![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Angin berhembus masuk melalui celah celah ruangan, ruangan kamar yang begitu gelap, hanya ada sepasang suami istri yang tengah melalukan hubungan badan. Mereka yang saling mencintai akan bertahan sampai akhir, meskipun awalnya hanya sebuah keterpaksaan dari salah satu pihak.
"Aku ngga akan pernah pergi dari hidup kamu sebelum takdir memisahkan kita..." Ucap Bill seraya mendekatkan wajahnya pada wanita di hadapannya.
"Janji?" Keduanya pun saling mengikat jari kelingking sebagai tanda perjanjian. Jika ada salah satu yang mengingkarinya, maka ia akan terkena akibatnya.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Waktu menunjukkan pukul 07.12. Sebuah alarm berbunyi dan membangunkan sepasang suami istri itu. Lusia perlahan membuka kedua bola matanya, begitu juga dengan pria yang berada di sebelahnya. Ia turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat adegan panas semalam. Begitu Lusia selesai membersihkan tubuhnya, lalu bergantian dengan Bill yang juga akan mandi.
Setelah keduanya memakai pakaian yang rapi sekaligus untuk memulai kegiatan hari ini, Bill dan Lusia menuju ruang makan. Terlihat berbagai macam makanan telah di sediakan di meja makan. Tidak hanya ada roti dan susu, namun juga ada beberapa buah serta coklat sebagai makanan penutup pagi ini. Baru beberapa saat menyantap makanan, Bill kemudian meminta izin untuk pergi berangkat ke kantornya.
"Aku mau ke perusahaan dulu. Hati hati di rumah... " Cakap Bill seraya mengelus lembut kepala sang istri, kemudian dia juga mengecup keningnya.
******
Ckittt___Bill memberhentikan mobilnya saat lampu lalu lintas bewarna merah. Sambil menunggu warna lampu itu berganti, Bill menyempatkan untuk membuka layar ponselnya sebentar.
"Leon," Sapa Bill setelah asisten pribadinya itu mengangkat panggil darinya.
"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Leon sekaligus menyapa Tuannya.
Kling! Lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau, Bill pun dengan cepat menginjak gas mobilnya masih dengan ponsel di telinganya.
"Percepat waktu rapat, soalnya nanti siang aku ada kesibukan lain" Ujarnya. Leon kemudian mengangguk dan panggilan itupun di akhiri oleh Bill.
Tidak menggunakan waktu lama, Bill akhirnya tiba di halaman perusahaan. Dia memarkirkan kendaraannya di basement terlebih dahulu. Setelahnya Bill menaiki lift dan tiba di ruang kerjanya.
__ADS_1
"Huh...." Bill menarik nafasnya panjang panjang, lalu menghembuskannya.
Begitu waktu menunjukkan pukul 09.00 tepat, ruangan rapat sudah dipenuhi oleh orang orang sibuk. Orang yang terakhir kali memasuki ruangan itu adalah Bill, dia tidak masalah jika terlambat meskipun dalam waktu 30 menit.
"Selamat pagi semuanya, bagaimana kabar kalian?" Tanya Bill dengan diiringi senyuman mengembang di wajahnya. Lalu mereka menjawabnya dengan kompak, "Baik".
Detik demi detik Bill lalui dengan rapat perusahaan. Selama rapat berlangsung, banyak yang mengungkapkan pendapat dari masing masing mereka. Bill pun mampu mendapatkan hasil terbaik berkat pendapat para karyawannya itu.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Sementara itu, Lusia yang merasa bosan di rumah lantas berniat untuk mengunjungi tempat pemakaman orang tuanya serta adik tirinya. Dia bersiap siap dengan menggunakan pakaian yang sopan dengan dibalut kain tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya. Lusia menuju ke pemakaman dengan diantar oleh sopir pribadi suaminya. Hanya dalam waktu beberapa menit, Lusia pun akhirnya tiba di tempat tujuan.
Angin berhembus kencang ke arahnya, lalu dedaunan rontok dari batang pohonnya. Wanita itu perlahan mendekati sebuah makam orang tuanya, tanpa disengaja ternyata cairan bening telah membasahi wajahnya. Dia tidak bisa menahan rasa sedih ini, itulah sebabnya dia menangis.
" Nyonya, anda baik baik saja?" Tanya sopir itu sambil mendekati Lusia yang terlihat menangis. Lalu Lusia menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Meskipun begitu, sang sopir masih saja merasa khawatir dengan situasi saat ini. Bisa bisa Tuannya marah kepadanya karena sang istri yang menangis.
"Pak, berhenti" Ucapnya tiba tiba yang sontak membuat sang sopir jadi rem mendadak. Lusia turun dari mobil dan masuk ke dalam toko swalayan itu, dia tak ingin didampingi sopirnya lantaran hanya akan masuk ke dalam toko.
Selama di dalam toko, Lusia mengambil beberapa makanan ringan untuk mendampingi nya nonton film nanti malam. Dia juga mengambil sebuah snack dari rasa yang gurih, pedas hingga barbeque. Tak lupa baginya untuk membeli coklat kesukaannya.
Setelah selesai memilih beberapa makanan, Lusia pun berjalan menuju kasir. Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang wanita yang tengah berdiri sebagai pelayan kasir itu ternyata adalah Catarin, teman semasa SMA nya dulu. Tidak hanya Lusia yang terkejut, tetapi juga Catarin yang ikut terkejut begitu melihat perut buncit temannya.
"Lusia, kamu..." Lusia perlahan mendekati Catarin yang ternganga, dia lalu tersenyum ke arahnya.
"Kamu hamil?" Lanjut ucapnya dengan wajah yang masih terkejut. Lusia hanya mengangguk sebagai tanda jawaban.
"Ngga nyangka, di usianya yang masih muda. Temen aku sendiri hamil?" Pikirnya dalam hati.
"Kamu jadi kasir?" Tanya Lusia seraya menatap gadis di hadapannya itu dengan wajah penuh belas kasihan. Lalu Catarin mengangguk, dia kemudian menundukkan kepalanya. Seakan tak ingin memberitahu masalah yang sebenarnya terjadi padanya.
__ADS_1
"Loh? Terus sekolah kamu...?" Lanjutnya bertanya, tetapi Catarin hanya tersenyum dan tidak menjawab. Dia langsung menghitung jumlah belanjaan Lusia untuk mengalihkan topik.
"Totalnya xxx" Wanita itu memberikan sebuah black card, lalu di tolak oleh Catarin.
"Kenapa?" Tanya Lusia merasak heran lantaran Catarin menolak kartu yang ia berikan.
"Aku yang bayar aja" Balasnya sambil tersenyum lebar.
"Tapi kan belanjaan aku banyak,"
"Udah, ngga papa. Anggap aja sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu udah bantuin aku waktu itu... "
*****
Tak berselang lama, Lusia akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Sang sopir membukakan pintu mobil untuk Lusia, kemudian Lusia pun turun dari dalam mobil. Dia melangkah masuk ke dalam rumahnya, dan terlihat ruang tamu yang sudah penuh dihiasi dengan benda benda mewah yang pastinya mahal.
"Ini kok," Lusia menatap sekeliling, dan terlihat banyak orang yang tengah mendekor ruangan.
"Selamat siang Nyonya" Sapa Vien yang baru muncul dari balik pintu, seketika membuat Lusia terkejut.
"Ini adalah perintah dari Tuan Bill" Imbuhnya seraya tersenyum manis.
Bersambung.....
🌺Jangan lupa untuk dukungannya teman teman
🌺Kalian bisa gift, atau nonton iklan
🌺Like dan komen jika suka
__ADS_1