![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Tidak menggunakan waktu lama mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Leon memarkirkan mobilnya terlebih dahulu kemudian Bill dan Lusia keluar dari mobil. Begitu memasuki tempat tersebut, Lusia sangat terkejut karena ternyata Bill membawanya ke sebuah salon ternama di kota itu.
"Selamat malam Tuan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah seorang pekerja wanita di sana.
"Ubah penampilan dia jadi yang paling terbaik," Ucap Bill pada wanita itu. Wanita itupun langsung membawa Lusia ke sebuah ruangan dimana di sana terlihat banyak sekali perawatan untuk kulit.
"Silahkan duduk di sini, Nyonya" Cetus wanita itu. Lusia pun menuruti kata katanya dan duduk di kursi yang sudah disediakan.
Selang beberapa waktu akhirnya perawatan untuk kulit pun selesai dan di lanjut dengan mengubah penampilan pada pakaian serta rambut. Beberapa wanita yang lain mengubah gaya rambut Lusia agar terlihat lebih elegan. Sedangkan wanita yang lainnya memilihkan pakaian yang cocok untuk Lusia.
Tidak sampai 1 jam mereka mampu mengubah penampilan Lusia menjadi wanita yang berkelas. Setelah selesai, Lusia menuju tempat tunggu dan di sana terlihat Bill yang sedang menantinya keluar. Terlihat dari jauh Bill beberapa kali melihat arah jarum jam di tangannya. Begitu Lusia mendekatinya, Bill langsung terpesona bahkan wajahnya itu memerah namun tak di sadari oleh Lusia.
"Sial, kok bisa jadi gini?" Dengus Bill merasa sedikit panik karena dia hampir tak bisa menahan hawa nafsunya.
"Ayo ke mobil" Ajak Bill sambil menggandeng tangan Lusia dengan lembut. Lusia sendiri dibuat terkejut dengan Bill yang tiba tiba menggandeng tangannya itu. Tapi ia baru ingat kalau mereka sudah ada peraturan saat berada di publik.
Setelah masuk ke dalam mobil, wajah Bill masih terlihat memerah. Leon yang tak sengaja melihatnya dari kaca mobil itu sadar kalau Bill sedang terpukau dengan penampilan Lusia saat ini.
"Kita jalan sekarang? Tuan?" Tanya Leon sambil menoleh ke arah belakang dimana di sana terlihat Bill yang sedang menahan hawa nafsunya.
"Hmmm" Balasnya dengan berdehem. Mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang. Karena waktu masih tersisa lebih dari 1 jam sebelum acara makan malam, jadi mereka tidak perlu terburu buru.
"Kita mau kemana?" Tanya Lusia sambil memandang wajah Bill yang sedari tadi tidak mau menatapnya.
"Acara makan malam sama keluarga perusahaan VP Management"
"Kenapa baru bilang sekarang?!!!!" Sontak Lusia begitu panik setelah mendengar jawaban dari Bill kalau mereka akan pergi makan malam.
__ADS_1
"Lah, apa salahnya?"
"A---aku, aku ngga siap"
"Kamu ikuti aja alurnya"
"Alur?"
"Iya"
Leon yang mendengar perbincangan mereka itu jadi geleng geleng kepala karena sikap Bill yang tidak jelas. Dia saja terkadang bingung dengan ucapan Bill, apalagi dengan Lusia?
"Kita ke restoran dulu sebelum pergi ke acara makan malam" Ucap Bill pada Leon. Leon pun dibuat rem mendadak karenanya. Duk!!! Kepala Lusia tak sengaja mengenai punggung kursi bagian depan akibat rem mendadak.
"Uh,," Rintih nya.
"Ma---maaf, Nyonya! Maafkan saya!" Ucap Leon merasa sangat bersalah telah membuat Lusia terluka. Tapi untungnya bagian yang terkena punggung kursi itu tidak mengeluarkan darah.
"Buruan puter balik, dong" Perintah Bill pada Leon. Leon pun segera memutar balikkan arah menuju restoran bintang 5 di kota tersebut.
"Kenapa tiba tiba puter balik? Apa ngga masalah?" Batin Leon sambil terus memikirkan keputusan Bill untuk pergi ke restoran terlebih dahulu sebelum pergi ke acara makan malam.
Setibanya mereka di restoran, Bill langsung menyewa seluruh restoran itu untuk acaranya sendiri. Para pelanggan yang sudah tampak memesan makanan itu jadi membatalkan pesanannya. Setelah ruangan restoran itu sepi, Bill pun memesan seluruh menu makanan di sana dengan jumlah masing masing satu porsi.
Cukup lama mereka menghabiskan waktu hanya dengan menunggu pesanan datang. Setelah beberapa makanan dihidangkan Bill langsung menyodorkan makanan itu pada Lusia.
"Kenapa?" Tanya Lusia merasa heran dengan perilaku Bill. Dia juga merasa sedikit bingung mengapa Bill membawanya ke restoran dan memesan semua menu makanan, padahal mereka akan datang ke acara makan malam sebentar lagi.
"Aku ajarin kamu makan," Lontar Bill yang sontak membuat detak jantung Lusia berdetak kencang lagi. Lagi lagi Bill lah yang membuat jantungnya itu hampir copot. Leon yang mendengar ucapan Bill itu jadi berpikiran aneh aneh.
__ADS_1
"Haha! Mulai bucin deh" Gumamnya.
"Gini cara makan steak, aku khawatir nanti mereka hidangin steak dan kamu ngga bisa makannya" Ucap Bill sambil memeragakan nya kemudian diikuti oleh Lusia.
Kemudian Bill melanjutkan dengan makanan yang lain dengan cara yang sama yaitu di peragakan nya dan diikuti oleh Lusia. Begitulah yang dilakukan mereka berdua sampai pada hidangan makanan yang terakhir. Meskipun uang yang dikeluarkan Bill begitu banyak, namun satupun makanan itu tak di makan oleh keduanya karena memang sengaja hanya untuk percobaan cara memakan.
Hampir satu jam mereka habiskan waktu hanya untuk belajar cara memakan gaya orang kaya. Meskipun beberapa kali Lusia masih melakukan kesalahan, namun Bill tetap memaklumi nya karena tidak mungkin juga ia bisa belajar cara makan seperti orang kaya hanya dalam beberapa menit saja.
Setelah selesai, mereka pun pergi menuju sebuah tempat yaitu di kediaman keluarga Son. Begitu tiba di sana, mereka langsung di sambut oleh para penjaga di halaman rumah.
"Kalo nanti kamu ngga bisa makan, kamu diem aja dan colek kaki aku. Aku bantu kamu makan biar ngga malu malu in," Bisik Bill dengan suara yang begitu pelan. Kemudian Lusia pun mengangguk dan mereka berdua memasuki rumah itu bersama dengan Leon.
"Akhirnya sampai juga" Sambut Somi. Ia pun mengarahkan jalan menuju tempat ruang makan malam.
Tiba di sana, ternyata Bill adalah tamu khusus di acara makan malam bersama dengan keluarga perusahaan VP Management. Mereka berdua di persilahkan duduk di kursi mewah itu, meskipun kursi di rumah Bill lebih mewah dibandingkan dengan tempat ini.
"Ayo bersulang" Ucap Somi sambil mengerahkan gelas itu. Kemudian diikuti dengan yang lain termasuk Bill dan Lusia.
Belum lama mereka berada di sana, tiba tiba Lusia dibuat terkejut dengan sosok Ray Albertino yang tiba tiba ikut serta dalam acara makan malam. Begitu juga dengan Ray yang sama sama terkejut ketika melihat Lusia berada di sana bersama dengan Bill.
Ray yang memiliki kepanjangan Ray Albertino adalah murid yang satu kelas dengan Lusia saat Lusia masih bersekolah. Ray sendiri adalah seorang pembully yang suka membully Lusia bersama dengan Nara dan Catarin. Karena syok, Lusia pun meminta izin untuk pergi ke toilet.
"Maaf, toilet ada dimana ya?" Tanya Lusia pada keluarga Son yang membuat Bill jadi sedikit khawatir jika Lusia akan membuat kesalahan.
"Pelayan!" Teriak Jime selaku istri dari Somi. Pelayan pun datang dan menunjukkan jalan ke arah toilet pada Lusia.
"Mari saya antar" Ucap pelayan itu sambil melangkagkan kakinya menuju toilet dan diikuti oleh Lusia.
"Apaan, sih" Dengus Bill ketika Lusia beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan tangannya yang menyentuh jidat.
__ADS_1
Bersambung....