![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Suara langkah kaki yang mendekati ruangan itu terdengar jelas di telinga Lusia. Lusia menatap ke arah pintu dan tak lama setelahnya tampak seorang pria datang bersama asistennya yang tak lain lagi adalah Bill bersama dengan Leon. Lusia memalingkan pandangannya dari Bill, ia menatap pemandangan malam indah dari jendela ruangan rumah sakit.
"Huh, payah" Lontar Bill sembari mendekati Lusia yang tengah terbaring lemah di ranjangnya. Sontak kata kata itu membuat Lusia merasa sedikit jengkel.
"Kenapa bisa gini?" Tanya Bill setelah tiba di sebelah ranjangnya. Lusia menatap Bill, ia hanya terdiam tidak bisa berkata apa apa. Apalagi dia mengalami sebuah kecelakaan di jalan itu karena syok setelah melihat Nara di acara pesta.
"Jawab!" Bentak Bill. Lusia pun menjadi kaget dan ketakutan.
"A--aku," Ucap Lusia terbata bata.
"Leon, kamu keluar" Seloroh Bill pada Leon, ia tidak ingin masalahnya dengan Lusia di tonton oleh asisten pribadinya sendiri. Leon pun membungkukkan badannya dan kemudian beranjak keluar dari ruangan.
"Kamu bisa ngomong, kan?" Cetus Bill merasa geram karena Lusia tidak juga menjawab pertanyaannya.
"Aku syok" Jawabnya singkat membuat Bill bertanya tanya dalam benaknya.
"Syok? Kenapa?"
"Aku liat Nara di acara pesta, dia jalan berdampingan sama Joshlia"
"Terus? Cuman gara gara liat Nara.... kamu syok? Dan akhirnya kamu kecelakaan?"
"Plis, jangan banyak tanya. Aku mau istirahat" Sergah Lusia yang kemudian langsung membungkus dirinya dengan selimut.
"Sial! Nara, ya.... sesadis apa sih Nara sampe bikin Lusia kaya gini?" Batin Bill dengan raut wajah penuh emosi.
__ADS_1
◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈◡̈
Beberapa hari telah berlalu, Lusia melalui masa lemahnya di rumah sakit dan akhirnya tiba saatnya dia untuk pulang. Bill menjemput Lusia menggunakan mobil pribadinya sendiri. Tidak menggunakan waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Beberapa pelayan yang melihat sang Nyonya kembali pulang pun menyambut kedatangannya setelah 3 hari berada di rumah sakit.
"Selamat datang kembali, Nyonya" Ucap salah seorang pelayan dengan menunjukkan sebuah senyuman manis diwajahnya, begitu juga dengan Lusia yang membalasnya dengan senyuman yang sama. Mereka menaiki anak tangga untuk tiba di kamar. Setelah Lusia berbaring di ranjangnya, Bill menyuruh seorang pelayan agar membuatkan teh untuk Lusia.
Semburat mentari pagi menyambut hari baru, dimana hari ini Lusia sudah akan mulai bekerja. Ia tidak khawatir jika tiba tiba dirinya merasa lemah, karena kebetulan ia di rawat inap di sebuah rumah sakit yang berhadapan langsung dengan perusahaan MGK. Jadi jika ia merasa lemah, Lusia bisa langsung menuju rumah sakit tersebut.
Di hari pertamanya setelah 4 hari tidak kunjung hadir di perusahaan, ia diantar oleh Vien dengan mobil barunya. Karena sebelumnya Lusia sempat merusak mobil yang dipinjamkan oleh Bill kepada Vien. Mereka menaiki lift bersama sama, beberapa karyawan yang bertemu dengan Lusia itu merasa senang atas kembalinya sang pemilik perusahaan.
"Fiuhhhhh" Lusia menarik nafas panjang menghirup udara sejuk di dalam sebuah ruangan ketika ia tiba di ruang kerjanya. Rasanya sudah lama sekali dirinya tidak menginjakkan kakinya di lantai ruangan ini.
"Jika ada masalah, Nyonya langsung telepon saya saja. Saya akan langsung membantu Nyonya" Papar Vien, ia khawatir jika sesuatu tertimpa pada Lusia.
"Oke," Balasnya dengan santai.
"Iya Nyonya?" Tanya Vien sembari memutar tubuhnya menghadap ke arah Lusia.
"Ah, lupain. Ngga jadi" Vien pun langsung keluar setelahnya.
Waktu menunjukkan pukul 15.15. Suasana sore itu begitu indah jika dilihat dari atap. Namun karena Lusia yang masih sibuk dengan pekerjaannya membuatnya tidak bisa menyaksikan langit sore tersebut. Ia membuka lembaran demi lembaran dokumen yang harus di isi.
Tak!! Lusia tak sengaja menjatuhkan pulpennya itu ke lantai. Dengan cepat dirinya mengambil sebuah pulpen yang baru saja terjatuh. Tapi entah kenapa pulpennya tidak mampu ia temukan. Untuk mempersingkat waktu, Lusia pun mengambil pulpen baru dari rak nya. Ia sempat menatap ke arah jendela saat hendak mengambil pulpen tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok pria tengah memandangnya dari gedung seberang sana.
"Ethan....." Ucapnya lirih. Sosok pria yang sedang menatapnya adalah Ethan. Terlihat dari jendela perusahaan jika Ethan tengah terduduk di ranjang ruangan rumah sakit.
"Dia sakit?" Tanya Lusia pada dirinya sendiri. Ia pun segera memalingkan pandangannya dari Ethan. Lusia merasa risih karena Ethan terus memandangnya dari gedung seberang.
__ADS_1
2 jam telah berlalu. Lusia yang telah selesai dengan seluruh pekerjaannya pun berjalan menyusuri anak tangga menuju basement. Setibanya di basement, ia melihat Vien yang tengah berdiri di sebelah mobil menanti kedatangannya.
"Vien," Sapa Lusia setelah tiba di hadapan Vien. Vien yang sedang disibukkan dengan ponselnya itu lantas terkejut saat mendengar suara sang Nyonya.
"I--iya Nyonya, mari masuk" Ucapnya sembari membukakan pintu mobil bagian belakang. Kemudian disusul dengan dirinya yang juga masuk kedalam mobil.
"Aku jadi kepikiran sama Ethan, dia sakit apa ya? Kenapa keliatannya parah..... apa dia udah lama sakit?" Berbagai pertanyaan terus melintas dibenak Lusia. Entah kenapa hatinya merasa sedih melihat Ethan berada di rumah sakit.
Vien mengeluarkan mobilnya dari basement. Tampak seorang pria sedang duduk didepan perusahaan Lusia. Lusia yang mengenalnya sontak terkejut dan berusaha untuk tidak menatap pria itu yang ternyata adalah Ethan. Ethan yang terlihat begitu lemah dengan penampilannya seperti orang sakit, ia menghalangi jalan dan menghentikan mobil yang tengah ditumpangi oleh Lusia berama Vien.
Brak! Karena Ethan yang tiba tiba muncul membuat Vien jadi rem mendadak. Ia mengetuk ngetuk kaca mobil Lusia. Ternyata Ethan sudah mengincarnya dari tadi.
"Lusia, aku mau bicara sama kamu" Ucap Ethan dari luar sana. Lusia tak menghiraukan ucapannya, ia menyuruh Vien untuk tetap menjalankan mobilnya meskipun Ethan menghalangi.
Srakkk.... Mobil itu kembali terhenti saat Ethan berdiri di depan mobil. Lusia pun terpaksa turun dan menghampiri Ethan yang tengah menantinya.
"Mau bicara soal apa?" Tanya Lusia tanpa basa basi.
"Aku mau kita ngomong berdua," Pintanya dengan tangan seperti orang memohon.
"Aku sibuk"
"Lus, kali ini aja...." Ethan meraih tangan Lusia yang hendak kembali masuk kedalam mobil.
"Jaga sikap kamu, aku udah bersuami!" Jengkel nya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ethan. Vien yang melihatnya itu tidak tinggal diam, ia keluar dari mobil dan menegaskan terhadap Ethan.
"Jika anda mengganggu Nyonya, maka anda tidak akan selamat" Sontak kata kata itu membuat Ethan tidak bisa melakukan apa apa. Ia pun terpaksa melepaskan tangan Lusia dan membiarkan Lusia pergi dengan mobilnya meninggalkan sosok Ethan sendirian.
__ADS_1
Bersambung....