![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Langit sore menjelang malam terlihat begitu indah. Berwarna warni karena disertai warna jingga dan kuning. Jalanan kota terlihat semakin padat, karena beberapa orang memang sedang beraktivitas dengan kendaraan mereka. Lusia terduduk diam di kursinya, ia terus menatap layar ponsel dan terlihat waktu telah menunjukkan pukul 16.53.
"Huh, pulang sekarang aja deh" Ucapnya pada diri sendiri. Ia bangkit dari kursi kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar masuk ruangan. Lusia melihat ke sekeliling, terlihat beberapa pekerja yang sedang berjalan ke sana kemari membawa beban pekerjaan mereka yang tak lain lagi dan bukan lain adalah lembaran kertas. Berbeda dengan Lusia yang kini sudah bisa bersantai dan hanya tinggal menunggu kedatangan seseorang untuk menjemputnya.
Setelah cukup lama dirinya berdiri di tempat itu, namun orang yang telah lama ia tunggu tidak juga kunjung datang. Rasa penasaran kuat terus terlintas di benaknya lantaran orang itu tidak terlihat sejak pagi. Dipikirnya seperti orang misterius saja yang hilang tiba tiba. Setelah mulai lelah, ia pun membuka layar ponselnya dan menghubungi seseorang. Dan tak lama kemudian orang itupun mengangkat panggilan dari nya.
"Ha--halo Vien" Ucap Lusia sekaligus membuka pembicaraan.
"Iya Nyonya," Balasnya dengan suara dingin berbeda dari biasanya.
"Kamu kemana aja, sih? Saya udah mau pulang, dan kamu belum jemput saya. Sejak tadi pagi kamu ilang kemana?" Celoteh nya lantaran kesal dengan Vien yang sudah menghilang sejak tadi pagi.
"Maaf Nyonya, saya ada urusan mendadak sampai tidak bisa menghubungi Nyonya... "
"Ya udah, sekarang kamu jemput sa---" Ucap Lusia terjeda karena Vien tiba tiba mengakhiri panggilannya.
"Dia kenapa, sih?"
Lusia masuk ke dalam lift, terlihat banyak orang yang juga berada di dalam sana. Setelah sampai di lantai paling bawah, Lusia keluar dari lift. Ia berjalan dengan langkah cepat menuju halaman gedung perusahaannya untuk mencari taxi. Belum lama ia berdiri di sana, sebuah mobil tiba tiba berhenti tepat di hadapannya. Lusia hanya merasa heran dengan pengemudi itu karena menghentikan mobilnya tidak di tempat yang benar.
Klak.... seseorang turun dari mobil. Lantas Lusia menjadi terkejut setelah melihat pria yang kini berdiri di hadapannya. Ia memalingkan pandangan dari pria itu, kemudian mencoba untuk menjauh dengan langkah kakinya yang pelan.
"Tunggu," Ucap pria itu, ia menghentikan langkah Lusia dengan tangannya yang kini memegang erat tangan Lusia.
__ADS_1
"Maaf, aku ngga ada waktu" Paparnya dengan wajah acuh tak acuh.
"Aku mau ngomong sesuatu, ini rahasia yang selama ini belum aku ungkapin ke kamu" Katanya berusaha meyakinkan Lusia.
"Rahasia? Heh... sejak kapan ada rahasia di hidup kamu?" Ia kesal, dan berbicara dengan nada yang tinggi.
"Aku janji, setelah pertemuan kita kali ini... aku ngga akan muncul lagi di hadapan kamu"
Degggg!!!! Hatinya tergoyah, mendengar ucapan yang baru saja terlontar dari mulut pria itu. Entah mengapa, tubuhnya menjadi lemas. Padahal selama ini itulah yang sudah diharapkan olehnya.
"Oke," Balas Lusia. Ia menyetujui permintaan pria yang kini berada di hadapannya.
Mereka berdua menuju sebuah cafe terdekat dengan menggunakan mobil yang di bawa oleh pria itu. Begitu tiba di tempat tujuan, Lusia langsung turun dan berjalan masuk ke dalam cafe tersebut bersama dengan pria yang kini berjalan di belakangnya. Mereka duduk di sebuah kursi dekat dengan pintu keluar masuk. Sebelum membicarakan hal penting yang katanya adalah rahasia, mereka pun memesan minuman untuk pendamping mengobrol.
"Kak, pesan!" Wanita dengan pakaian kerja cafe itu menghampiri keduanya dengan membawa sebuah buku catatan pesanann. Kemudian Lusia mengatakan pesanan yang ingin di pesannya.
Selang beberapa waktu, pesanan pun di hidangkan dengan minuman yang paling sederhana di cafe tersebut.
"Rahasia apa?" Tanya Lusia dengan rasa penasaran kuat.
Ethan, dia adalah pria yang kini sedang duduk berhadapan dengan Lusia. Kepalanya sedikit ditundukkan kemudian menghela nafas panjang panjang.
"Sebenernya.... kita satu darah" Ucapnya yang sontak membuat Lusia terkejut. Ia sama sekali tidak bisa berkata apa apa, bahkan mulutnya terasa kaku saat ingin berbicara.
"Hah... haha. Bercanda? Ngga usah berlebihan" Lontar nya dengan menunjukkan senyuman sinis.
__ADS_1
"Jadi... alasan kenapa selama ini aku selalu perduli sama kamu dan aku berusaha jaga kamu... itu karena, kita satu Ayah" Imbuhnya. Lusia terdiam, wajahnya langsung terlihat memucat.
"Aku ngga percaya"
"Udah aku duga, kamu ngga akan percaya"
"Mana mungkin kamu percaya sama omongan aku, kan?" Lanjut ucapnya sembari mengusap kepala dengan tangannya itu.
"Iyalah!"
"Tapi aku mohon, dengerin dulu penjelasan aku" Ethan berusaha meyakinkan, ia ingin semua rahasia yang dipendam nya selama ini di ungkapkan pada Lusia.
**Flashback on....
Sebuah alasan membuat sepasang suami istri itu berpisah. Ayah Ethan, ia selalu sibuk dengan ponselnya dan selalu pulang larut setelah bekerja. Setiap pulang dari kantornya, penampilannya sudah berantakan. Seringkali Ibu Ethan menemukan sebuah bekas lipstik perempuan. Rasa curiga terus terlintas di benaknya. Namanya adalah Yena, wanita yang baru berusia 23 tahun dan baru menikah dengan Kyne 4 tahun lalu. Ia melahirkan anak pertama dan diberi nama Ethan. Kini usia Ethan baru 3 tahun.
Lalu suatu hari, Yena akhirnya terpaksa memutuskan hubungan keluarga dengan Kyne. Lalu dengan mudahnya, Kyne menyetujui permintaan dari sang istri.
Setelah beberapa hari berpisah, Yena mendengar kabar kalau suaminya itu telah menikah lagi dengan seorang wanita yang sudah memiliki seorang anak. Wanita itu adalah Shania. Ibu kandung dari Lusia, saat itu Lusia masih berusia 3 tahun, usianya memang sama dengan Ethan. Dia masih belum mengerti apa apa lantaran di usianya yang masih begitu kecil.
Beberapa bulan kemudian, Yena akhirnya menikah dengan seorang pejabat. Pria itu sangat kaya raya bahkan melebihi kekayaannya di rumah tangga yang sebelumnya. Ia sangat bahagia, senang dan gembira bercampur menjadi satu setelah menikah dengan pria itu. Namun rasa cinta masih terpendam di dalam hati Yena. Ia masih mencintai Kyne yang sekarang sudah menjadi mantan suaminya.
Ia pun mencoba untuk mencari informasi mengenai kehidupan Kyne dengan selingkuhan nya. Ia menyuruh pria dari salah seorang anak buah suaminya untuk mencari informasi mengenai Kyne. Setelah dicari tahu, ternyata Kyne sudah menjalin hubungan dengan Shania sejak Yena baru menikah dengan Kyne. Mungkin Kyne melakukan ini karena dirinya juga tidak mencintai Yena, mereka juga menikah karena sebuah perjodohan yang akhirnya dilakukan dengan terpaksa.
Namun selama ini Yena mengira kalau Kyne sudah bisa menerimanya, sebagai bukti mereka sudah memiliki anak yaitu Ethan. Tapi ternyata salah, hubungannya dengan Kyne ternyata belum seberapa. Karena selama 3 tahun ini Kyne ternyata sudah mengelabui Yena dengan menduakan nya bersama Shania.
__ADS_1
Bersambung....
Flashback masih belum selesaiπ€£ππ€ππ, penasaran? Next ya di eps berikutnya! Author tetap update setiap hari, kok.