[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 36


__ADS_3

Happy Reading~


Jalanan kota begitu ramai. Kendaraan yang dibawa orang orang menyebabkan udara menjadi kotor. Ditambah dengan cuaca yang begitu panas membuat suhu bumi seperti tertelan matahari. Lusia mengambil ponselnya dari dalam saku, ia menghubungi seseorang menggunakan telepon tersebut.


"Halo, ini siapa?" Tanya seorang wanita sekaligus membuka pembicaraan. Ia adalah Joshlia, orang yang baru saja Lusia hubungi menggunakan ponselnya sendiri.


"Ah, selamat siang. Saya Lusia selaku pemilik perusahaan MGK. Ada yang ingin saya bicarakan mengenai kerja sama perusahaan yang kita bahas kemarin, apa kita bisa bertemu?" Ucap Lusia tanpa basa basi.


"Ba--baiklah, ayo kita bertemu dan membahas lagi soal kerja sama perusahaan" Joshlia begitu bersemangat ketika Lusia mengajaknya bertemu.


"Kita akan bertemu dimana?" Tanya Joshlia.


"Di cafetaria,"


Selang beberapa waktu, mereka pun akhirnya bertemu dalam satu ruangan. Dimana Lusia tengah duduk di sebuah cafe yang kini tengah berhadapan dengan Joshlia. Tidak lupa juga Lusia didampingi oleh Vien agar bisa membantu menjelaskan mengenai perusahaan YN Group.


"Jadi, bagaimana?" Seloroh Joshlia merasa tidak sabar. Ia benar benar ingin bekerja sama dengan perusahaan yang begitu maju yaitu perusahaan MGK.


"Apa anda bisa tolong jelaskan detail mengenai perusahaan YN Group? Bukankah itu perusahaan yang baru didirikan beberapa hari lalu?" Lusia memastikan.


"Ya, benar sekali! Bagaimana anda tau soal ini?"


"Saya yang memberitahu Bu Lusia mengenai perusahaan YN Group" Timpal Vien yang kini tengah duduk disamping keduanya.


"Oh, begitu...."


"Apakah perusahaan kita jadi bekerja sama?" Imbuhnya bertanya.


"Iya," Ucap Lusia yang sontak membuat Joshlia begitu senang. Jika perusahaan yang baru ia dirikan bekerja sama dengan perusahaan MGK, maka tentu saja perusahaan miliknya akan cepat lebih maju dari perkiraan.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka berbincang, ketiganya pun saling berpamitan untuk kembali ke perusahaan masing masing. Tapi sebelum itu Lusia juga membuat sebuah kesepakatan jika perusahaan YN Group anjlok, maka perusahaan MGK tidak akan ikut anjlok dan itu disetujui oleh Joshlia.


"Mmmmm, karena perusahaan saya bekerja sama dengan perusahaan anda, maka saya ingin membuat acara pesta perusahaan kita. Bagaimana?" Saran Joshlia. Lagipula perusahaan miliknya juga adalah perusahaan yang baru didirikan, jadi sayang jika tidak ada acara apapun untuk merayakannya.


"Oke, setuju" Lusia pun menyetujuinya begitu juga dengan Vien yang ikut setuju dengan keputusan Lusia.


********


Malam pun tiba, sebuah lampu berwarna pelangi begitu menyinari jalanan malam kota. Beberapa toko di tepi jalan juga membuat pemandangan kota begitu lebih menarik. Lusia tengah mengendarai mobilnya menuju sebuah toko pakaian yang terkenal di kota itu. Tidak sering ia pergi ke sana, malam ini Lusia sengaja datang ke toko itu karena ingin membeli sebuah dress untuk dipakainya besok malam di acara pesta perusahaan.


Tidak menggunakan waktu lama, Lusia pun tiba ditempat tujuan. Ia memarkirkan mobilnya di sebuah tempat parkir yang sudah disediakan di halaman toko tersebut. Hiasan yang dipajang di tempat itu membuatnya lebih menarik.


Setelahnya, Lusia pun masuk kedalam toko pakaian itu dan memilih beberapa dress yang ia sukai. Lusia juga sempat beberapa kali mencobanya, namun sepertinya dress yang disediakan di toko itu kurang menarik untuknya.


"Ngga ada yang lain?" Tanya Lusia pada salah seorang pegawai di tempat ini. Pegawai itu lalu menggeleng sambil berkata, "Dress yang kami sediakan hanya yang dipajang untuk dicoba, dan selainnya tidak ada lagi"


"Toko pakaian yang terkenal ngga sediakan dress yang menarik.... apalagi toko biasa? Kalo gini besok aku harus gimana? Masa iya pake dress ini itu doang?" Gumamnya berpikir panjang. Karena tidak ada satupun dress yang menurutnya cocok, ia pun beranjak pergi meninggalkan toko tersebut tanpa membawa satupun barang.


Lusia perlahan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut. Namun ia tidak melihat sosok sang suami di sana. Cukup panjang Lusia menaiki anak tangga dan akhirnya tiba di depan kamar miliknya. Setelah masuk kedalam kamar, Lusia langsung membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket setelah seharian berada di perusahaan.


Begitu selesai membersihkan diri, Lusia pergi menuju dapur. Ia menuangkan air dari dalam termos kedalam sebuah gelas berisi bubuk coklat. Kemudian ia aduk menggunakan sendok yang pastinya sendok yang terbuat dari emas.


"Ya ampun!" Lusia terkejut ketika melihat Bill yang tiba tiba berada di hadapannya. Untung saja gelas berisi coklat panas itu tidak tumpah, jika tumpah pasti mereka berdua sudah ribut.


"Apa aku minta solusi dari Bill ya buat dress?" Batinnya bertanya pada dirinya sendiri.


"Kenapa bengong?" Tanya Bill dengan raut wajah sinis saat Lusia bengong di hadapan nya.


"Mmm.... kamu ada saran toko pakaian yang sediakan dress berkelas ngga? Soalnya tadi aku ke toko yang biasanya di kota ini tapi ngga ada yang cocok" Tanya Lusia memasang wajah iba.

__ADS_1


"Kenapa ngga suruh Vien buat cariin aja?" Sembur Bill merasa sedikit jengkel dengan pemikiran Lusia yang begitu pendek.


"Maunya sih gitu, tapi ngga mesti dress nya sesuai keinginan aku" Rengek Lusia.


"Mau buat acara apa dress nya?" Tanya Bill merasa heran dengan keinginan Lusia yang tidak biasanya. Lalu Lusia pun menceritakan semua yang ia alami siang ini dan itu juga termasuk alasannya menginginkan sebuah dress.


"Oke, besok pagi kita ke toko di kota C buat beli dress" Papar Bill yang sontak membuat Lusia begitu bersemangat.


"Serius?!!!"


"Emangnya pernah aku ngga serius?" Lusia menggeleng sambil tersenyum lebar pada sang suami.


Waktu menunjukkan pukul 07.18. Pagi ini Lusia serta Bill sudah memutuskan untuk datang ke kota C dan meninggalkan pekerjaan mereka untuk sementara waktu. Lusia tengah bersiap siap didalam kamarnya. Setelah cukup lama merias diri, ia pun pergi bersama Bill menuju kota C.


Sekitar 2 jam lamanya mereka menghabiskan waktu diperjalanan dan mereka pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Betapa terkejutnya Lusia ketika melihat sebuah bangunan besar yang tak lain lagi adalah sebuah toko dress terkenal di kota C. Mereka melangkah masuk bersama sama seakan pasangan romantis.


"Ini bagus ngga?" Tanya Lusia setelah melihat sebuah dress berwana biru muda. Berlian yang terpasang di gaun itu membuat siapa saja yang mengenakannya terlihat berkilau.


"Ngga cocok" Sembur Bill sembari terus berjalan meninggalkan Lusia.


"Eih, tunggu!"


Bill menghentikan langkah kakinya setelah melihat sebuah dress yang terpasang dibalik kaca. Warna dress yang gelap dengan model terbaru mampu menambah daya tarik dress tersebut.


"Itu....."


"Itu?" Tanya Lusia heran dengan perangainya.


"Aku suka yang itu," Ucap Bill dengan menunjuk dress berwarna hitam yang ia maksud. Tanpa pikir panjang, Lusia pun setuju dan ia membeli dress sesuai yang Bill katakan. Setelahnya mereka langsung membayarnya dan kemudian beranjak pergi dari tempat itu untuk kembali ke kota mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2