[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 51


__ADS_3

Happy Reading~


Suasana di dalam kamar begitu sunyi. Hanya ada suara jarum jam yang terus berputar. Bill menatap wajah Lusia. Ia berjongkok dan mendekatkan wajahnya pada Lusia. Seketika Lusia langsung membuka matanya dan terbangun.


"Ayo sarapan" Cetus Bill sembari memberikan sebuah roti panggang disertai segelas susu. Lusia terdiam, dia tak menghiraukan pria yang tengah berada di hadapannya.


"Kalian taruh aja di situ," Kata Bill pada tiga orang pelahan tersebut. Mereka pun menaruh makanannya di atas sebuah meja sesuai perintah dari Bill.


"Keluar" Lanjutnya yang kemudian langsung dilaksanakan oleh tiga pelayan itu.


"Kenapa diem? Ngga mau makan?" Tanya Bill dengan menunjukkan raut wajah dingin terhadap Lusia. Matanya menatap sang istri penuh dengan ke jengkel an lantaran Lusia tidak menghiraukan nya.


"Lusia!" Bentak Bill yang sontak membuat Lusia jadi menatapnya penuh dengan rasa heran.


"Aku yang ngga mau, kok kamu yang marah marah?" Celoteh Lusia. Ia kemudian bangkit dari ranjang dan berjalan menuju pintu keluar dari kamar. Sontak Bill langsung menarik lengannya dan mengikatnya ke atas. Kini wajahnya begitu dekat dengan Lusia dan mereka saling bertatapan.


Tanpa pikir panjang, Bill langsung mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Lusia. Satu ciuman saja sudah cukup baginya. Lusia menunduk, ia menjadi malu lantaran sebuah adegan baru saja mereka lakukan ditengah perdebatan. Lalu Bill pun melepaskan tangannya dari tangan Lusia agar membuat Lusia bisa lebih leluasa.


"Nanti malam, kita ke acara lelang" Ucap Bill yang kemudian dibalas dengan anggukan kecil oleh Lusia. Setelah itu, Bill melangkahkan kakinya keluar dari ruang kamar menuju halaman rumah. Di sana terlihat Leon yang sedang bermain ponsel di dalam mobil. Begitu melihat sang Tuan muncul, lantas Leon langsung keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobilnya untuk Bill.

__ADS_1


"Jalan" Ucap Bill dengan suara dingin seperti es batu. Leon pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti biasanya. Tak heran jika Bill selalu datang tepat waktu ke perusahaan.


Setelah kepergian Bill dan Leon, Lusia pun menuju halaman rumah. Seperti biasa yang ia lakukan, yaitu menunggu sang asisten menjemputnya dengan mobil. Tidak menggunakan waktu lama, orang yang tengah ditunggu pun akhirnya tiba. Ia langsung membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Lusia.


Sekitar 30 menit lamanya berada diperjalanan, mereka pun akhirnya tiba di perusahaan MGK. Vien memarkirkan mobilnya di basement kemudian mereka masuk ke dalam perusahaan bersama sama. Seperti biasa mereka menaiki lift agar bisa cepat tiba di lantai tujuan.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Waktu menunjukkan pukul 17.07. Lusia meletakkan ponselnya di atas meja. Ia berjalan ke sana kemari menunggu kedatangan sang suami yang janjinya akan menjemputnya ke perusahaan MGK pukul 17.00. Namun sampai saat ini Bill belum juga tiba di perusahaan MGK yang akhirnya membuat Lusia menjadi ragu dengan janji Bill.


Tok tok.... Sebuah ketukan pintu terdengar, Lusia bergegas menuju pintu dan membukanya. Ia sangat bahagia saat melihat Bill yang kini sudah berada di depan mata. Entah kenapa rasanya begitu bahagia jika di dekat pria itu. Lusia tersenyum, ia kemudian mengambil tas kecilnya yang sebelumnya ia letakkan di sofa.


Bill mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, mereka pun tiba di kediaman Amedeo dengan menggunakan waktu kurang lebih 15 menit. Begitu masuk ke halaman rumah, Lusia langsung turun dari mobil yang juga diikuti oleh Bill. Ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk bersiap siap. Hal itu juga sama dilakukan oleh Bill.


****


"Aku pake dress ini, kayanya bagus deh" Ucap Lusia pada dirinya sendiri ketika memegang sebuah dress berwarna putih. Ia menatapnya melalui cermin untuk memastikan apakah dress itu cocok dipakai olehnya atau tidak. Setelah mencobanya, ternyata dress putih itu begitu bersinar apalagi jika digunakan saat malam hari. Setelah cukup lama memilih dress, kini ia hanya tinggal memasang beberapa perhiasan yang biasa ia pakai.


Cek lek.... pintu kamarnya tiba tiba terbuka dan terlihat sosok Bill yang tengah menatapnya. Lusia tersenyum, ia kemudian menghampiri Bill dan mereka bersama sama menuju halaman rumah untuk menaiki mobil. Setelah itu Bill langsung melajukan mobilnya menuju ke tempat acara pelelangan liontin yang hanya ada satu di dunia. Tentu liontin itu tidak akan ia sia sia kan, karena baginya sesuatu yang hanya ada satu di dunia sangatlah berharga.

__ADS_1


Selama diperjalanan, Lusia terus menunjukkan wajah bahagianya terhadap Bill meskipun Bill hanya terdiam dan tidak menanggapinya. Ditambah dengan udara sejuk malam hari membuatnya menjadi tenang.


"Huh... Bill serius ngga ya mau ajak aku ke tempat lelang. Kok aku tiba tiba ragu?" Batinnya seraya menatap ke arah jalanan dari jendela mobil yang terbuka.


Cukup lama berada diperjalanan, mereka pun akhirnya tiba di depan sebuah gedung besar yang tak lain lagi adalah tempat lelang barang berharga. Bill memarkirkan mobilnya di sebuah tempat parkir yang telah di sediakan, kemudian mereka memasuki gedung itu bersama sama layaknya seorang pasangan serasi.


"Lusia...." Ucap seseorang dari kejauhan. Penampilan nya hanya menggunakan sebuah hoodie dengan sebuah jaket di luarnya. Celananya berwarna hitam yang membuat orang itu tampak mencurigakan.


Lusia dan Bill duduk di sebuah kursi paling depan. Di dalam sana sudah terlihat ramai orang orang yang berharap akan mendapatkan barang impian mereka. Namun sepertinya tidak, kerena Bill akan melakukan apa saja demi mendapatkan liontin itu.Selang beberapa waktu, kursi di sana pun sudah mulai terlihat penuh. Kemudian seorang pejabat lelang membuka acara pelelangan pada malam hari ini.


"Ekhem... ekhem.... selamat malam semuanya, selamat datang di acara pelelangan liontin yang hanya ada satu di dunia. Perkenalkan nama saya Johnny, saya adalah pejabat lelang yang mengadakan lelang malam hari ini" Ucap pria itu yang ternyata bernama Johnny. Kemudian para pengunjung pun memberi tepuk tangan serta sorak sorai yang begitu meriah.


"Pelelangan liontin dimulai dari harga terendah yaitu $10.000. Harga bisa dinaikkan dengan kelipatan 5" Imbuhnya.


"$.10.000" Beberapa dari mereka ada yang mengangkat tangan dengan harga yang terendah dan seterusnya. Kini hanya terisa empat orang yaitu Bill serta tiga orang lainnya. Satu diantaranya adalah pria misterius yang entah siapa. Setelah cukup lama bersaing, akhirnya hanya terisa Bill dan pria misterius itu. Suasana menjadi menegangkan lantaran mereka berdua terus berebut dan menaikkan harga liontin tersebut.


"Bill, udah... aku ngga yakin kalo kamu sanggup dengan harga segitu" Papar Lusia dengan suara lirih. Ia merasa khawatir karena Bill terus menaikkan harganya. Dan tidak sedikit angka yang ia naikkan. Di sisi lain, Lusia terus bertanya tanya pada dirinya sendiri, 'Siapa pria yang tengah bersaing dengan Bill sebenarnya?'


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2