[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 77 [S2]


__ADS_3

Happy Reading~


Sebuah pesawat telah melandas. Lusia merasa hatinya begitu tenang setelah pergi meninggalkan kota itu. Rasanya semua beban yang ada dalam pikirannya hilang seketika. Namun masalahnya, mereka pergi berlibur ke Jepang tanpa memberitahu orang tua dari Bill.


Begitu waktu menunjukkan pukul 13.22. Semua penumpang sudah tampak tertidur. Tetapi berbeda dengan sepasang suami istri itu yang masih terus membuka mata mereka, menatap suasana kota dari langit.


"Aku mau ke toilet dulu, kamu di sini aja ya" Ucap Bill memberi tahu. Kemudian Lusia pun hanya mengangguk sebagai tanda jawaban.


Bill berjalan menuju toilet yang tak begitu jauh dari tempat mereka duduk sebelumnya. Ia diam diam membuka layar ponsel dan mencoba untuk menghubungi asisten pribadinya.


"Halo, selamat siang Tuan" Sapa Leon setelah mengangkat panggilan dari sang Tuan.


"Iya siang. Pekerjaannya gimana? Beres, kan?" Tanya Bill merasa sedikit khawatir. Sebenarnya jadwal kerjanya belakangan ini cukup padat, namun demi sang istri dia rela meninggalkan pekerjaannya itu.


"Beres Tuan...." Balas nya singkat. Kemudian Bill pun mengakhiri panggilan setelah mendengar bahwa pekerjaannya telah beres.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Waktu menunjukkan pukul 15.22. Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi telah tiba di bandara. Bill dan Lusia turun dari pesawat, setelah sekian lama berada di atas awan akhirnya mereka pun bisa menghirup udara segara sore hari di Nagoya, Jepang.


Sebelum memesan taxi, Bill memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Mereka menuju sebuah cafe yang terletak di bandara tersebut. Ternyata di Jepang sedang mengalami musim gugur. Sungguh tepat mereka pergi ke negara itu.


Beberapa menit kemudian, setelah selesai beristirahat, Bill memesan sebuah taxi. Tak lama setelahnya taxi yang di pesannya akhirnya tiba di hadapan mereka. Keduanya masuk ke dalam taxi dan terlihat sopir taxi itu yang sudah siap mengemudi.


"Tujuannya kemana?" Tanya sopir taxi itu dengan menggunakan bahasa Jepang. Disini Author tetap menggunakan bahasa Indonesia agar pembaca bisa memahaminya ya....

__ADS_1


"Ke hotel X"


Tidak menggunakan waktu lama, keduanya pun akhirnya tiba di sebuah hotel besar di Nagoya. Bill membayar sopir taxi itu dengan uang cash, karena sebelumnya dia sudah sempat menukar mata uang Indonesia menjadi mata uang Jepang.


"Apakah kalian dari negara lain?" Tanya si penjaga hotel begitu melihat mereka. Bill hanya tersenyum seraya mengangguk.


Setelah memesan sebuah kamar, akhirnya mereka bisa beristirahat dengan nyaman di sebuah ranjang yang begitu empuk. Lusia langsung terlelap begitu berbaring di ranjang, tetapi berbeda dengan Bill yang masih sibuk untuk membereskan barang bawaan mereka.


Hari telah berganti hari, suasana pagi di Jepang terasa begitu berbeda. Lusia terbangun setelah mendengar sebuah alarm ponselnya berdering. Ia bangkit dari ranjang menuju ruang kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat perjalanan kemarin. Begitu selesai membersihkan tubuhnya, dia langsung membangunkan sang suami yang masih terlelap.


"Bill, ayo bangun!" Teriak Lusia seraya menggoyangkan tubuh Bill. Pria itu lantas membuka kedua bola matanya, namun terlihat mata yang memerah akibat terlalu lelah.


"Aiya, aku udah bangun" Cakap nya. Ia pun bangkit dari ranjang dengan tubuh lemas. Tetapi demi wanita di hadapannya itu, ia akan melakukan apapun asalkan Lusia bisa melupakan sosok Maria.


Waktu telah menunjukkan pukul 07.22 WJ. Keduanya turun menuju lantai bawah untuk sarapan pagi. Mereka memesan sebuah makanan yang bahkan sebelumnya belum pernah mereka coba.


"Aku kue aja deh" Kata Lusia setelah melihat sebuah menu makanan yang sepertinya tidak ia sukai.


"Oke, mau minum apa?"


"Apa aja... "


Tidak menggunakan waktu lama, sebuah makanan pun akhirnya di hidangkan. Lusia merasakan sensasi rasa yang berbeda setelah memakan sepotong kue itu. Rasanya lebih enak dari berbagai kue yang sebelumnya pernah ia coba.


Begitu selesai sarapan, keduanya memutuskan untuk pergi berkeliling kota Nagoya. Mereka memesan taxi untuk pergi menuju sebuah taman sakura. Sudah pasti sangat indah, karena Jepang memiliki pohon sakura yang nyata. Begitu taxi itu tiba, mereka langsung menuju tempat tujuan. Sekitar 30 menit lamanya berada diperjalanan, mereka pun akhirnya tiba di sebuah taman sakura. Warna bunga yang indah, ditambah dengan musim gugur yang sedang terjadi di Jepang.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu di taman itu selama seharian sampai lupa waktu. Bahkan yang mereka lakukan di sana hanyalah memandang taman dan taman. Hanya sesekali mereka makan karena terus asyik memandang pepohonan di sana.


Begitu langit mulai terlihat gelap, Bill akhirnya mengajak Lusia untuk pulang. Dan Lusia pun menyetujuinya. Tetapi sebelum kembali ke hotel, mereka mengunjungi sebuah restoran barbeque yang terletak di pinggiran jalan. Lusia begitu menikmati daging dengan rasa barbeque itu. Karena sebelumnya dia belum pernah mencoba masakan daging barbeque ala Jepang atau yang dibuat di Jepang.


"Mau satu lagi!" Pinta Lusia dengan bersemangat. Bill pun tersenyum dan memesan daging barbeque itu lagi sebanyak 5 biji.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Tidak terasa, ternyata mereka sudah berada di negara itu selama dua minggu. Keduanya memutuskan untuk kembali ke negara asal karena pekerjaan Bill sudah banyak diserahkan ke orang lain. Hal itu membuat sang istri merasa khawatir. Sebelum menuju bandara, Lusia memutuskan untuk membeli makanan khas Jepang untuk diberikan kepada orang tua Bill sebagai oleh oleh. Tidak hanya makanan, ia juga membeli barang barang yang tidak ada di negara mereka.


Pesawat meluncur pada pukul 12.13 WJ. Di udara yang begitu panas keduanya berada di atas awan . Untung saja di dalam pesawat itu terdapat sebuah AC yang mampu mendinginkan ruangan. Selama beberapa jam berada di pesawat, akhirnya pesawat pun mendarat di bandara. Bill langsung menelepon asisten pribadinya untuk menjemput mereka.


Dan tidak lama setelahnya sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka. Leon membukakan dua buah pintu mobil bagian depan dan belakang untuk sang Tuan dan Nyonya. Begitu keduanya masuk ke dalam mobil, ia langsung menancapkan gas dan mobil melaju menuju kediaman Amedeo.


"Bagaimana liburannya? Apakah menyenangkan?" Tanya Leon seraya tersenyum melihat keduanya dari cermin mobil bagian depan.


"Iya, begitulah...." Jawab Lusia sambil tersenyum melihat pemandangan malam di jalan menuju rumahnya itu.


"Makasih Bill, berkat kamu aku jadi membaik. Yah, meskipun masih sedikit kepikiran sama Maria, tapi ngga papa" Ujar Lusia dengan menatap pria yang duduk di depannya. Bill pun menoleh dan tersenyum, dia mengelus lembut kepala sang istri.


Bersambung.....


•Halo para kakak kakak semua, mohon dukungannya untuk karya ini ya agar Author bisa semangat dalam update. Jangan lupa untuk mampir karya lainnya juga^^


•Semoga kalian suka dengan karya novel buatan saya...

__ADS_1


__ADS_2