[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda

[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda
Episode 17


__ADS_3

Happy Reading~


"Oh ya, ngomong ngomong.... nama aku John. Aku temen Bill waktu SMP" John memperkenalkan dirinya pada Lusia dengan dirinya yang masih sibuk membereskan alat alat miliknya.


"Hmm.... " Balas Lusia hanya dengan berdehem.


"Bill, aku izin mau ngobrol sebentar sama istri kamu..., boleh kan?" Tanya John sambil tersenyum lebar pada Bill. Meskipun Bill belum menyetujuinya, namun John sudah langsung menerobos saja. Dia perlahan berjalan mendekati ranjang milik Lusia. Lusia pun dibuat panik olehnya. Keringat dingin keluar dari tubuhnya itu disertai dengan tangan yang gemetaran.


"Boleh pegang?" Tanya John yang sontak membuat Bill serta Lusia terkejut. Lusia sendiri sudah mengetahui maksud dari perkataan John tadi. Dia segera memalingkan pandangannya dari John dan tidak berani sesekali menatap wajahnya.


"Aku aja belum pernah pegang, kenapa kamu minta pegang?" Bill yang kesal jadi ingin memukul kepala John.


"Oh, maaf" Canda John. Tak lama setelah itu John pun meminta izin untuk kembali ke rumah sakit tempat ia bekerja. Ia di antar sampai ke halaman rumah oleh Bill. Sedangkan Lusia yang masih berada di kamar itupun segera merapihkan pakaiannya yang tadi sempat berantakan.


"Byeee...." Lontar John dengan tangannya yang melambai lambai pada Bill. Namun Bill hanya terdiam tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Setelah perginya John, Bill memutuskan untuk kembali ke kamar Lusia untuk melihat keadaannya. Tetapi saat ia tiba di kamar, Bill sama sekali tidak melihat sosok Lusia di sana. Dia melihat di setiap sudut ruangan kamar dan tetap tidak menemukannya.


"Dasar bocah," Desis Bill merasa kesal. Karena ia tidak menemukan Lusia di sana, Bill pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan kamar itu dan berniat untuk kembali ke perusahaan saja. Belum sempat ia menginjakkan kakinya di halaman rumah, kedua orang tuanya tiba tiba datang dengan menggunakan mobil berwarna merah.


Ckittt____ Bill yang melihatnya hanya bisa ternganga dengan kedatangan mereka. Dia juga merasa khawatir karena keadaan Lusia yang masih terlihat lemah. Segera mungkin dia kembali menuju lantai atas dan mencari Lusia sebelum orang tuanya datang. Bill mencoba untuk mencarinya di kamar Lusia lagi, dan ketika membuka pintu kamar dia tak sengaja melihat Lusia yang hanya memakai handuk saja.


"Ke---keluar!!!!" Teriak Lusia setengah mati. Meskipun mereka adalah pasangan suami istri, namun Lusia masih belum bisa menerima keberadaan Bill di saat ia telanjang. Sontak Bill pun langsung menutup pintu kamar itu dengan keras karena sempat terkejut.


"Hoshh... hosh... apa yang aku liat tadi?" Ucapnya dengan diiringi tawa senang. Wajahnya begitu merah dan berkeringat.

__ADS_1


"Lain kali ketuk pintu dulu kalo mau masuk, dong" Omel Lusia pada Bill. Lusia tidak sadar jika dirinya sedang berbicara dengan seseorang yang terhormat.


"Hey. Kalo habis mandi, ngga perlu kunci pintu. Biar aku bisa masuk tanpa sepengetahuan dari kamu" Teriak Bill dari luar kamarnya.


"Bwahahaha" Jasper terkikik tawa saat mendengar teriakan Bill itu. Bill pun menoleh ke belakang dan melihat sosok Jasper serta Alice yang sedang memandangnya penuh dengan ejekan.


"Sialan! Kenapa juga mereka ada di sini? Untung aja aku ngga ngomong yang aneh anehh soal hubungan aku sama Lusia" Batinnya sebal.


"Lusia lagi ganti baju,?" Tanya Alice dengan langkah kaki yang semakin mendekati Bill.


"Iya" Balas Bill.


"Wahh... kamu intip dia, ya?" Canda Alice dengan tangan yang menutupi mulutnya. Bukannya merasa malu Bill malah mengungkapkan semua nafsunya di depan orang tuanya itu.


"Kalian sendiri kan juga tau kalo dia menggoda banget" Celetuk Bill sambil angkat kaki dari tempat itu. Tak lama setelahnya Lusia pun keluar dari kamar dan merasa kaget dengan kedatangan mertuanya yang tiba tiba tanpa memberi tahu terlebih dahulu.


"Kenapa mereka bawa aku ke sini?" Pikir Lusia ketika sudah sampai di ruang keluarga. Tanpa ia sadari, ternyata Bill juga ada di sana sebelum ia sampai. Kemudian beberapa pelayan datang menuju ke ruangan itu dan menghidangkan banyak makanan di sana.


"Hmmm..... kalian udah pergi ke dokter, belum?" Tanya sang Ayah sekaligus membuka pembicaraan.


"Buat apa ke sana" Sembur Bill dengan raut wajah sinis.


"Buat cek kandungan lah" Timpal Alice.


"Apa?!!!!!" Mereka berdua pun dibuat terkejut oleh ucapan Alice. Entah kenapa Bill sendiri merasa kalau hari ini adalah hari tersial baginya.

__ADS_1


"Kok kalian kaget gitu?" Tanya Jasper merasa heran dengan sikap keduanya. Bill sebagai suami itu tidak bisa berkata apa apa sedangkan Lusia tidak mau membocorkan hubungan mereka yang sebenarnya.


"Ngga kok Yah" Ucap Lusia dengan senyuman yang terlihat mengambang diwajahnya pada sang Ayah mertua. Namun wajahnya terlihat begitu kaku ketika menoleh ke arah Bill.


"Hmmm.... terus, kalian udah cek ke dokter belum?" Jasper mengulangi pertanyaannya.


"Belum" Jawab Bill secepat mungkin. Dia tidak mau jika Lusia menjawabnya lebih dulu darinya. Ia takut jika Lusia memberi tahu semua kebohongan yang ada dalam hubungan mereka.


"Besok kalian cek ke dokter. Ibu ngga sabar pengin punya cucu" Ucap Alice bersemangat.


"Jangan buru buru lah" Tolak Bill.


"Loh? Maksud kamu?" Alice merasa heran dengan kata kata yang keluar dari mulut Bill barusan.


"Kita mau kamu cepet nikah kan biar bisa terusin keturunan Amedeo!!!!" Bentak Jasper dengan tangan yang sengaja dipukul kan ke meja. Setelahnya Lusia jadi tidak berani untuk membalas pertanyaannya. Apalagi suasana saat ini sedang berantakan.


"Terserah aku lah! Emang ngga bisa kalo kalian santai sedikit?" Sembur Bill sambil berdiri dari duduknya. Lusia kemudian menoleh ke arah Bill yang hampir beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Namun dengan cepat Lusia meraih tangan Bill agar tidak bisa meninggalkan tempat itu.


"Lepas," Perintah Bill pada Lusia. Tetapi Lusia tetap tidak melepaskan tangannya meskipun wajah Bill sudah terlihat jengkel padanya.


Karena Lusia sengaja menunjukkan wajah iba pada Bill, ia jadi tidak bisa beranjak dari tempat itu melainkan kembali ke tempat duduknya. Sedangkan kedua orang tua Bill hanya menatapnya sambil geleng geleng kepala. Setelah cukup lama menyelesaikan masalah, akhirnya keduanya pun pergi meninggalkan kediaman Amedeo.


Suasana menjadi cukup aneh setelahnya karena Lusia sempat meraih tangan Bill tadi. Baru pertama kalinya dia mampu meraih tangan besar milik Bill itu. Selanjutnya Lusia berharap untuk bisa menikmati satu malam saja dengannya.


Setelah cuaca yang sudah cukup membaik, Bill akhirnya bisa kembali ke perusahaan meskipun dengan keadaan Lusia saat ini. Setibanya di perusahaan, dia tak sengaja bertemu dengan Kyne yang tak lain lagi adalah Ayah Lusia. Bill berusaha menghindarinya dengan masuk kembali ke dalam mobil. Namun hal itu sia sia saja karena Kyne sudah melihat keberadaan Bill di sana.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2