lusia. Bahkan Lusia sendiri belum sempat memakan kue tersebut.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Beberapa hari kemudian, suasana kota yang begitu indah dengan daun daun yang berjatuhan dari ranting nya. Bisa disebut sebagai musim gugur, musim itulah yang paling Lusia sukai dari musim musim lainnya. Ia juga sudah lama menanti kedatangan musim gugur yang sudah sekian lama tidak kunjung datang.

__ADS_1


Lusia duduk di ranjang kamarnya, memikirkan ingin mengambil cuti perusahaan, ia berniat akan mengunjungi sebuah taman yang pasti tidak kalah indahnya dengan musim gugur. Setiap kali musim gugur tiba, taman itulah yang paling indah dipandang. Apalagi melihatnya secara langsung.


"Mmmm..... aku bawa apa aja ya buat besok?" Batinnya bertanya seraya mengambil sebuah ponsel dari meja. Ia mencari beberapa informasi di google mengenai piknik musim gugur.


Cek lek.... sebuah pintu yang tiba tiba terbuka membuatnya terkejut setengah mati. Ternyata Bill lah orang yang tengah membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Lusia yang sedang menelusuri informasi mengenai piknik musim gugur lantas langsung mematikan ponselnya.


"Ayo makan malam," Ajaknya seraya menarik tangan Lusia. Seketika wajahnya langsung memerah dan detak jantungnya berdetak kencang seakan hampir copot.


Mereka berdua menuruni anak tangga bersama sama dengan suasana dingin. Tidak ada yang berbicara diantara mereka, hanya sebuah tatapan yang beberapa kali Lusia lakukan.


Setibanya di ruang makan, ia melihat sebuah hidangan makanan yang tidak biasanya dihidangkan. Sebuah meja besar yang dipenuhi dengan kue coklat membuatnya begitu ingin segera menghabiskan semua kue itu. Lantas dirinya langsung duduk tanpa menghiraukan sang suami.


"Se--serius?" Tanyanya memastikan. Kemudian dijawab dengan anggukan oleh Bill. Sebenarnya lumayan aneh juga jika ia memakan makanan penutup saat makan malam. Tapi itu juga tidak masalah baginya, karena yang terpenting ia bisa memakan kue itu sepuasnya.


Selang beberapa waktu, meja yang sebelumnya dipenuhi dengan kue itupun lantas terlihat bersih. Tidak ada satupun yang tersisa, bahkan kue coklat tersebut hanya dimakan oleh Lusia seorang.


"Hehe..." Tawanya dengan menatap ke arah Bill yang sedari tadi hanya memandangnya menghabiskan semua kue itu.


"Oh ya, besok aku mau ambil cuti perusahaan. Boleh, kan?" Tanyanya memastikan agar dirinya tidak melakukan kesalahan.


"Kenapa?" Bukannya menjawab, Bill malah bertanya pada Lusia.

__ADS_1


"Aku mau pergi, lagian udah lama juga ngga jalan jalan" Paparnya dengan diiringi senyuman disertai dengan memasang wajah iba agar Bill mengijinkannya untuk cuti perusahaan.


"Oke, ngga masalah" Balasnya yang kemudian langsung beranjak pergi meninggalkan ruang makan tersebut.


"Yes! Yes!" Lusia pun melompat lompat kegirangan setelah Bill meninggalkan nya, namun tingkahnya itu ternyata dilihat oleh dua orang pelayan.


"Aduh, bikin malu aja" Batinnya yang kemudian duduk kembali ke kursinya.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Semburat mentari pagi menyinari ruangan kamar Lusia. Hordeng yang telah terbuka membuat pancaran sinar itu menyilaukan mata Lusia yang tengah tertidur lelap di ranjangnya. Kring!!! Suara alarm berbunyi dan membangunkan tidurnya. Ia perlahan membuka kedua bola matanya yang sebenarnya berat untuk terbuka. Lusia mematikan alarm yang masih berbunyi itu dan kemudian langsung beranjak turun dari ranjang menuju ruang kamar mandi.


Setelah cukup lama membersihkan tubuhnya, ia pun memilih pakaian yang menurutnya cocok untuk pergi piknik ke taman. Sudah lama sekali sekitar 4 tahun yang lalu saat ia pergi ke tempat itu, ia yang hanya seorang diri ketika langit sore menjelang malam, tidak ada orang yang mau menemaninya.


"Wuhhh...." Hembus nya menarik nafas panjang ketika dirinya tengah terduduk di kursi mobil. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak lupa juga ia memakai sabuk pengaman.


"Pasti seru" Ucapnya dengan raut wajah yang begitu riang. Semalam ia juga sudah menyempatkan waktu untuk menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa. Sebenarnya tidak banyak, hanya satu atau dua barang saja yang dibawanya. Pagi ini juga ia sempat memasak beberapa makanan yang sudah ia pikirkan sejak semalam.


"Aku belum ijin ke Bill kalo aku mau ke taman, ngga papa kali ya..." Batinnya.


Ckittt____ ia menghentikan mobilnya saat lampu menunjukkan warna merah. Ia sempat membuka ponsel dan berniat akan menghubungi Bill, namun karena lampu nya yang cepat sekali berubah membuatnya tidak jadi menghubungi Bill. Ia melajukan mobilnya kembali dan kini menggunakan kecepatan yang cukup tinggi karena tidak ingin ketinggalan acara. Sebenarnya alasan kenapa ia ingin berkunjung piknik ke taman tersebut juga karena ada acara yang belum diketahui oleh orang orang. Sebuah acara misterius yang akan ditampilkan di tengah musim gugur tahun ini. Pasti sangat seru, bukan?

__ADS_1


__ADS_2