![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Beberapa hari telah berlalu, banyak masa masa menyenangkan yang dilalui oleh Bill bersama dengan karyawan barunya yakni bernama Emery. Namun tidak dengan Bill, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres setiap kali bersama wanita itu, pasalnya Emery seringkali menggoda nya dengan kecantikan dan keindahan tubuh yang dimiliki.
Bill masuk ke dalam ruang kerjanya, tampak sosok wanita tengah duduk di kursi kerja miliknya. Sontak hal itu membuat Bill sedikit kesal lantaran seseorang berani duduk di kursi pribadinya selain istrinya sendiri.
"Siapa yang menyuruh anda duduk di tempat saya?" Tanya Bill seraya menghampiri Emery. Emery tersenyum, bahkan tak terlihat sedikit pun ekspresi malu di wajahnya.
"Kita sudah cukup dekat, mengapa Anda masih bersikap seperti itu terhadap saya?" Balasnya bertanya balik. Bill menghela nafas panjang, dia berdiri tepat di sebelah Emery yang sedang duduk.
"Siapa anda? Kenapa berbicara seenaknya terhadap saya?" Bill mendekatkan wajahnya sambil tersenyum sinis. Tetapi wanita itu masih saja terlihat santai seakan tak akan ada masalah yang akan datang padanya.
"Berapa kali saya harus ber---" Ucap Emery namun terpotong karena sebuah pintu tiba tiba terbuka.
Deg?!!!!! Hatinya tergoyah, merasa sakit melihat sang suami tengah berdekatan dengan wanita lain dalam ruangan kecil. Tak terasa, air mata telah membasahi pipi mulusnya. Bukan hanya Lusia yang terkejut, namun Bill dan Emery juga tak kalah terkejutnya.
Lusia berlari meninggalkan ruangan itu, Bill yang merasa bersalah lantas ikut berlari mengejar sang istri. Tap! Lusia berhenti tepat di depan pintu lift yang tertutup, ia sudah tidak bisa kemana mana lagi lantaran pria yang berusaha mengejarnya kini sudah berdiri tepat di balik tubuhnya.
"Lusia, aku akan jelasin semuanya" Ucap Bill seraya menarik lengan wanita itu. Lusia tak menggubris nya, dia tetap tidak mau menatap wajah pria itu. Kini banyak sepasang mata menatap keduanya dengan memandang heran, karena sebelumnya mereka terlihat begitu romantis saat berada di depan publik. Berbeda dengan yang mereka lihat saat ini.
"Lusia, tadi itu----"
"Harusnya dari awal aku ngga ngandung anak kamu, aku kasian sama anak ini kalo sewaktu waktu kamu bakal ninggalin aku" Cetus nya, air matanya itu terus keluar dari kedua bola matanya sampai membuat Bill merasa tidak tega dan merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Jujur, ak---"
Ting!! Pintu lift terbuka, ramai orang keluar dari dalam lift tersebut. Bill yang hendak berbicara jadi tidak dapat berkata apa apa, dia tidak mau banyak orang yang mengetahui awal hubungan mereka yang sebenarnya.
Begitu orang orang keluar dari dalam lift, Lusia segera masuk ke dalamnya. Lalu Bill terlambat untuk mengejar wanita itu hingga pintu lift tertutup.
"Tuan, apa anda baik baik saja?" Tanya salah seorang karyawan lelaki yang sedari tadi menatapnya. Bill tidak membalas pertanyaan lelaki dihadapannya, justru ia hanya memandang sinis pada lelaki itu.
Sebelum semakin jauh, Bill segera berlari menuruni anak tangga untuk bisa tiba di lantai bawah. Hingga pada akhirnya, begitu dirinya sampai di lantai awal, sosok Lusia sudah tak terlihat di sana. Namun Bill tidak menyerah, dia langsung berlari keluar dari perusahaan menuju basement untuk mengambil mobilnya agar mampu mengejar sang istri.
*****
Sementara itu, banyak orang yang tengah membicarakan soal keributan sepasang suami istri itu. Leon yang tak sengaja mendengarnya lantas membubarkan sekumpulan orang yang membicarakan sang Tuan.
Leon yang sempat mendengar mereka membicarakan tentang masalah Tuannya dengan Nyonya Lusia lantas menjadi penasaran. Dirinya menaiki lift untuk menghampiri Bill di ruangannya. Begitu tiba di ruang sang Tuan, bukannya menemukan Bill, Leon malah menemukan seorang wanita yang bukan lain lagi adalah Emery. Kini ia pun jadi mengerti, sudah pasti ada sebuah kesalah pahaman yang terjadi pada hubungan Bill karena wanita itu.
"Apa yang anda laku---" Leon hendak bertanya, namun dihentikan oleh Emery.
"Jangan bertanya, saya akan keluar" Ucapnya tiba tiba. Lalu wanita itu berlalu meninggalkan ruangan dengan tatapan kosong. Leon hanya bisa ternganga melihat seorang karyawan yang tidak ada sopan santun nya sama sekali terhadap atasannya.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Grep! Bill akhirnya bisa menangkap wanita itu. Dia segera memeluknya dengan erat sambil mengeluarkan cairan bening dari kedua bola matanya.
__ADS_1
"A--aku, jujur ini hanya kesalah pahaman. Ini semua ngga bener, tolong percaya sama aku" Ucap Bill, banyak pelayan dirumahnya yang menatap mereka.
"Lantas, apa yang harus aku percayai sama kamu?" Tanya Lusia dengan nada kesal, dia benar benar tidak percaya akan kenyataan. Karena selama ini, Bill tidak pernah melakukan hal demikian, apalagi tepat di depan matanya.
"Aku akan jelasin, begitu tau penjelasan dari aku... kamu bisa percaya" Dia melepas pelukannya, lalu menatap sang istri sambil memasang raut wajah iba.
"Dia cuman karyawan biasa, ngga ada spesial spesial nya dari dia. Lagipula.... hati aku cuman buat kamu seorang"
"Karyawan biasa? Kalo dia karyawan biasa.. terus aku apa? Wanita biasa? Lagian kalo dipikir pikir, mana mungkin Bill ngga tergoda sama perempuan yang penampilannya kaya dia?" Batin Lusia.
"Kita bisa cek di kamera keamanan. Biar kamu bisa percaya" Imbuhnya.
****
Waktu menunjukkan pukul 16.22. Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan sebuah perusahaan. Yaitu perusahaan NR Group, siapa lagi kalau bukan milik Bill? Terlihat dua orang yang turun dari dalam mobil tersebut, lalu menuju sebuah ruang kemera keamanan.
Pukul 11.00. Ruangan Bill. [Sebuah rekaman video saat Bill sedang adu mulut dengan Emery]
Begitu selesai melihat rekaman yang sebenarnya, Lusia pun menatap pria yang berdiri tepat disebelahnya. Dia langsung memeluk erat tubuh pria itu seperti tidak ingin melepasnya.
"Maaf, aku udah ragu sama kamu..." Ucapnya lirih seraya meneteskan air mata. Bill hanya tersenyum lega setelah mengetahui bahwa sang istri mampu mempercayainya. Cepat atau lambat, wanita yang sudah berusaha merusak hubungan rumah tangganya itu akan di pecat. Bahkan dia juga tidak hanya akan melakukan hal segampang itu, Bill akan membuat Emery tidak dapat diterima di perusahaan mana saja. Pasti wanita itu akan kapok.
Waktu menunjukkan pukul 22.00 tepat. Sepasang suami istri itu tengah terlihat romantis di ruang makan. Keduanya saling suap menyuap layaknya seorang pengantin. Begitu selesai makan malam, mereka bersama sama menuju ruang istimewa. Mana lagi kalau bukan kamar suami istri?
__ADS_1
Bersambung....