[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 65 [S2]


__ADS_3

Happy Reading~


Tidak berselang lama, minuman yang dipesan oleh Lusia pun dihidangkan di sebuah meja. Lusia yang sudah tak tahan menahan rasa haus pun langsung meminumnya. Begitu juga dengan Lala.


Setelah beristirahat sejenak dengan meminum jus, keduanya pun melanjutkan berkeliling mal. Lusia mengajak Lala ke sebuah blok pakaian yang di sana terdapat banyak sekali berbagai macam pakaian mewah. Pastinya hal itu membuat Lala begitu takjub.


"Pilihlah...." Ucap Lusia seraya menunjukkan senyuman manisnya terhadap Lala. Lala mengangguk, ia berlari masuk ke dalam toko pakaian itu. Wajahnya terlihat sangat bahagia saat memegang sebuah pakaian. Yah, tentu saja bukan pakaian biasa melainkan pakaian yang hanya digunakan oleh orang orang tertentu saja.


"Kamu mau yang itu?" Tanya Lusia saat melihat Lala memegang sebuah baju berwarna biru muda. Lala terdiam, ia tak merespon pertanyaan dari sang Nyonya setelah melihat harga yang tertera di bandrol.


"Ngga papa kalo kamu suka, ambil aja" Lanjutnya. Lala menggeleng, lalu meminta Lusia untuk pergi ke tempat yang lain saja.


"Kita ke tempat lain saja Nyonya" Ajaknya seraya menarik lengan Lusia.


"Ke--kenapa?" Lusia menghentikan langkahnya, ia menatap Lala dengan wajah datar.


"Di sini terlalu mahal. Sepertinya tidak cocok untuk orang seperti saya" Jawabnya dengan kepala tertunduk. Lusia hanya tersenyum menanggapi ucapan Lala.


"Ngga papa, itu cocok kok buat kamu...."


Beberapa saat kemudian, akhirnya Lala pun mampu terbujuk oleh Lusia. Ia mengambil sebuah baju berwarna biru dan membelinya. Harganya pun tidak tanggung tanggung, yakni seharga 1.222.000.


Kemudian keduanya melanjutkan untuk jalan jalan mengelilingi mal. Niatnya datang ke tempat itu bukan hanya ingin berbelanja menghabiskan uang, tetapi juga untuk refreshing atau solusi saat sedang merasa bosan.


Tap! Langkahnya terhenti, setelah melihat sang Ibu tiri tengah berjalan bersama seorang lelaki asing. Lantas Lusia pun la langsung menghampiri Emma, dengan didampingi oleh Lala.


"Ibu?" Sontak Emma terkejut kalang kabut saat melihat putri tirinya itu memanggilnya.

__ADS_1


"Dia siapa?" Tanya Lusia tanpa basa basi sembari menunjuk pria yang berdiri tepat disamping Ibunya. Lantas Emma pun langsung menarik Lusia agar bisa sedikit menjauh dari pria itu.


"Jangan macem macem, kamu ngga perlu ikut campur! Ngerti?" Tegur nya dengan berbisik di telinga Lusia.


Emma berbalik badan dan memberi kode pada pria tersebut agar segera pergi bersamanya. Pria itupun mengangguk dan menuruti apa kata Emma. Kini keduanya telah angkat kaki dari tempat ini.


"Nyonya, Nyonya tidak apa apa?" Tanya Lala seraya menghampiri Lusia yang masih mematung menatap kepergian sang Ibu tiri.


"Ngga papa" Balasnya sambil menggeleng.


****


Waktu telah menunjukkan pukul 14.22. Awan cerah seketika berubah menjadi gelap. Angin bersiul masuk menghembus setiap ruangan. Guntur juga sudah beberapa kali terdengar, lalu tetesan air perlahan keluar dari awan gelap itu dan membasahi jalanan kota. Seketika jalanan menjadi basah dan beberapa toko terpaksa tutup karena hujan sudah terdengar bergemuruh yang artinya tidak lama lagi akan ada rombongan air yang turun dari langit.


"Nyonya, ayo kita pulang saja" Ajak Lala. Ia khawatir jika mereka akan terjebak di mal karena hujan. Apalagi Lala juga belum menyelesaikan pekerjaannya. Ia takut sang Tuan akan mengetahuinya nanti.


"Oke deh" Dia pun terpaksa menuruti apa kata Lala, meskipun sebenarnya ia masih ingin tetap berada di mal untuk berbelanja barang keinginannya.


Mereka berjalan menuju tempat parkir. Begitu memasuki mobil, sang sopir yang sudah siap pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hanya menggunakan waktu kurang lebih 20 menit, mereka pun akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Sopir itu membukakan pintu mobil untuk Lusia, namun tidak untuk Lala karena Lala sudah terlebih dahulu turun dari mobil sebelum sopirnya membukakan pintu untuknya.


Tap.... tap.... Lusia melangkah masuk ke dalam rumah bersama Lala, beberapa pelayan yang melihat Lala tengah berjalan berdampingan dengan sang Nyonya lantas menjadi geram. Apalagi ia membawa sebuah tas dari mal berisi baju bermerek.


"Saya ke kamar dulu, ya" Kata Lusia. Lala pun mengangguk, kemudian Lusia meninggalkan nya di lantai bawah sendirian. Begitu masuk ke dalam kamar, ternyata sudah ada Bill di sana. Bill yang sebelumnya menatap teman belakang melalui jendela itu pun langsung berbalik badan menatap sang istri.


"Kamu habis dari mana?" Tanya Bill merasa curiga lantaran tidak ada satupun pelayan yang memberitahu kepergiannya bersama Lala.


"Aku habis beli ini dari mal sama Lala" Ujarnya dengan tersenyum ragu. Bill pun mengangguk, ia mengerti apa maksud perkataan Lusia.

__ADS_1


"Kok jam segini udah pulang?" Tanya Lusia. Bill melangkahkan kakinya, ia mendekati Lusia yang masih berdiri di dekat pintu.


"Aku khawatir sama kamu, aku takut terjadi hal yang ngga aku inginin..... kamu baik baik aja, kan?"


"Tenang, aku ngga papa kok. Lagian aku masih hamil muda, toh ngga aakan ada masalah" Lontar nya. Lusia kemudian duduk di sofa dan menaruh tas nya di meja yang terletak dekat dengan ranjang.


"Kamu mau lakuin itu ngga?" Tanya Bill memberi kode. Ia tersenyum pada Lusia sambil mengangkat alis nya berkali kali.


"Ish! Apaan sih?" Karena malu, Lusia pun memalingkan pandangannya dari pria yang duduk di sampingnya itu.


"Ayolah...." Lantaran tak bisa menahan nafsu, Bill pun dengan semangat langsung mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan nya di atas ranjang.


Apa boleh buat? Lusia hanya bisa mengikuti keinginan Bill saja. Bill langsung melepas jas yang dipakainya kemudian membuka kancing kemejanya.


"Hmmmppp!!" Bill mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Lusia. Kemudian ia sampai pada dua gunung kembar milik Lusia yang pastinya begitu nikmat saat dipegang. Tidak ada pria yang pastinya akan menolak hal itu.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


"Sayang..... ajak aku ke mal dong" Ucap seorang wanita. Usianya sekitar 30 tahunan. Ia duduk di samping Kyne dengan pakaian mini ditubuhnya.


Keduanya tengah berpesta di ruang karaoke. Sudah pasti ditemani oleh alkohol. Jarang jarang Kyne datang ke tempat seperti itu saat siang hari. Mungkin kali ini dirinya hanya merasa bosan dan akhirnya memutuskan untuk berpesta di tempat karaoke saat siang hari. Apalagi ditemani dengan kekasih gelapnya. Keduanya sudah menjalin hubungan sekitar 2 bulan yang lalu.


"Iya, nanti aku ajak kamu ke mall" Jawab Kyne dengan menikmati sebotol alkohol.


Sepertinya wanita berusia 30 tahun itu tidak benar benar mencintai Kyne. Sudah jelas, mana ada di dunia ini wanita muda nan cantik mau ber cinta dengan pria tua seperti Kyne.


Bersambung....

__ADS_1


🙂Jangan lupa tinggalkan jejak*


__ADS_2