![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Angin pagi berhembus masuk ke dalam celah celah jendela yang telah terbuka. Suasana di dapur begitu bising karena aktivitas para pelayan di pagi hari yang biasa menyiapkan sarapan. Lantai rumah yang selalu dibersihkan membuat mata sejuk memandang. Dengan aroma wangi yang tervium di seluruh ruangan membuat orang orang betah di rumah besar ini.
Lusia mengucak kedua bola matanya dan menatap arah jarum jam yang terpasang jelas di dinding kamarnya. Ia segera bangkit dari ranjang dan kemudian membersihkan dirinya menuju kamar mandi. Selepas selesai membersihkan diri, ia pun menuju lantai bawah untuk sarapan. Namun ketika hendak menuruni anak tangga, Lusia menyempatkan matanya untuk melirik ke arah pintu kamar Bill.
Setibanya di ruang makan, ia sungguh kaget karena melihat sosok sang suami sedang berada di sana. Lusia yang sudah berada di sana pun tidak bisa berkutik untuk pergi dan terpaksa sarapan bersama Bill.
Ruang makan itu sungguh sunyi. Hanya ada suara garpu dan sendok yang saling berperang. Lusia diam diam menatap wajah Bill yang begitu serius menyantap makanan di meja. Karena lalai, Lusia pun tak sengaja menjatuhkan sebuah gelas berisi susu murni. Gelas itu terjatuh ke lantai dan pecah. Namun sialnya, serpihan kaca dari gelas tersebut mengenai kaki Lusia.
"Uhhh," Rintih nya merasa kesakitan. Ia bangkit dari kursi dan berniat ingin membersihkan serpihan kaca tersebut.
"Ngga usah. Nanti biar pelayan aja yang bersihin" Seloroh Bill tiba tiba. Ia juga bangkit dari kursi dan langsung berjongkok menghampiri Lusia.
Wajahnya memerah semerah apel. Jantungnya bahkan berdetak kencang seakan hampir copot. Lusia yang tidak tahan dengan suasana saat ini kemudian langsung memalingkan pandangannya.
"Pelayan!! Tolong ambilin P3K!" Teriak Bill yang sontak membuat Lusia terkejut. Entah apa yang membuatnya tiba tiba seperti ini.
Tak lama kemudian seorang pelayan pun menghampiri mereka dengan tangan yang sudah membawa alat P3K. Setelahnya Bill langsung mengobati luka yang berada di kaki Lusia.
"A--aku, aku bisa sendiri" Ucap Lusia gugup.
"Udah tau lagi kaya gini, masih mau obatin sendiri?" Lusia pun tersenyum dengan diiringi sedikit tawaan kecil. Bill yang melihatnya hanya dibuat heran dengan perangainya.
****
Kring!!!!! Suara alarm berbunyi nyaring tepat ditelinga Lusia. Ternyata ia baru saja bermimpi indah. Namun sayangnya ia terbangun karena sebuah alarm yang berdering kencang. Lusia mengucak kedua bola matanya sambil menatap halaman rumah melalui jendela kamarnya.
__ADS_1
"Aduh, ternyata cuman mimpi?" Cetus nya sambil tersenyum. Ia bangkit dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai membersihkan diri, Lusia mengacak acak lemari pakaiannya untuk menemukan pakaian yang cocok untuk hari ini.
"Ini dia!" Seru nya ketika menemukan sebuah pakaian yang akan ia pakai. Tidak menggunakan waktu lama, Lusia pun telah selesai merenovasi dirinya. Ia langsung menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
Baru saja tiba di sana, seorang pelayan tiba tiba berlari menghampiri nya yang sedang terduduk di kursi ruang makan.
"Nyonya! Nyonya!" Teriak pelayan itu.
"Ada Nyonya Alice datang kemari. Ia sendirian, tidak bersama Tuan Jasper" Ucapnya setelah tiba dihadapan Lusia.
"Oh, okey" Balasnya kemudian beranjak pergi dari ruang makan menuju lantai atas untuk mencari Bill.
Lusia mengetuk pintu ruangan kamar milik Bill. Namun sudah cukup lama ia berdiri di sana sambil mengetuk pintu, Bill tidak juga meresponnya. Karena geram, ia pun nekat masuk ke dalam kamar itu tanpa sepengetahuan oleh Bill.
"Bill?" Panggil nya dengan nada kesal.
Zrashhh.....
Suara air yang keluar dari shower. Lusia baru mengerti sekarang, ternyata Bill sedang membersihkan dirinya. Sambil menunggu sang suami keluar dari kamar mandi, ia pun duduk di sofa kamar itu. Ia menoleh ke setiap sudut ruangan. Tak sengaja ia melihat sebuah foto yang terlampir di dinding kamar.
"Itu kan....," Ucapnya sambil mendekati foto tersebut. Ia mengambil fotonya dan menatapnya dengan cermat. Di dalam foto itu terdapat sosok Bill kecil dengan seorang laki-laki seumuran dengan Bill. Jika dilihat dengan baik, laki-laki yang berfoto dengan Bill di dalam foto itu adalah Calvin. Pria yang hendak berhubungan dengannya di gedung karaoke kemarin lalu.
"Sebenernya.... mereka siapa? Kenapa mereka ada di foto ini bareng bareng? Apa Bill kenal sama Calvin?" Lusia benar benar bingung ketika melihat gambar dua laki-laki di dalam foto tersebut.
Klak..... Sontak Lusia begitu terkejut ketika melihat Bill yang tiba tiba keluar dari ruang kamar mandi. Lusia segera menyembunyikan foto yang ia pegang agar tidak diketahui oleh Bill.
"Ngapain di sini?" Tanyanya dengan raut wajah sinis.
__ADS_1
"A--anu, maaf. Aku cuman mau bilang kalo Ibu Alice dateng ke sini"
"Aku keluar sekarang," Lanjutnya dengan wajah sedikit tersenyum ke arah Bill. Ia menjadi sangat khawatir karena Bill hanya memakai handuk saja untuk menutupi tubuh kekar nya itu.
"Kenapa liatin aku gitu?" Tanya Bill karena melihat mata Lusia terus memandang tubuhnya yang hanya dibalut sebuah kain handuk.
"Ngga kok" Sergah nya. Bill tersenyum, dia pun mendekati Lusia yang tengah berdiri di depan pintu. Dengan cepat Bill menarik lengan Lusia dan memojokkan nya. Wajah Lusia tampak memerah karena adegan ini. Tangannya yang ditahan oleh Bill membuatnya tidak dapat bergerak.
"Kamu masih mabuk, ya?!!" Seloroh Lusia sembari mendorong tubuh Bill dengan kakinya.
"Apaan, mana mungkin aku mabuk"
"Kamu semalem mabuk, kan?!!" Lusia sengaja mengalihkan adegan tadi dengan mengungkit kejadian semalam.
"Itu semalem," Ucap Bill dengan sedikit jengkel.
"Sana keluar!" Bill pun mengusir Lusia agar keluar dari kamarnya. Lusia yang sudah menantikan hal ini lantas langsung berlari keluar dari ruangan kamar tersebut.
Lusia menunggu Bill di atas tangga dengan pikiran yang sudah buyar kemana mana. Wajah Bill yang begitu dekat dengannya membuat Lusia sulit melupakan kejadian tadi. Apalagi bibir Bill yang hampir saja mendarat di bibir mungilnya membuat Lusia panik setengah mati. Mungkin jika tadi Lusia tidak mendorong tubuh Bill, Bill sudah mendaratkan bibirnya itu.
Selang beberapa waktu Bill pun keluar dari ruangan kamar dan melihat Lusia sedang menunggu nya di atas tangga. Ia menghampiri Lusia kemudian berjalan menuju lantai bawah untuk menemui Alice bersama sama.
Begitu tiba di hadapan Alice, mereka melihat raut wajah Alice yang begitu berbeda dari biasanya. Alice berjalan pelan mendekati keduanya dengan sebuah kantong tas yang berada di tangannya. Ia tersenyum lebar pada Bill dan Lusia.
"Ini buat kalian, Ibu sengaja buatin makanan ini biar kalian cobain rasa enaknya. Maaf ya, Ibu ngga bisa lama lama. Ibu harus pamit sekarang" Cakap nya sambil memberikan sebuah kantong tas berisi makanan. Kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan kediaman Amedeo. Padahal Bill dan Lusia sudah mengira kalau Alice akan mengingkit soal cucu lagi, tapi untungnya saja tidak dan itu membuat keduanya merasa lega.
Bersambung....
__ADS_1