[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 61 [S2]


__ADS_3

Halo kakak kakak, selamat datang di NIKAH SMA S2. Setelah baca, jangan lupa like dan komen ya! ****Kalian juga bisa tambahkan karya ini di**** ****rak buku kalian jika suka**** :)


Happy Reading~


Sore hari yang tenang dan tentram, sembari di sejukkan oleh tiupan angin yang masuk melalui lubang udara. Sinar cakrawala menembus melalui jendela menyoroti seluruh ruangan. Tanpa angin tanpa badai, Chika terus mondar mandir di sekeliling ranjangnya di dalam ruangan kamar. Ia terus memikirkan sesuatu yang baru saja dilihatnya. Rasa bingung dan penasaran terus terlintas di benaknya lantaran baru saja melihat sesuatu yang tidak enak di pandang.


Flashback on....


"Ka.... kamu," Chika tercengang, melihat dua orang yang begitu familiar berada dalam satu mobil. Ia tersenyum sinis, memandang seorang wanita yang tengah duduk bersebelahan dengan Jiang. Seorang pemilik mobil yang baru saja ditabrak oleh Chika.


"Kenapa?" Tanya Jiang merasa heran oleh perangai nya.


Wanita itu berpaling dari tatapan Chika, seketika ia menjadi panik dan ketakutan. Tangannya terus gemetaran sampai mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Namun hal itu tak diketahui oleh Jiang.


"Ng---, a... anu, maaf. Saya tidak sengaja menabrak mobil anda. Tadi sa--" Jelas Chika namun terpotong oleh tanggapan Jiang.


"Ngga masalah. Saya sudah memaafkan anda, kok. Kalau begitu saya permisi"


Baru beberapa saat, sosok Jiang beserta mobilnya itu telah lenyap ditelan kecepatan. Chika berbalik badan dan melihat banyak mobil telah macet dibelakang mobil miliknya yang sempat terhenti. Dengan sigap, dirinya kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Flashback off*


"Kenapa Maria bisa sama Jiang? Apa mereka punya hubungan?" Batinnya bertanya tanya pada dirinya sendiri. Wanita yang tengah berduaan dengan Jiang di dalam mobil siang itu adalah Maria, adik tirinya sendiri.


Chika pun tak habis pikir dengan keberadaan mereka berdua. Jika dibilang rekan kerja, itu pasti tidak mungkin karena Maria belum bekerja apalagi lulus dari pendidikannya. Lalu dengan penampilan mereka yang tak biasa, pasti ada hubungan diantara keduanya.


Cek lek....


Seseorang membuka pintu kamarnya, sontak hal itu membuatnya terkejut lantaran orang tersebut tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu terlihat, ternyata orang itu adalah Bill. Ia segera berjalan menghampiri nya dan langsung memeluk erat tubuhnya. Yah, dia sudah berencana untuk memberikan surprise pada sang suami bahwa ia telah mengandung anaknya yang pasti akan menjadi penerus keluarga Amedeo.


"Tumben, kayanya ada sesuatu" Ucap Bill yang merasa ada bau bau mencurigakan dalam diri Chika.


"Pasti ada maunya, kan?" Imbuhnya dengan tersenyum lebar. Chika menggeleng, ia tersenyum manis pada pria yang masih ada dalam pelukannya.


"Lalu?"


"Coba tebak...." Bill menggeleng, ia memutuskan untuk tidak ingin menebak sesuatu yang ada dalam pikiran Chika.


"Ih, tebak!" Chika merengek, ia melepas tangannya dari tubuh kekar Bill.


"Hmmm.... mau jalan jalan?"

__ADS_1


"Bukan!"


"Mau dinner?"


"Buuukannn...."


"Main? Atau... emmmm"


Begitulah seterusnya, Bill tidak bisa menebaknya dengan benar sampai sampai membuat Chika menjadi geram.


"Ya udah, makanya kasih tau" Ujar Bill sembari mencubit hidung Chika dengan jail.


"Aduh, sakit tau" Rengek nya dengan memegang ujung hidung yang terasa sakit akibat ulah dari Bill. Bill pun menanggapinya dengan tertawa kecil.


"Jadi... aku hamil" Ucap Chika yang sontak membuat Bill tidak percaya. Ia merasa bahwa hal itu hanyalah mimpi. Ia menepuk-nepuk kedua pipinya berulang kali namun tetap saja terasa sakit.


"Cukup... ini bukan mimpi, kok" Papar nya dengan tersenyum lebar ke arah Bill.


"Makasih... makasih ya"


"Ini bukan karena aku doang, ini semua kan usaha kita" Kata Chika. Bill pun jadi salah tingkah dibuatnya.


"Terserah kamu aja"


"Emmmm kalo gitu, aku telfon Ayah Ibu aku dulu buat ke sini. Aku mau kasih tau mereka soal kehamilan kamu" Chika mengangguk.


Drrrttttt.....


"Halo," Sapa Bill sekaligus membuka pembicaraan.


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Jasper. Jarang jarang putra kesayangannya itu menelepon dirinya ditengah kesibukan yang tengah dialami oleh Jasper.


"Kalian bisa ke rumah aku ngga? Aku mau adain dinner di rumah" Balasnya seraya bertanya.


"Bisa kok,"


"Oke. Jam 20.00 tepat ya"


"Oke sayang...."


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎

__ADS_1


Pukul 19.20. Acara dinner di kediaman Amedeo. Seluruh makanan telah dihidangkan di meja makan yang tampak begitu luas. Tampak 8 buah kursi yang ditempatkan disekeliling meja makan.


Chika menatap wajahnya di cermin, malam ini ia mengenakan sebuah dress berwarna ungu muda. Sedangkan Bill mengenakan kemeja putih dengan lapisan jas berwarna abu muda di luar kemeja.


Mereka menuruni anak tangga menuju ruang makan. Setibanya di ruang makan, keduanya pun duduk di kursi yang telah ada. Sembari menunggu kedatangan orang tua dari Bill, mereka pun menyiapkan kata kata yang nantinya akan disampaikan pada orang tua Bill.


Tidak berselang lama, orang yang telah ditunggu kehadirannya pun akhirnya tiba. Mereka duduk saling berhadapan. Tidak lupa juga Alice membawa 2 kotak bingkisan untuk anak serta menantunya.


"Ini..." Ucapnya sambil menyerahkan 2 kotak bingkisan itu pada Chika.


"Ah, makasih" Balasnya seraya tersenyum.


"Tumben banget kalian adain dinner. Ngga biasanya loh" Celetuk Alice. Ia menatap sepasang suami istri itu dengan tatapan curiga.


"Jadi, saya mau kasih tau. Kalo saya hamil"


Deeggggg?!!!! Hatinya tergoyah. Tak percaya dengan kata kata yang baru saja terlontar dari mulut menantunya itu.


"Ka... kamu serius?" Tanyanya dengan wajah yang masih terlihat heran.


"Iya, saya serius"


"Wahhh, selamat ya. Ayah udah lama nunggu hal ini. Akhirnya kesampaian juga" Cetus Jasper. Wajahnya terlihat berseri karena senang dengan berita kehamilan Chika.


"Jadi, apa kita akan rayain ini di rumah kita?" Tanya Alice sambil menatap Jasper. Jasper pun mengangguk sebagai tanda jawaban.


Sudah pasti dua orang itu merasa senang, karena keturunan akan segera hadir di keluarga Amedeo. Setelah cukup lama berbincang, mereka pun akhirnya melanjutkan dengan acara utama yaitu dinner.


"Selamat makan" Ucap mereka serempak.


"Ini, kamu harus makan sayur yang banyak. Ummm... besok Ibu akan ajarin kamu buat kegiatan selama hamil muda. Dan pastikan mulai besok kamu ngga perlu kerja di kantor lagi sebelum anak di dalam kandungan kamu lahir" Papar Alice dengan menaruh beberapa masakan sayuran di piring Chika.


Lusia melirik ke arah Bill sambil tersenyum sinis, "Bukannya ini berlebihan?" Gumamnya.


"Iya. Kamu ngga perlu kerja dulu" Timpal Bill. Kemudian disetujui juga oleh Jasper.


Bersambung....


*Tinggalkan jejak di episode pertama, ya!


*Salam manis dari Author~

__ADS_1


__ADS_2