![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Tidak menggunakan waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Suasana halaman yang begitu sunyi dengan dipenuhi banyak lampu membuat daya tarik tersendiri. Seperti biasa, Vien membukakan sebuah pintu mobil untuk Lusia.
"Nyonya," Panggil Vien, Lusia pun menoleh.
"Iya? Kenapa?" Tanya Lusia merasa penasaran mengapa Vien memanggilnya.
"Sebaiknya anda menjaga jarak dengan pria tadi, saya khawatir jika publik memikirkan hal aneh aneh, bisa saja mereka beranggapan kalau Nyonya dengan pria tadi ada hubungan," Cetus Vien yang kemudian membuat Lusia merasa gelisah. Ada benarnya juga apa yang baru saja Vien katakan padanya.
"Iya" Balasnya dengan di iringi sebuah anggukan kecil. Lusia pun beranjak masuk kedalam rumah sedangkan Vien pergi meninggalkan kediaman Amedeo dengan mobilnya.
Lusia meletakkan tas kecilnya di atas meja, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya perlahan menutup karena sudah tidak tahan menahan rasa kantuk dimatanya sejak masih berada di perusahaan.
"Uhh.... Ethan," Lusia terus memikirkan soal Ethan. Ia khawatir Ethan akan terus menemuinya ke perusahaan, sedangkan statusnya sekarang adalah seseorang yang telah bersuami.
⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎
Kring!!! Suara alarm berbunyi nyaring tepat di telinga Lusia. Ia segera bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ruang kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia juga sempat ketiduran tadi malam dikarenakan rasa kantuk yang sudah tidak mampu ia tahan.
Setelah cukup lama merias dirinya, Lusia pun berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Ia hanya melihat sebuah roti panggang serta susu yang dihidangkan di meja makan tersebut. Rasa penasaran terus muncul di benaknya lantasan hanya itu saja yang dihidangkan.
"Pelayan! Pelayan!" Teriaknya memanggil pelayan. Salah seorang pelayan pun datang menghampirinya yang kini tengah duduk di kursi makan.
"Iya, Nyonya" Ucapnya setelah tiba dihadapan Lusia.
"Kenapa cuman ada roti panggang sama susu doang?" Tanyanya merasa begitu heran.
__ADS_1
"Nyonya tanya saja pada Tuan," Ucapnya yang kemudian membuat Lusia menjadi tambah kebingungan. Lantas pelayan itupun langsung pergi meningalkan Lusia, ia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
Tak lama setelah itu, sosok pria tiba tiba datang ke ruang makan dengan penampilan seperti koki. Pria itu adalah Bill.
"Pffttt," Lusia yang merasa penampilan Bill begitu lucu pun menertawakannya.
"Kenapa?" Tanya Bill dengan raut wajah heran.
"Ngga papa," Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya dengan tangan yang di kibas kibas kan.
"Ini... kamu yang masak?" Lusia memastikan. Bill hanya mengangguk sebagai tanda jawaban.
"Pantes aja pelayan tadi bilang tanya sama Tuan. Tapi kenapa tiba tiba Bill masak?" Batinnya merasa heran.
Setelah menghabiskan waktu berdua di ruang makan, mereka pun pergi ke tempat tujuan masing masing. Karena Vien yang mendadak sakit pagi ini, membuat Lusia terpaksa membawa mobil sendiri ke perusahaan. Tapi sebenarnya hal ini juga tidak masalah baginya.
Lusia menaiki sebuah lift yang sudah dipenuhi dengan orang orang. Hari ini Lusia hadir di perusahaan lebih awal dari biasanya. Setelah tiba di lantai tujuan, Lusia langsung memasuki ruangan yang tak lain lagi adalah ruangan kerjanya. Ia duduk disebuah kursi yang biasanya ia duduki. Belum juga sempat menarik nafas panjang, telepon perusahaan itu berbunyi.
"Halo," Sapa Lusia setelah mengangkat panggilan tersebut.
"Selama pagi Bu, saya ingin menyampaikan bahwa meeting hari ini dipercepat karena klien sudah datang" Ucapnya memberi tahu. Lusia sendiri baru ingat kalau hari ini akan ada meeting perusahaan dengan perusahaan YN Group.
"Oke oke, makasih ya" Balasnya kemudian langsung mengakhiri panggilan.
Waktu menunjukkan pukul 08.30, terlihat sebuah ruangan telah penuh dengan orang orang asing. Lusia memasuki ruangan tersebut dengan didampingi oleh seorang asisten pengganti Vien.
"Selamat pagi semuanya, saya Lusia" Sapanya yang kini telah berdiri di tengah orang orang itu. Beberapa diantaranya adalah Joshlia, wanita pemilik perusahaan YN Group.
__ADS_1
Cukup lama Lusia menghabiskan waktu berada di ruangan itu, acara meeting akhirnya berjalan dengan lancar. Satu persatu orang keluar dari ruangan tersebut setelah acaranya selesai. Terkecuali dengan Joshlia yang masih setia duduk di kursinya.
"Nn. Lusia.... apa anda sudah sehat?" Tanyanya merasa khawatir dengan keadaan Lusia yang sebelumnya mengalami sebuah kecelakaan. Sudah jelas kejadian itu beredar dimana mana bahkan sampai ke berita utama.
"Ya... saya udah sehat sekarang. Saya baik baik aja kok," Cetus nya dengan senyuman yang terlihat mengembang diwajahnya.
"Kenapa anda bisa kecelakaan? Apa anda sangat sibuk hari itu sampai terburu buru dan akhirnya hilang kendali?" Imbuhnya bertanya lagi. Lusia hanya mengangguk berbohong. Dia tidak ingin memberitahu alasan sebenarnya mengapa ia mengalami sebuah kecelakaan.
⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎⚛︎
Beberapa hari telah berlalu, setiap kali ia hendak pulang dari perusahaan, dirinya selalu saja menjumpai sosok pria yang sangat dibencinya. Pria itu selalu duduk di sebuah kursi yang terletak di depan perusahaan. Kursi panjang yang biasanya selalu digunakan oleh orang orang yang hendak beristirahat di tengah perjalanan.
Mungkin sudah hampir satu minggu Lusia selalu menjumpai Ethan di tempat yang sama. Berbeda dengan malam ini ketika Lusia keluar dari basement. Dia sudah tidak melihat Ethan di tempat itu lagi. Lusia pun bertanya tanya dalam benaknya apa yang sudah terjadi pada Ethan mengapa dirinya sudah tidak lagi terlihat. Namun rasa lega juga datang pada diri Lusia karena Ethan tidak lagi berada di sana.
Ckitt___ Lusia menghentikan mobilnya di depan sebuah penjual kue cookies. Ia menghampiri penjual tersebut dan membeli kue jualannya.
"Pak, saya beli 1 bungkus" Ucapnya memberitahu pada sang penjual.
"Oke, tunggu sebentar ya" Kata penjual itu. Sudah sekian lama Lusia selalu melewati jalan ini setiap berangkat dan pulang bekerja, namun baru kali ini dia melihat sebuah toko kecil di pinggir jalan. Karena penasaran, Lusia akhirnya mencoba untuk membelinya.
"Ini Nona" Ujar sang penjual memberikan sebuah kotak berisi kue cookies pada Lusia.
"Harganya berapa?" Tanya Lusia setelah menerima kue tersebut.
"$3 Nona"
"Ini, kembaliannya ambil aja" Lusia memberikan uang lebih pada penjual itu dan kemudian langsung memasuki mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang agar tidak lagi terjadi sebuah insiden kecelakaan.
__ADS_1
Bersambung....