![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
**************
"Lusia! Ikut aku!" Ucap seorang lelaki sambil menarik tangan Lusia. Namun Lusia tidak tau siapa lelaki yang menarik tangannya karena dia tidak berani membuka mata.
Saat pesawat hampir terjatuh, lelaki itu bersama Lusia nekat keluar dari pesawat menggunakan parasut yang dibawa oleh lelaki tersebut. Akhirnya mereka pun mendarat dengan sedikit kegagalan karena menabrak sebuah bukit di tepi laut.
Karena sempat menabrak bukit, kepala Lusia tidak sengaja mengeluarkan darah dan menjadi tidak sadarkan diri. Sedangkan lelaki itu terus memeluk erat tubuh Lusia yang lemah. Mereka akhirnya bisa mendarat di tepi sungai yang tidak terlihat satupun orang di sana.
"Tolong!!! Tolong kami!!!!" Teriak lelaki itu sambil terus berjalan kesana kemari untuk mencari bantuan. Lusia yang sudah tidak sadarkan diri itu akhirnya dibawa oleh lelaki tersebut.
Karena tidak ada satupun orang, lelaki itu akhirnya berusaha sendiri agar bisa keluar dari pulau kecil ini. Tanpa disengaja, dia melihat sebuah perahu kecil dan dibawanya untuk ke tempat permukiman. Dia dibantu oleh google maps untuk mencari jalan keluar dari sana. Tak lama setelahnya, sebuah pesawat yang tadi ditumpangi oleh mereka pun terjatuh ke laut itu. Sedangkan mereka berdua bisa selamat berkat parasut.
Sekitar 3 jam lamanya lelaki itu menaiki perahu kecil bersama Lusia, akhirnya mereka tiba di sebuah permukiman. Secepat mungkin lelaki itu membawa Lusia ke rumah sakit terdekat agar Lusia bisa terselamatkan.
**************
"Aaaaaaaa!!!!!!!" Lusia berteriak. Ia terbangun dari kritis nya setelah 3 hari tidak sadarkan diri. Dia melihat sekeliling ruangan dan nampak sebuah benda aneh menempel di kepalanya.
"Ethan.... laki laki itu adalah Ethan. Kenapa dia ada di sana? Apa tadi cuman mimpi? Kalo aja tadi mimpi.... kenapa aku masih bisa selamat?" Batin Lusia. Dia terus kepikiran dengan mimpi anehnya tadi.
Drap drap drap!! Dari arah luar terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat menuju ke ruangannya. Lalu setelah itu pintu ruangan pun terbuka dan tampak dua orang yang datang. Wajahnya begitu Lusia kenali, kedatangan mereka membuatnya begitu heran dan kebingungan.
"Lusia...." Ethan berlari ke arahnya kemudian langsung memeluk erat tubuh Lusia yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Hikss...... hiks.... maafin aku karena ngga bisa jagain kamu" Kata Ethan dengan rintihan tangis yang membasahi wajah tampannya. Lusia segera menyingkirkan tangan yang menempel di tubuhnya itu dan memalingkan pandangannya.
"Ngga usah sok perduli" Cetus Lusia membuat Ethan jadi merasa tambah bersalah.
__ADS_1
"Kenapa kalian bisa ada di sini bareng bareng? Apa ini semua rencana kalian?" Tanya Lusia pada Ethan dan Cattie.
"Maafkan saya, sepertinya anda sangat marah pada saya karena melihat kami berada di sini," Ujar Cattie dengan kepala tertunduk. Dia juga sempat mengeluarkan cairan bening dari kedua bola matanya.
"Berarti tadi itu bukan mimpi. Ethan bener bener selamatin aku" Batin Lusia.
"Kamu sempet---" Ucapan Ethan terjeda setelah Lusia memotongnya.
"Aku tau. Kalo udah ngga ada urusan lagi, silahkan keluar" Usir Lusia dengan tangan sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
"Aku mau jelasin tentang Cattie. Kamu pasti juga ngerasa aneh, kan?" Ethan berusaha meyakinkan Lusia kalau mereka sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jatuhnya pesawat.
"Pergi!!!!" Seru Lusia. Wajahnya kini tidak bisa menahan air mata lagi dan akhirnya air mata pun tak sengaja keluar dari kedua bola matanya.
Ethan yang merasa telah menyakiti perasaan Lusia pun akhirnya menurut untuk keluar bersama Cattie dan meninggalkan Lusia sendirian di ruangan itu.
Flasback on.....
Dan saat penerbangan menuju Amerika, sebenarnya Ethan juga berada di pesawat yang sama dengan Lusia. Setelah sampai di Washington Amerika Serikat, Ethan membuat rencana dengan sepupunya yang tinggal di Amerika. Sepupu Ethan adalah Cattie.
"Kak, aku mau minta tolong kamu buat jadi temen Lusia" Ethan memohon pada kakak sepupunya itu. Usia mereka memiliki selisih 3 tahun.
"Lusia? Siapa Lusia?"
"Lusia itu.... temen aku. Intinya aku mau kakak jagain dia dan jadi temen dia. Selanjutnya aku yang atur rencana" Lanjut ucap Ethan.
Cattie pun akhirnya setuju dan Ethan mulai merancang rencana. Saat pertemuan Lusia dengan Cattie pertama kalinya di toko buku, itu juga termasuk bagian dari rencana yang sudah dirancang oleh Ethan.
Sampai pada akhirnya saat Lusia akan pulang ke Indonesia, Ethan merasa ragu karena cuaca hari itu juga sedang buruk. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan, Ethan pun memesan penerbangan ke Indonesia dengan pesawat yang sama dengan Lusia. Dirinya hanya bisa berjaga jaga dengan membawa sebuah parasut.
__ADS_1
***Flashback off***
Setelah mendengar kabar bahwa Lusia berada di rumah sakit di Texas, Bill beserta asistennya itu segera bergegas ke sana. Mereka memesan tiket penerbangan pesawat ke Texas agar bisa sampai lebih cepat. Setelah tiba di Texas dengan perjalanan yang singkat, Bill segera mencari rumah sakit yang diberitahukan oleh seseorang mengenai keberadaan Lusia.
"Kita ke rumah sakit A" Ujar Bill pada seorang sopir taxi. Karena tidak ada pilihan lain, Bill pun terpaksa menaiki taxi bersama dengan Leon meskipun sebenarnya dia sangat membenci kendaraan ini.
Tidak memakan waktu lama mereka pun tiba di rumah sakit A. Bill menanyakan dimana ruangan atas nama Lusia. Dan penjaga itu memberitahunya.
"Lusia,," Sapa Bill ketika memasuki ruangan itu. Lusia yang tadi sedang terlelap, dia langsung terbangun karena mendengar suara yang sangat dinanti-nanti selama ini.
"Bill?" Bill mendekati Lusia.
Matanya itu menatap wajah Lusia dengan tatapan kesal. Namun Lusia tidak menanggapinya dan hanya terdiam tanpa berucap.
"Kamu keluar" Perintah Bill pada Leon. Leon pun menuruti perintah dari Bill dan segera keluar dari ruangan tersebut.
"Aku ngga tau kenapa kamu tiba tiba ada di rumah sakit Texas" Seloroh Bill dengan mata yang masih menatap wajah Lusia.
"A---aku"
"Yahh... tapi aku ngga perlu tau sih kenapa kamu tiba tiba ada di sini" Ujar Bill memasang raut wajah santai.
"Sore nanti kita pulang ke Indonesia" Lanjut ujarnya. Sontak Lusia dibuat kaget dengan ucapan Bill barusan. Entah apa yang dipikirkan oleh Bill kenapa dia memutuskan untuk pulang nanti sore dengan keadaan Lusia yang masih begitu lemah.
Tak lama setelah itu, Bill keluar dari ruangan dan melihat 3 orang yang berada di depan pintu. Bill bingung dengan kehadiran 2 orang yang tidak ia kenali.
"Kalian siapa?" Tanya Bill sinis.
"Aku Ethan, orang yang udah selamati Lusia" Papar Ethan dengan nada sedikit tinggi karena merasa kesal dengan Bill.
__ADS_1
"Oh" Namun Bill hanya menanggapinya dengan biasa. Kemudian Bill serta Leon pergi dari rumah sakit itu menuju bandara untuk memesan tiket pesawat.
Bersambung.....