[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 12


__ADS_3

Happy Reading~


Hari sudah begitu larut sedangkan Lusia masih berada di tempat Cattie. Dia benar benar merasa nyaman jika bersamanya begitu juga sebaliknya. Ketika Cattie hendak memberikan Lusia sebuah hadiah yang entah apa isinya, tiba tiba saja Lusia meminta izin untuk kembali ke ruangannya karena ini sudah waktunya untuk tidur.


"Maaf, saya harus kembali" Ucap Lusia membuat Cattie sedikit merasa sedih.


"Baiklah, tidak masalah" Balas Cattie sambil mengulurkan tangannya dan memberikan Lusia sebuah hadiah.


"Apa ini?" Tanya Lusia merasa heran.


"Ini hadiah dari saya untuk anda sebagai rasa terima kasih sudah menemani saya hari ini" Papar Cattie dengan senyuman yang mengambang di wajahnya.


Lusia pun menerima hadiah itu dan segera kembali ke ruangan apartemen nya. Sampai di ruangan apartemen, dia masih kepikiran dengan dinding yang berwarna warni di tempat Cattie. Lusia merasa kalau dinding itu seperti sangat berarti baginya. Tak lupa dia juga membuka hadiah yang diberikan Cattie padanya.


"Wahhh... ini bagus banget!" Ucap Lusia merasa senang dengan hadiah yang diberikan oleh Cattie untuknya. Hadiah itu berupa sebuah patung manusia dengan dikelilingi lampu warna warni. Entah kenapa Cattie seakan mengetahui warna kesukaan Lusia yaitu warna pelangi atau warna kue.


Tanpa disengaja, Lusia tertidur di sofa dengan tangan yang masih setia memegang hadiah pemberian Cattie.


***


Semburat mentari pagi menyinari gedung apartemen itu. Lalu lintas yang sudah padat dengan kendaraan membuat suasana terdengar begitu ramai. Ditambah dengan asap kendaraan yang mencemari lingkungan membuat udara pagi tidak terasa sejuk melainkan hawa panas. Begitu juga dengan aktivitas orang orang di kota itu membuat jalanan seperti dipenuhi dengan semut yang sedang melintas.


Lusia terbangun dari tidurnya dengan posisi yang masih sama seperti ketika tidur. Dia mengingat kejadian semalam saat ia membuka kotak hadiah pemberian Cattie. Dan hadiah itu masih menempel di tangannya. Secepat mungkin Lusia beranjak dari sofa dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, Lusia memutuskan untuk memasak terlebih dahulu. Karena dia juga sempat membeli beberapa sayuran kemarin malam sebelum menuju toko buku. 2 jam lamanya ia memasak dan akhirnya selesai. Lusia berniat untuk memberikan setengah makanannya pada Cattie.


Tok tok tok... Seseorang mengetuk pintu ruangan apartemen Lusia. Ia pun berjalan menuju pintu dan membukakan pintu itu. Kriettt... pintu itu terbuka dan yang terlihat di sana adalah Cattie.


"Hai," Cattie menyapa dengan senyuman yang sangat manis. Begitu juga dengan Lusia yang membalas senyuman manis Cattie.


"Masuklah" Ajak Lusia. Cattie pun masuk ke dalam ruangan Lusia. Ia duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Lusia menghidangkan sedikit makanan.


"Aku baru masak. Mau coba tidak?" Tanya Lusia dengan tangan yang sudah dipenuhi dengan makanan.

__ADS_1


"Boleh boleh"


Cattie pun mencicipi masakan buatan Lusia. Apalagi masakan itu adalah masakan khas Indonesia yang belum pernah Cattie coba sebelumnya. Setelah mencicipi makanan tersebut, wajah Cattie tiba tiba berubah.


"Kenapa? Tidak enak, ya?" Tanya Lusia merasa kalau Cattie tidak menyukai masakan buatannya.


"Ini enak sekali!!" Lontar Cattie dengan mulut yang terus terbuka demi makanan itu. Lusia pun dibuat tersenyum karena Cattie.


Akhirnya pagi itu mereka habiskan waktu bersama. Setelahnya Cattie meminta izin untuk bekerja terlebih dahulu.


"Ah, sudah pukul 7.45 a.m. Aku harus pergi bekerja sekarang," Ucap Cattie meminta izin pada Lusia.


"Oh, begitu ya. Baiklah, semangat bekerja!"


"Terima kasih"


Cattie pun pergi meninggalkan apartemen itu dan menuju kantor tempat bekerjanya. Karena bosan, Lusia memutuskan untuk pergi jalan jalan mengelilingi kota lagi. Tapi kali ini dia tidak menggunakan taxi untuk berkeliling kota melainkan hanya berjalan kaki sambil menghirup udara kota yang kotor.


"Oh iya, bukannya Bill juga pasti ngga ada di Indonesia sekarang? Kenapa aku baru kepikiran.... tapi sekarang dia dimana, ya?" Batin Lusia sambil bertanya tanya pada diri sendiri.


Bruk!!!!


"Maaf, maaf!" Ucap Lusia sambil beberapa kali menunduk. Dia benar benar merasa bersalah telah menabrak seorang nenek tua. Apalagi dia juga berada di jalan yang tampak banyak orang sedang menatapnya.


"Tidak masalah. Lain kali hati hati, ya" Celetuk nenek itu memberi nasehat pada Lusia. Lusia pun membalasnya dengan anggukan kecil sambil tersenyum pada nenek itu.


***


Di Korea~


"Tuan, Lusia menelepon anda beberapa kali. Apa anda tidak ingin menjawabnya?" Tanya asisten Leon.


"Biarin aja" Balas Bill dengan suara santai.

__ADS_1


"Bagaimana jika Lusia kenapa napa?" Tanyanya lagi.


Brak!!! Karena emosi dengan pertanyaan Leon, Bill pun mendobrak meja kerjanya itu. Setelah itu Leon tidak berani untuk bertanya tanya lagi pada Bill.


"Sekalipun dia kena masalah, aku ngga peduli. Ngerti?" Ucap Bill dengan wajah kesalnya. Leon hanya mengangguk sambil menunduk.


***


Malam hari tiba di Amerika. Sedangkan suasana Korea masih siang menjelang Sore. Lusia terbaring lemas di ranjangnya karena merasa lelah sudah berkeliling kota seharian ini dengan jalan kaki. Belum lama ia terbaring, seseorang tiba tiba mengetuk pintu ruangan Lusia. Lusia sendiri sudah menebak siapa orang yang datang ke ruangannya dan mengetuk pintu. Secepat mungkin dia membukakan pintu itu untuk Cattie.


"Lusia, saya datang" Sapa Cattie dengan wajah yang begitu senang. Dia juga membawa sebuah makanan yang baru ia beli dari restoran yang tak jauh dari tempat kerjanya.


"Ini untuk anda" Ucap Cattie sambil memberikan makanan itu pada Lusia.


"Wahhh terima kasih"


"Terima kasih kembali"


"Apa anda ada waktu?" Tanya Cattie dengan tangan seperti memohon pada Lusia.


"Ada, memangnya kenapa?"


"Saya ingin mengajak anda pergi ke bioskop" Ajak Cattie bersemangat.


Lusia pun akhirnya menerima ajakan Cattie untuk pergi ke bioskop. Lagipula Cattie juga sudah membeli dia buah tiket bioskop, jadi sayang jika Lusia menolaknya.


Sampai di bioskop, Lusia dibuat kagum dengan keindahan tempat itu. Sebelumnya juga ia belum pernah datang ke bioskop. Dan pertama kalinya datang ke bioskop, dia menonton film di Amerika.


"Aku belikan popcorn dulu" Kata Cattie sambil pergi meninggalkan Lusia yang tengah terduduk di kursi VIP. Lusia pun mengangguk.


Drrrtttt.... Suara ponsel Cattie berdering, dia meninggalkan ponselnya di samping kursi milik Lusia. Seseorang yang menelepon Cattie bertuliskan nama Ethan. Lusia sempat curiga bahwa orang yang menelepon Cattie adalah Ethan yang ia kenal. Tapi jika dipikir pikir, tidak mungkin juga Ethan yang ia kenal selama ini juga mengenal Cattie.


Setelah beberapa saat, Cattie akhirnya kembali dengan tangan yang sudah dipenuhi dengan popcorn dan minuman soda. Dia duduk di samping Lusia dan memberikan setengah dari camilan yang ia bawa.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2