[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 33


__ADS_3

Happy Reading~


Beberapa hari kemudian, Lusia masih saja penasaran dengan sosok Calvin yang sebenarnya. Ia sudah sempat menanyakan hal itu pada salah seorang pelayan senior di rumahnya, namun pelayan itu juga tidak tau siapa Calvin.


Lusia meminum secangkir teh yang dihidangkan oleh pelayan di rumah. Hari ini ia sengaja tidak hadir ke perusahaan pagi hari karena ia akan datang siang hari. Lagipula sebagian tugasnya juga sudah ia berikan pada Vien. Lusia berharap semuanya akan baik baik saja saat ia sedang tidak berada di perusahaan.


Drrttt.... Ponselnya berdering, padahal ia sedang menikmati secangkir teh dari Thailand pagi ini. Tapi ada saja yang selalu mengganggunya. Lusia segera mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari Kyne, Ayahnya sendiri yang selama ini tidak pernah ia temui.


Dengan perasaan kesal, ia pun membuka pembicaraan, "Halo, ada apa?"


"Sayang, kamu lagi sibuk ngga?" Tanyanya seakan ada sesuatu yang ia inginkan.


"Aku lagi sibuk, maaf jangan telfon aku lagi" Ucap Lusia yang kemudian langsung mengakhiri panggilan tersebut. Ia benar benar merasa muak pada sang Ayah karena hanya ada jika dirinya membutuhkan Lusia saja. Dan akan meninggalkan saat sedang bahagia dengan hartanya.


Setelah matahari mulai tampak di atas bayang bayang, Lusia pun segera bersiap siap untuk menuju ke perusahaan. Ia menghabiskan waktu sekitar 40 menit dan akhirnya tiba di basement.


"Selamat pagi, Bu Lusia...." Sapa para karyawan pada Lusia. Lusia yang terlihat gugup itu hanya membalasnya dengan senyuman yang terlihat mengembang di wajahnya.


"Siang, Vien" Sapa Lusia ketika telah tiba di dalam ruang kerjanya.


"Ah, siang juga Nyonya" Vien yang terlihat begitu fokus membuatnya tidak sadar bahwa Lusia telah ada di sana.


"Gimana? Udah selesai?" Tanyanya sambil melihat beberapa dokumen yang berserakan di sebuah meja kerja.


"Sebentar lagi selesai"


"Oh, kalo gitu biar saya aja yang selesai in. Kamu boleh balik ke ruangan kamu dan selesai in tugas kamu" Papar Lusia. Vien pun mengangguk tanda jawaban dan kemudian ia berpamitan untuk kembali ke ruang kerjanya sendiri.


Belum lama Lusia mulai mengerjakan dokumen tersebut, telepon perusahaan tiba tiba berbunyi dan membuatnya sedikit jengkel.

__ADS_1


"Selamat siang Bu" Sapa wanita itu sembari membuka pembicaraan. Ia adalah pekerja yang bertugas menjaga bagian bawah perusahaan melalui telepon. Jika ada seseorang yang mencari Lusia atau ada yang ingin disampaikan, maka ia yang akan memberitahu Lusia melalui telepon perusahaan.


"Iya, kenapa?" Tanya Lusia.


"Ada undangan untuk Bu Lusia dari perusahaan X. Saya akan ke ruangan anda untuk mengantarkan undangan ini, apa Bu Lusia sedang sibuk?"


"Sibuk sih iya, tapi ngga papa kamu anter aja ke ruangan saya"


"Baik Bu"


Selang beberapa waktu, seseorang mengetuk pintu ruangan Lusia. "Masuk," Seloroh Lusia. Wanita itupun masuk dan memberikan sebuah undangan pada Lusia. Setelahnya wanita itu langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan untuk melanjutkan tugasnya.


"Hmmmm, nanti malem ya? Oke deh" Gumamnya setelah membaca isi surat undangan.


*****


Selamat siang, Tuan Bill Amedeo yang terhormat. Maaf telah mengganggu waktu kerja anda. Saya asisten dari perusahaan X ingin mengundang Tuan dalam acara :


ACARA : PESTA


LOKASI : HOTEL X


WAKTU : PUKUL 22.00


Saya sangat berterima kasih apabila anda hadir dalam acara pesta ini. Maaf tidak bisa memberikan undangan secara langsung pada anda, karena saya khawatir anda berada di perusahaan lain milik anda. Karena anda adalah seorang CEO yang berhasil sukses di usia anda yang masih muda dan mampu mendirikan banyak perusahaan. Terima kasih~


"Belakangan ini sering ada acara pesta. Kalo aku ngga dateng, pasti mereka mikirnya aneh aneh!" Gumamnya.


"Anda kenapa, Tuan?" Tanya Leon merasa heran karena melihat Tuannya yang sedari tadi hanya terdiam sambil menatap ponselnya.

__ADS_1


"Ngga papa"


"Kamu selesai in tugas aku buat nanti malem" Ucap Bill yang sontak membuat Leon terkejut. Ia khawatir tidak bisa menyelesaikan semua tugas Bill karena banyak sekali dokumen yang harus ia kerjakan. Tapi tidak mungkin juga jika ia menolaknya begitu saja.


Suara hening menyelimuti kediaman Amedeo. Bill dan Lusia disibukkan dengan urusan mereka masing masing. Makanan yang sudah dihidangkan di meja makan dibiarkan sampai dingin begitu saja.


Lusia keluar dari ruang kamarnya dan mendapati sosok Bill yang tengah menyusuri anak tangga. Pakaiannya yang sudah begitu rapih dengan sebuah jas hitam membuatnya terlihat begitu tampan. Begitu juga dengan Lusia yang sudah siap datang ke acara pesta, penampilannya sungguh begitu elegan ketika mengenakan sebuah dress pendek berwarna hitam.


Lusia berlari menghampiri Bill yang tengah berjalan di tangga. Ia sengaja menoleh ke arah Bill dengan tatapan sinis tanpa menunjukkan senyuman manis. Bill yang sedang fokus dengan ponselnya lantas ikut menoleh ke arah Lusia yang sedari tadi menatapnya.


"Mau kemana?" Tanya Bill dengan raut wajah dingin. Karena selama ini mereka masih berperang dingin setelah kejadian yang membuat Lusia marah hari itu.


"Aku mau ke pesta, kamu sendiri?" Lusia bertanya balik karena ia juga begitu heran dengan penampilan Bill. Kemudian Bill dengan jelas menunjukkan sebuah pesan SMS yang berada di E-MAIL nya. Sebuah undangan yang terkirim tadi siang.


Sontak setelah melihat pesan itu, Lusia baru tersadar kalau ternyata mereka akan menghadiri di acara pesta yang sama. Lusia juga menunjukkan sebuah undangan yang tadi siang ia terima.


"Sial! Padahal udah jelas kita lagi berantem. Kenapa juga ada undangan pesta?" Kesal Bill dalam hatinya. Dengan berat hati, Bill pun menyarankan agar mereka terlihat baik baik saja di depan publik. Seakan mereka adalah pasangan serasi.


"Oke, buat malem ini aja. Kita baikan" Lontar Lusia sambil memalingkan pandangannya dari Bill.


Akhirnya mereka berdua pun datang ke acara pesta tersebut dengan menggunakan satu mobil. Tidak menggunakan waktu lama mereka akhirnya tiba di sebuah hotel besar dimana di sana sedang diadakan sebuah pesta besar. Keduanya melangkahkan kaki secara bersamaan ketika memasuki hotel tersebut. Begitu terkejutnya Lusia ketika melihat setiap sudut ruangan hotel yang dipenuhi lampu mewah.


"Jaga pandangan kamu" Ucap Bill dengan suara lirih. Dia tidak ingin membuat malu nama baiknya akibat tingkah Lusia yang kampungan.


"Hmmm," Balasnya kesal dengan berdehem.


"Selamat datang Tuan Bill," Sapa seorang wanita kepada Bill. Namanya adalah Layla, seorang pemilik perusahaan X. Bill pun hanya menanggapinya dengan senyuman dingin karena ia tidak mau terlihat dekat dengan wanita lain didepan publik.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2