[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 57


__ADS_3

Happy Reading~


Suasana malam kota yang begitu ramai oleh kendaraan seketika tak terdengar setelah hujan membasahi kota. Suara hujan terdengar begitu deras dengan diiringi dengan guntur yang membuat seram kota setempat.


"Saya pesan yang ini," Ucap Lusia menunjuk sebuah makanan di dalam buku menu. Kemudian wanita itu mencatat pesanan Lusia dan pergi untuk menyiapkan pesanan. Tidak menggunakan waktu lama, Lusia pun bisa menikmati secangkir coklat panas yang telah dihidangkan.


"Untung aku udah sampe di sini sebelum hujan" Gumamnya sembari menatap jalanan gelap yang terlihat dari dalam cafe. Cafe itu memiliki tembok transparan seperti kaca jika dilihat dari dalam, namun sebaliknya, tembok itu akan terlihat seperti tembok biasa jika dilihat dari luar.


Cukup lama ia menunggu kedatangan seseorang, pria yang tengah ditunggu olehnya pun akhirnya tiba. Ia masuk ke dalam cafe dengan pakaian kantornya. Pria itu tersenyum ke arah Lusia setelah melihatnya. Ia pun menghampiri ke arahnya dan duduk tepat di hadapan Lusia.


"Aku udah pesen minum duluan, habisnya dingin" Cetus Lusia dengan menujukkan senyuman manis pada Bill. Pria yang sedang bersamanya.


"Ngga papa" Balasnya yang kemudian diiringi dengan sebuah anggukan.


"Selamat ulang tahun" Ucap Bill tiba tiba yang sontak membuat Lusia terharu. Bahkan dirinya sendiri tidak mampu mengingat tanggal kelahirannya, namun pria yang kini berada di hadapannya ternyata lebih dari yang ia bayangkan.


"Ka--kamu... tau?" Tanya Lusia merasa tidak percaya dengan ucapan Bill barusan. Bill tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya pada Lusia. Seketika jantungnya berdetak kencang sampai hampir copot.


"Jadi...."


**Flashback on....


Hari dimana ketika Lusia hendak melaksanakan acara meeting perusahaan dengan perusahaan 'Mount Grup'. Kala itu Vien tidak memarkirkan mobilnya, melainkan kembali melajukan mobilnya menuju sebuah tempat. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi lantaran tidak ingin terlambat untuk bertemu dengan sang Tuan.


Begitu waktu menunjukkan pukul 08.00, Vien bukannya membantu Lusia dalam acara meeting, ia malah tiba di sebuah tempat. Tempat itu adalah Cafe Pan Pun. Ia masuk ke dalam cafe dan menghampiri Bill yang tengah duduk menanti kedatangannya.


"Selamat pagi Tuan, maaf sudah membuat Anda menunggu" Ucap Vien merasa tidak enak pada Bill.


"Hmmm..."

__ADS_1


"Jadi, lusa adalah ulang tahun Lusia. Aku mau acara digelar semegah mungkin" Papar Bill dengan manatap serius wajah asistennya itu.


"Baik Tuan, saya akan melakukannya dengan sangat baik" Balas Vien dengan kepala menunduk.


"Tuan ingin acaranya digelar dimana?" Imbuh Vien bertanya.


"Di hotel H"


"Baik...."


"Vien, kamu siapin semuanya. Jangan sampe ketahuan, ini cuman rahasia aku sama kamu" Vien mengangguk, kemudian ia bangkit dari kursi dan kembali masuk ke dalam mobil lantaran urusannya dengan Bill telah selesai.


Flasback off...


"Wah wah... jadi alasan Vien ngga dateng di acara meeting pagi kemarin itu karena kamu?" Kata Lusia sambil tertawa kecil. Bill pun ikut tertawa lantaran melihat wanita yang kini berada di hadapannya tertawa.


"Aku kira Vien lalai," Imbuhnya. Ia menghabiskan secangkir coklat panas itu kemudian dilanjutkannya dengan memakan kue coklat yang belum ia makan.


"Ayo ikut" Ajaknya. Mereka pun kemudian menuju mobil. Karena Lusia membawa mobil sendiri, mereka pun jadi menuju ke hotel H dengan mobil masing masing.


Setelah cukup lama berada diperjalanan, keduanya pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Sebelum itu mereka sempat memarkirkan mobilnya di basement terlebih dahulu. Begitu keluar dari mobil, terlihat banyak orang yang telah hadir di sana. Termasuk keluarga Lusia.


"Ayah... Ibu... Maria?" Lusia sendiri yang melihat kehadiran mereka di acaranya itu lantas membuatnya sedikit merasa jengkel.


"Kamu.. kenapa?" Tanya Bill heran lantaran melihat wajah Lusia yang tiba tiba berubah suram. Ia mengibaskan tangannya di depan wajah sang istri.


"Ah, ngga kok"


Keduanya pun masuk ke dalam hotel tersebut. Banyak dari mereka yang menyambut kedatangan Nyonya muda dari keluarga Amedeo. Mereka juga tak luput dari senyumannya terhadap Lusia.

__ADS_1


"Kakak!!!" Teriak Maria sembari berlari menghampiri Lusia. Ia langsung memeluk erat tubuh kakaknya. Lusia sendiri tak habis pikir dengan tingkahnya yang tiba tiba berubah.


"Ini cuman akting," Ucapnya tepat di telinga Lusia. Ia pun memahami situasi ini.


Lusia menatap penampilan adiknya itu dari ujung kaki hingga rambutnya. Rasanya sangat jauh berbeda dengan sosok Maria. Ia hanya mengenakan dress pendek dan ketat berwarna merah muda. Warna kesukaannya. Maria juga mengecat warna rambutnya dengan warna yang sama dengan dress yang ia kenakan.


"Ini... beneran kamu?" Tanya Lusia memandang sinis wajah sang adik. Maria mengernyitkan dahinya, mendengar pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Lusia.


"Iyalah, siapa lagi" Balasnya dengan suara lirih. Lusia hanya terdiam, ia tidak menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya.


"Ayo ke lantai atas" Ajak Bill yang kemudian langsung meraih tangan Lusia dan membawanya menuju lantai atas. Mereka menaiki anak tangga dan berhenti tepat di depan sebuah pintu besar. Mereka masuk ke dalam ruangan itu dan terlihat berbagai set pakaian mewah dan alat make up yang tak kalah mewahnya dengan milik Lusia di rumah.


"Ini.... apa?" Tanyanya seraya menyentuh sebuah pakaian berwarna putih berkilau.


"Kamu pilih aja semaumu. Aku tunggu di luar, kamu akan di dandani sama perempuan itu" Papar Bill sambil menunjuk pada seorang wanita yang tengah memperhatikan mereka.


\*\*\*\*


Setelah cukup lama menunggu di lantai bawah, wanita dengan pakaian elegan itu terlihat sedang menuju lantai bawah dengan melewati anak tangga. Bill menatapnya dari bawah, melihat sosok sang istri jauh berbeda dari biasanya. Orang orang di sana juga tengah memandang Lusia, wajahnya putih dan pipinya merah merona membuatnya terlihat begitu sempurna di mata orang orang.


"Cih! Apa apaan? Mau bertanding?" Gumam Maria sambil menatap sinis penampilan kakaknya.


Begitu tiba di hadapan Bill, Bill pun tersenyum padanya. Kemudian acara dimulai dengan pembukaan oleh sang pembawa acara malam itu. Acara dibuka dengan sangat meriah. Setelah acaranya dimulai, beberapa dari mereka langsung mengambil sebuah gelas. Minuman itulah yang sudah diincar banyak orang sejak tadi.


"Minum?" Ajak Bill dengan memberikan segelas wine pada Lusia. Lusia mengangguk, ia menerima wine itu dan mereka bersulang.


TING!


"Bill, kenapa secepat ini kamu berubah sifat? Kamu itu pria random ya" Batinnya sambil menikmati segelas wine tersebut.

__ADS_1


2 jam telah berlalu. Tak terasa malam sudah begitu larut, Lusia yang terlalu banyak minum akhirnya mabuk. Ia terus melontarkan kata kata aneh pada Bill yang sedari tadi menikmati wine bersamanya. Tidak hanya Lusia, Maria yang juga terlalu banyak minum itu akhirnya mabuk. Ia melakukan hal yang tidak tidak pada orang yang juga tengah mabuk sepertinya.


Bersambung....


__ADS_2