[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 41


__ADS_3

Happy Reading~


Lusia menghentikan mobilnya ketika telah tiba di tempat tujuan, ia memarkirkan mobilnya di sebuah tempat parkir. Tempat itu terlihat lebih indah dari perkiraan. Suasana yang ramai dengan orang orang menciptakan keindahan tersendiri. Dedaunan yang bertebaran jatuh dari rantingnya terlihat begitu elok, apalagi jika dedaunan itu terhembus oleh angin. Pasti tidak terbayang bagaiamana keindahannya, bukan?


Lusia memasuki taman tersebut. Ia melihat ke segala arah untuk mencari tempat yang pas untuk dirinya. Setelah cukup lama berjalan, ia pun akhirnya menemukan sebuah tempat yang menurutnya cocok. Lusia duduk di sebuah kursi yang telah disediakan, kemudian dirinya meletakkan beberapa barang yang sebelumnya ia ambil dari dalam mobil. Tidak lupa juga dengan makanan yang sudah ia siapkan.


Lusia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil yang biasa ia bawa, lalu dia menyesuaikan efek yang cocok untuk berpose. Saat hendak mengambil foto dirinya, ia tak sengaja melihat banyak orang yang begitu familiar. Ia melihatnya melalui kamera ponsel, Lusia pun menoleh untuk memastikan orang orang yang sangat ia kenali di balik tubuhnya. Benar juga, ternyata teman teman masa sekolahnya dulu termasuk Nara sedang berada di sana. Tapi tidak dengan Ethan, ia sama sekali tidak melihat sosok laki laki itu.


Karena merasa khawatir jika bertemu dengan Nara, Lusia pun mencoba untuk pergi dari tempat itu. Ia bangkit dari kursi dan melangkahkan kakinya dengan sangat perlahan agar tidak ada yang melihatnya. Namun sialnya, Nara melihat Lusia dari kejauhan yang hendak kabur.


"Lusia!" Panggilnya yang sontak membuat Lusia terkejut.


"Payah!" Batinnya sambil menepuk telapak tangannya ke jidat. Ia pun akhirnya terpaksa menoleh ke arah belakang agar tidak dianggap sebagai pengecut.


Semua anak termasuk Nara itu menghampiri Lusia yang tengah mematung di dekat sebuah kursi. Tidak sedikit jumlahnya, hampir seluruh anak dikelas berada di taman tersebut. Lusia lupa kalau setiap musim gugur pasti sekolah akan mengadakan acara staditur ke berbagai tempat yang berbeda beda setiap tahunnya.


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Nara dengan menampakkan senyuman licik diwajahnya. Beberapa dari mereka memandang sinis pada Lusia. Namun Lusia berpikir, jika dirinya terlihat lemah didepan manusia manusia itu maka akan terlihat seperti orang rendahan. Dirinya sekarang bukanlah orang miskin, melainkan seorang bos di perusahaan MGK. Perusahaan yang maju dan terkenal. Sulit dipercaya bukan, jika ia memegang kendali sebuah perusahaan seperti itu.


"Siapa yang larang aku ke tempat ini?" Balasnya dengan bertanya.


"Ckck! Mentang mentang udah jadi istri CEO, kamu mau ngelawan?!!!" Nara yang merasa geram lantas ingin sekali menarik rambutnya. Tapi hal itu tidak mungkin juga karena banyak sepasang mata yang memandang di tempat seperti ini.


"Apa? Kamu marah?" Tantang Lusia mencoba berani dihadapan mereka.

__ADS_1


"Mmmmm..... kamu tau ngga sih, soal Ethan" Paparnya yang sontak membuat Lusia jadi tercengang.


"Sejak kamu keluar dari sekolah, sikap Ethan bener bener beda banget. Sifatnya juga" Imbuhnya memberitahu.


**Flashback on....**


Suasana kelas yang begitu ramai, hanya ada anak anak yang saling bercerita di jam pelajaran yang kosong kala itu. Ethan tertidur di mejanya, ia tidak berinteraksi dengan anak anak lain melainkan hanya membuang waktunya untuk tidur saja dan melamun.


"Hei!" Teriak salah seorang anak lelaki bernama Wan. Ia menepuk pundak Ethan yang tengah tertidur pulas. Ethan mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yang baru saja memanggil namanya.


"Apa?" Tanya Ethan ketika melihat orang yang berada di sampingnya adalah Wan.


"Ke kantin yo" Ajaknya sambil menarik tangan Ethan.


"Males, kamu aja" Cetus nya yang kemudian melanjutkan tidurnya.


"Huffff...." Dengus nya kemudian meletakkan kepalanya di atas meja.


Tuk!! Sesuatu tiba tiba mendarat di kepalanya. Ia kemudian mengangkat kepalanya dan terlihat sebuah kapur di mejanya itu. Ia menoleh ke segala arah, ternyata guru dan semua teman temannya sedang menatap dirinya. Lantas guru itu kemudian mendekati Ethan. Dengan perasaan tidak enak, Ethan mencoba menatap guru tersebut yang kini telah tiba dihadapannya.


"Kamu mau tidur aja di sekolah? Ngga mau belajar?" Seloroh nya bertanya sambil menatap sinis pada Ethan. Ethan mengangguk pelan, entah apa jawabannya namun ia hanya membalasnya dengan sebuah anggukan.


"Gila, ya? Dia berani ngangguk?" Cibir Catarin pada Ray yang duduk tepat dibelakang tempat duduknya.

__ADS_1


"Entah sejak kapan kamu selalu gini, lain kali lebih giat di sekolah. Jangan cuman tidur dan ngelamun! Dengerin guru yang lagi ngomong di depan!" Tegur nya yang kemudian beranjak meninggalkan Ethan.


"Heuhhh, Lusia.... semoga kamu bahagia, ya!" Batinnya. Ia masih merasa kehilangan atas keluarnya Lusia dari sekolah. Apalagi sekarang dia sudah menikah, yang hanya ada dipikiran Ethan adalah Lusia mungkin hanya dipergunakan saja oleh suaminya. Karena terdengar cukup mustahil jika seorang CEO tiba tiba menikahi Lusia yang hanya seorang gadis dari keluarga miskin.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


Deng Dong Ding Dong..... suara bel istirahat berbunyi. Semua anak berlarian menuju kantin sekolah terkecuali dengan Ethan yang masih setia tertidur di mejanya. Nara, Catarin serta Ray lantas mendekatinya yang pasti tidak akan ada hal yang namanya baik baik saja. Ethan bangkit dari kursi dan meninggalkan tiga anak itu yang tengah berdiri disekelilingnya.


"Kamu merasa kehilangan Lusia, kan?" Lontar Catarin membuat Ethan semakin sedih mengingat sosok Lusia. Namun langkah kakinya terus berjalan ingin meninggalkan ruangan kelas.


"Tunggu" Nara menghentikan langkah kaki Ethan. Ethan menoleh dengan menunjukkan wajah dingin terhadapnya.


"Aku ngga mau ribut," Sembur nya merasa jengkel.


"Kalo di liat liat.... sejak keluarnya Lusia dari sekolah kamu jadi ngga bersemangat lagi, ya! Padahal biasanya kamu selalu seneng kalo lagi pelajaran, beda kaya yang sekarang. Sebenernya, kamu anggap Lusia apa?" Celetuk Nara.


"Aku anggap Lusia sebagai bagian dari keluarga aku, paham?" Lantaran jengkel dengan tiga orang itu, Ethan pun beranjak pergi meninggalkan ruangan kelas. Kini hanya tersisa Nara serta dia sejoli nya saja yang berada di dalam ruangan kelas.


"Maksudnya keluarga?" Tanya Catarin masih merasa bingung dengan ucapan Ethan barusan.


"Mungkin dia bohong. Pasti Ethan anggap Lusia pacar?" Tebak Ray.


"Masa sih, kok aku jadi curiga ya sama hubungan mereka berdua. Sejak Ethan perduli sama Lusia sampe berani ke kita gara gara Lusia, itu menunjukkan kasih sayang yang besar. Sebenernya mereka..... apa?" Catarin coba menebak nebak soal hubungan yang ada diantara Ethan dengan Lusia. Namun mereka juga masih belum mengerti siapa Ethan dan Lusia yang sebenarnya.

__ADS_1


**Flashback off....


Bersambung....


__ADS_2