![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Langit pagi masih terlihat cukup gelap, semburat mentari pagi menyambut hari baru setelah hari kemarin. Suara kicauan burung terdengar merdu bagai alukan musik. Ditambah dengan sayup sayup angin yang berhembus masuk melalui celah ruangan, serta dedaunan yang berterbangan disebabkan karena angin.
Kring!!!! Alarm berbunyi dan membangunkan sepasang suami istri yang masih terlelap. Lusia segera membuka kedua bola matanya yang masih terasa berat, begitu juga dengan pria di sebelahnya. Setelah beberapa menit berlalu, kini mereka telah tampil elegan dengan pakaian serba mewah yang dikenakan. Keduanya telah memutuskan untuk mengunjungi rumah orang tua dari Bill di pagi buta seperti ini.
Bill mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang, jalan yang dilalui begitu ramai hingga membuat mereka harus mengantri sepanjang jalan bagai kereta listrik. Setelah hampir 2 jam berada di perjalanan, keduanya pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Ini adalah yang kedua kalinya bagi Lusia setelah lama tidak mengunjungi rumah sang mertua.
Ting Tong... sebuah pintu terbuka begitu bel ditekan, seorang pelayan yang sebelumnya pernah membukakan pintu untuk Lusia, kini membukakan pintu itu kembali untuk Lusia dan Bill. Mereka melangkah masuk ke dalam ruangan pertama, yaitu ruang tamu.
"Tuan dan Nyonya sedang ada di ruang tengah. Apa perlu saya panggilkan?" Tanya pelayan itu seraya tersenyum lebar. Lalu Lusia membalasnya dengan anggukan yang juga disertai dengan senyuman.
Selang beberapa waktu, orang yang telah ditunggu pun akhirnya muncul di hadapan mereka. Keduanya duduk berhadapan dengan Bill dan Lusia. Wajah bahagia tak luput dari sepasang suami istri itu begitu melihat anak dan menantunya mengunjungi rumah mereka.
"Ini, kami bawa oleh oleh..." Cakap Lusia seraya memberikan sebuah tas berisi makanan khas Jepang dan barang yang tidak pernah ada di negara mereka. Sontak hal itu membuat Alice begitu bahagia, sungguh keberuntungan baginya bisa mendapatkan menantu seperti Lusia.
"Kalian habis dari Jepang, ya?" Tanya Jasper memandang keduanya. Lalu Bill pun menjawab dengan singkat, "Iya"
"Hahaha!!! Ke Jepang diem diem? Bulan madu?" Jasper mencoba menebak, namun tebakannya itu salah yang akhirnya membuat Bill terpaksa untuk berbohong terhadapnya.
"Hmmm, mungkin"
"Mungkin? Apa maksud Bill? Atau... dia ngga mau Ayah sama Ibu jadi cemas? Udahlah, nurut aja" Batin Lusia sembari melirik pada pria yang tengah duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Detik demi detik mereka lalui dengan mengobrol santai sampai lupa waktu. Begitu matahari sudah berada di puncaknya, mereka baru menyadari bahwat ternyata waktu telah menunjukkan pukul 12.02. Bill dan Lusia pun memutuskan untuk pamit lantaran Bill harus pergi ke kantor. Sedangkan Lusia harus segera beristirahat di rumahnya. Namun sesuatu yang tak terduga terjadi, Alice selaku Ibu mertua dari Lusia menyarankan agar menantunya itu beristirahat di kediaman mereka untuk hari ini saja.
"Kamu di sini dulu aja ngga papa. Nanti malem biar Bill jemput kamu, iya kan?" Ucapnya sambil memberi kode terhadap Bill. Lantas Bill pun hanya bisa mengangguk dengan menunjukkan ekspresi heran pada sang Ibu.
Dan terpaksa Bill pamit seorang diri, ia langsung menuju kantor begitu pergi dari rumah orang tuanya. Hanya dalam waktu beberapa menit, Bill akhirnya tiba di tempat tujuan. Ramai orang tengah menatapnya lantaran sudah lama tidak terlihat. Bahkan wajah tampannya itu sampai dirindukan oleh banyak wanita yang salah satunya sebagai karyawan di kantornya.
"Selamat siang Tuan," Sapa seorang lelaki selaku karyawan perusahaannya. Bill tidak merespon apa apa, ia hanya mengangguk dan berlalu lalang meninggalkan pria itu.
Bill masuk ke dalam sebuah ruangan, sudah lama tidak menginjakkan kakinya ke dalam ruangan yang di sejukkan dengan AC itu. Jujur Bill sangat merindukan tempat ini. Dia langsung merebahkan tubuhnya di kursi kerja begitu memasuki ruangan. Baru beberapa detik menenangkan diri, ada saja orang yang mengetuk pintu ruangannya.
Tok tok...
"Masuk" Ucap Bill yang kemudian langsung membuka kedua bola matanya. Tampak seorang gadis cantik melangkah masuk dan menghampiri nya. Pakaiannya yang begitu mini mampu menggoda pria mana saja yang menatapnya. Termasuk Bill sendiri. Apalagi sebuah lekukan tubuh yang begitu menonjol tak kalah dari sang istri.
"Kenapa dia ada di sini? Perasaan sebelumnya aku ngga pernah pekerjain gadis kaya dia. Apa jangan jangan.... Vien?!!!"
"Tuan?" Gadis itu mengibaskan tangannya tepat di depan wajah Bill, sontak Bill yang baru saja melamun pun dibuat kaget olehnya.
"I---iya. Kamu boleh keluar dulu. Nanti aku yang anter ke ruangan kamu" Cetus Bill. Ia menerima sebuah kertas dokumen dari gadis itu. Lantas gadis itupun mengangguk dan berlalu meninggalkan ruangan kerja Bill.
Sudah hampir 1 jam lamanya Bill terus disibukkan dengan dokumen yang sebelumnya diberikan oleh gadis itu, ia pun akhirnya selesai. Dengan cepat Bill langsung bangkit dari kursinya untuk memberikan dokumen yang baru saja selesai pada gadis tadi.
"Astaga! Aku sendiri kan ngga tau ruangannya ada dimana" Ucap Bill seraya menepuk jidat. Dia terpaksa harus kembali ke kursi kerjanya. Setelah beberapa hari mengambil cuti perusahaan, tak disangka ternyata pekerjaannya sudah cukup banyak menumpuk. Ternyata orang orang terpercaya nya saja tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan hanya untuk beberapa hari.
__ADS_1
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
"Hoamm...." Seorang gadis tengah menguap merasakan kantuk berat di matanya lantaran terlalu lama menunggu kedatangan sang Tuan. Namanya adalah Emery, seorang gadis berusia 20 tahunan, ia adalah lulusan universitas Amerika Serikat sejak beberapa bulan lalu.
"Ke ruangan Tuan aja deh" Gumamnya dalam hati. Tanpa pikir panjang, gadis bernama Emery pun langsung menuju ruangan kerja Bill. Seperti biasa, orang sepertinya harus mengetuk pintu terlebih dahulu jika ingin masuk ke dalam ruangan seseorang yang terhormat.
Tok tok....
"Masuk," Bill mempersilakan nya untuk masuk. Kemudian Emery pun masuk dengan menunjukkan senyuman mengembang diwajahnya. Dia langsung duduk berhadapan dengan pria itu, matanya terus menatap pada sang Tuan di hadapannya.
"Ini, tadi aku mau ke ruangan kamu tapi ngga tau letaknya di mana" Jelas Bill sembari memberikan dokumen itu.
"Ah, tidak masalah Tuan. Sudah seharusnya saya yang mengambilnya ke ruangan anda" Balas Emery.
"Mmmm, saya permisi" Imbuhnya seraya bangkit dari kursi.
"Silahkan" Kata Bill denga suara dingin.
*****
"Huh, katanya.... Tuan Bill itu udah punya istri? Kok aku jadi penasaran ya sama kehidupan sebelumnya. Wajah Tuan masih muda banget, apa umurnya juga masih muda? Tapi, siapa sih wanita yang udah nikah sama dia? Apa wanita itu juga seseorang yang terhormat?"
Bersambung....
__ADS_1