![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Satu bulan telah berlalu, sejak malam pertama mereka tidur bersama dalam satu kamar, kini mereka jadi lebih dekat.
Flashback on....
Malam pertama dimana mereka berada dalam satu kamar, tidak ada diantara keduanya yang membuka percakapan alias canggung. Lusia menoleh ke arah Bill, dan terlihat Bill yang juga tengah menatapnya.
"Lusia," Bill membuka pembicaraan. Matanya menatap Lusia dengan ekspresi yang tidak seperti biasanya.
"I--iya" Balasnya gugup.
"Ayo... kita lakuin" Ucap Bill yang sontak membuat Lusia gelagapan. Tanpa jawaban dari Lusia, Bill dengan nafsunya pun langsung mendorong Lusia ke atas ranjang. Yah, meskipun tadinya mereka juga sedang duduk bersebelahan di sisi ranjang.
Bill memulainya dengan mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Lusia. Ia sudah tidak sabar ingin melakukan hal itu setelah sekian lama tidak pernah melakukannya bersama Lusia di dalam kamar seorang pasangan.
"Lusia, aku cinta kamu" Ucap Bill. Jantung Lusia seketika jadi berdegup kencang tak terkendali seakan hampir copot dari tempatnya, hal itu mampu dirasakan oleh Bill yang kini tengah berada di atas tubuhnya. Pipinya kian merah merona semerah apel.
"A--aku, juga cinta kamu" Balas Lusia. Yah, memang selama ini ia memendam rasa cinta itu seorang diri. Itulah yang ada dipikirannya selama ini. Tapi siapa sangka, pria yang begitu arogan ternyata juga memendam rasa terhadapnya.
Flashback off...
"Nyonya," Panggil Vien. Ia terus menatap sosok Lusia yang terus melamun sedari tadi di kursi kerjanya. Jelas hal itu membuat Vien jadi merasa heran.
"Aiya... kenapa?" Tanya Lusia lantaran Vien baru saja memanggil namanya.
"Ah, tidak. Saya hanya khawatir karena dari tadi Nyonya melamun. Saya pikir anda ada masalah" Lontar nya dengan mata tak berani menatap sang Nyonya.
"Oh... kirain ada apa"
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Waktu makan siang telah tiba, Lusia tengah duduk di sebuah kursi cafetaria yang tak begitu jauh dengan perusahaan MGK. Sejak kedatangannya di cafe itu, ia hanya disibukkan dengan terus menatap layar ponselnya. Ingin mengirim pesan pada sang suami, namun ia takut akan mengganggu. Lagipula, ia berada di tempat itu juga bertujuan untuk menunggu kedatangan seorang klien.
Setelah cukup lama, seseorang yang tengah ditunggu nya pun akhirnya tiba. Ia menghampiri Lusia yang terlihat sedang terduduk di sebuah kursi.
__ADS_1
"Maaf telah membuat anda menunggu," Ujar Jiang, pria yang kini berada tepat di hadapan Lusia. Lusia tersenyum, lalu bangkit dari kursi dan memberi hormat padanya.
"Tidak, kok. Saya juga baru tiba" Balas Lusia berbohong.
Mereka berdua pun langsung membahas persoalan perusahaan yang sudah hampir satu bulan ini bekerjasama. Kurang lebih 1 jam lamanya, pembahasan mengenai perusahaan pun akhirnya selesai. Lusia memanggil seorang pelayan cafetaria untuk memesan sebuah makanan. Begitu juga dengan Jiang.
Tak lama menunggu, pesanan pun akhirnya dihidangkan. Seperti biasa Lusia hanya menikmati sebuah kue coklat dengan minuman coklat panas. Berbeda dengan Jiang yang memesan spaghetti serta minuman soda.
"Huek...." Lusia mual, ia hampir saja memuntahkan isi makanan di dalam mulutnya.
"Anda... baik baik saja?" Tanya Jiang merasa khawatir. Lusia menggeleng, sebagai tanda jawaban.
"Saya permisi ke belakang dulu" Ucapnya yang kemudian langsung beranjak dari kursi. Ia berlari menuju toilet cafetaria.
"Ughh... semoga tidak ada masalah dengannya" Gumam Jiang.
****
Lusia berdiri di depan sebuah wastafel sambil menatap dirinya di depan cermin.
****
"Wajah anda terlihat pucat, apa perlu saya antar ke rumah sakit?" Bujuk Jiang ketika Lusia telah kembali ke tempat duduknya.
"Tidak perlu. Emmm... sepertinya saya harus buru buru pergi, apa tidak masalah?" Tanyanya merasa tidak enak pada pria yang kini berada di hadapannya.
"Tidak masalah" Balasnya dengan diringi senyuman yang terlihat mengembang diwajahnya.
Lusia masuk ke dalam mobil, ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah rumah sakit yang tak lain dan bukan lain lagi untuk mengecek kondisinya saat ini.
Begitu tiba di tempat tujuan, ia langsung memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di sebuah tempat parkir yang terlihat penuh dengan kendaraan. Ia masuk ke dalam rumah sakit dan menunggu di kursi antrean untuk mengantri.
Selang beberapa waktu, Lusia pun di panggil namanya oleh seorang suster. Ia masuk ke dalam ruang rumah sakit dan terlihat seorang dokter wanita yang terlihat masih begitu muda tengah duduk menatapnya.
"Oh, anda. Silahkan berbaring" Tuturnya sembari memberi petunjuk pada Lusia. Sudah pasti dokter itu mengenal sosok Lusia, bagaimana tidak? Istri dari seorang CEO mana mungkin tidak di kenalinya. Apalagi sudah cukup lama Lusia menjadi bos di sebuah perusahaan besar yaitu perusahaan MGK.
__ADS_1
Begitu selesai diperiksa oleh dokter, dokter pun memberitahu kondisi Lusia saat ini.
"Dimana Tuan Amedeo? Ups... maaf. Maksud saya suami anda" Tanyanya memasang raut wajah penasaran.
"Di--dia, dia sedang di perusahaan" Balasnya gugup. Kini di dalam benaknya hanya terpikir oleh sesuatu yaitu seorang anak yang mungkin akan segera hadir dalam kehidupan nya. Yang pasti akan menjadi penerus keluarga Amedeo.
"Memangnya, ada apa?" Tanya Lusia begitu berharap.
"Saya tidak menyangka, anda akan mengandung seorang anak keturunan keluarga Amedeo. Selamat" Ujarnya sambil tersenyum lebar pada Lusia.
"Cih! Apa apaan wanita ini? Kenapa dia bilang kaya gitu?" Batinnya merasa sebal.
"Tentu saja. Bagaimana tidak, kami kan saling mencintai" Lontar Lusia sengaja memanas manasi wanita muda yang kini duduk berhadapan dengannya.
Sontak wanita itu langsung memasang raut wajah sebal terhadap Lusia. Tetapi Lusia membalasnya dengan senyuman seakan dirinya tidak tau apa yang sedang dipermainkan oleh wanita itu.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Selama berada diperjalanan, Lusia hanya melamun membayangkan reaksi Bill ketika mendengar bahwa dirinya tengah mengandung anaknya. Ia sampai menerobos lampu lalu lintas lantaran tidak fokus dalam menyetir.
Ckitttt_________*********** DUK!!!!!
"Ah, astaga" Lusia turun dari mobilnya setelah tak sengaja menabrak mobil seseorang didepannya. Tuk tuk... ia mengetuk pintu kaca mobil tersebut. Lalu pengemudi itupun membuka kaca mobilnya.
Deggg?!!!! Sontak Lusia terkejut kalang kabut setelah melihat dua orang yang begitu ia kenali berada dalam satu mobil.
"Ka---kamu,,,," Lusia ternganga, merasa bingung dan tak percaya akan kenyataan yang telah terlihat di depan mata.
**TAMAT**
*Salam dari Author, lanjut season 2 nya ya😄
*Jangan lupa untuk dukungannya agar membuat Author lebih semangat lagi updatenya di season 2. Karena kalianlah yang selama ini mempertahankan Author tetap lanjut update karya ini😚
*Thanks~
__ADS_1