![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Dibawah terik matahari yang bersinar, mereka berdua menggunakan mobil milik Alice menuju rumah sakit ibu hamil. Keduanya masuk ke dalam gedung rumah sakit tersebut setelah menghabiskan waktu sekitar 20 menit diperjalanan.
"Wah...., anak anda laki laki. Selamat Nyonya, suami anda pasti sangat senang" Ucap sang dokter begitu Lusia selesai di USG. Ia sendiri yang mendengarnya lantas menjadi gembira, baginya laki laki maupun perempuan sama saja. Asalkan masih termasuk anak kandungnya.
"Wahhh, menantu Ibu...." Ledek Alice seraya tersebut lebar ke arah Lusia.
**Flashback off**
"Oh..., kenapa ngga kasih tau ke aku? Kalo kamu kasih tau ke aku kan nantinya akan aku adakan pesta" Lontar Bill sedikit jengkel. Dia memalingkan wajahnya dari wanita dihadapannya itu.
"Duh, baperan...." Kata Lusia seraya berjalan pergi meninggalkan sang suami.
2 jam telah berlalu. Mereka habiskan waktu hanya untuk membeli barang kebutuhan baby laki lakinya. Begitu selesai memilih beberapa pakaian dan perlengkapan bayi, keduanya pun berjalan menuju kasir untuk membayar jumlah barang yang ingin mereka beli.
"Totalnya xxx" Kata si penjaga kasir sambil memberikan barang belanjaan mereka pada Bill. Kemudian pria itu tidak membayarnya dengan uang cash, melainkan dengan sebuah kartu berwarna hitam atau yang biasa disebut dengan black card. Yah, hanya orang tertentu saja yang memiliki kartu itu, termasuk Bill.
Tidak menggunakan waktu lama, sepasang suami istri itu akhirnya tiba di kediaman Amedeo. Lusia langsung merebahkan tubuhnya di sofa lantaran merasa lelah setelah hampir 2 jam waktunya ia gunakan hanya untuk berkeliling toko. Sang suami yang melihat perangai nya lantas tersenyum kecil.
Waktu menunjukkan pukul 20.00. Terlihat Lusia masih terbaring di sofa. Namun matanya sudah terpejam dan terlelap di sana. Bill yang mengetahui hal itu bukannya memindahkan sang istri ke ranjang melainkan dibangunkan olehnya. Karena Bill ingin istrinya itu tidak terlambat untuk makan malam.
"Lusia, ayo makan" Ajaknya sembari menggoyangkan tubuh wanita yang tengah terlelap di sofa.
Lalu Lusia pun membuka kedua bola matanya dengan sangat perlahan dikarenakan rasa kantuk yang begitu berat. Ia bangkit dari sofa dan berjalan menuju ruang makan bersama Bill. Keduanya langsung meraih makanan yang banyak dihidangkan di meja makan.
__ADS_1
"Makan yang banyak, ya" Ucap Bill seraya menaruh beberapa sayuran di piring kecil Lusia. Lusia hanya melongo melihat perlakuan sang suami terhadapnya.
Selang beberapa waktu, keduanya pun selesai makan malam. Lusia kembali menaiki tangga menuju kamarnya. Yah, benar sekali! Dia ingin melanjutkan tidurnya yang sempat terbangun hanya karena untuk makan malam. Padahal dia sendiri bisa makan malam di tengah malam saat dirinya tak sengaja terbangun.
"Selamat malam....." Kata Bill, ia tersenyum manis pada Lusia. Sebelum tidur, Bill selalu menjaga kebersihannya dengan menggosok gigi terlebih dahulu. Tidak hanya itu, dia juga menjaga ketampanannya dengan menggunakan skincare. Sebenarnya bukan hanya dia, Lusia juga melakukan hal yang sama seperti dirinya. Tetapi berbeda dengan kali ini, Lusia terlelap sebelum melakukan kebiasaannya sebelum tidur.
☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎
Kring!!!! Alarm berbunyi nyaring dan membangunkan sepasang suami istri itu. Semburat mentari pagi menyambut hari berikutnya setelah hari kemarin. Seperti biasa, mereka langsung membersihkan tubuhnya dengan mandi menggunakan shower di dalam bak mandi setiap kali habis bangun tidur.
Zrashh!!!! Air di dalam shower keluar dan membasahi seluruh tubuh Lusia. Terlihat wajah yang berdebu dikarenakan tidak membersihkan wajahnya tadi malam. Dia menatap wajahnya di cermin yang terletak di dalam kamar mandi, lalu mengusap cermin yang mengembun disebabkan air panas di dalam bak yang menguap.
Tidak menggunakan waktu lama, Lusia pun keluar dari kamar mandi. Setelahnya Bill langsung memasuki kamar mandi itu yang juga ingin membersihkan tubuhnya dengan air hangat. Begitu selesai, keduanya lantas menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
"Halo, selamat pagi Nyonya" Sapa Vien setelah Lusia mengangkat panggilan darinya.
"Pagi. Kenapa?" Tanyanya singkat.
"Apakah Nyonya sedang bersama Tuan?" Jawabnya sekaligus bertanya. Lalu Lusia langsung memberikan ponselnya itu pada pria yang duduk bersebelahan dengannya.
"Kenapa Vien?" Tanya Bill tiba tiba yang sontak membuat pria di dalam ponsel itu terkejut.
"Anu Tuan, perusahaan sedang mengalami masalah" Cakap nya dengan suara yang tergesa gesa. Lalu Bill merasa heran mengapa Vien malah menghubungi Lusia, bukannya menghubunginya secara langsung.
"Kenapa ngga telfon saya?"
__ADS_1
"Anda tidak mengangkat panggilan dari saya. Jadi saya terpaksa menghubungi Nyonya"
Seketika Bill teringat bahwa ternyata ponsel miliknya masih tertinggal di dalam kamarnya. Setelah mendengar kabar bahwa perusahaan NR Group tengah mengalami masalah, Bill pun langsung mematikan panggilan secara sepihak. Dia langsung bergegas untuk mengambil ponselnya yang sempat tertinggal di dalam kamar, lalu ia langsung memasuki mobilnya untuk menuju perusahaan NR Group.
Sekitar 30 menit lamanya menghabiskan waktu diperjalanan, ia pun akhirnya tiba di tempat tujuan dengan raut wajah panik. Lantas beberapa karyawan yang melihatnya menjadi khawatir, mereka mengira bahwa Tuannya itu sedang ada masalah dengan sang istri.
Begitu memasuki gedung perushaan, terlihat dua orang sekretarisnya tengah menunggu kedatangannya di lantai bawah. Mereka bertiga bersama sama menuju ruangan pribadi untuk menangani sebuah masalah perusahaan.
*****
Sementara itu, Lusia yang sempat mendengar kabar bahwa perusahaan Bill mengalami masalah menjadi khawatir. Dia takut jika suaminya itu akan mengalami kerugian meskipun dalam jumlah sedikit.
"Nyonya, anda kenapa?" Tanya salah seorang pelayan yang sedari tadi melihat Lusia terdiam bengong di taman belakang rumah.
"Ah, ngga kok" Balasnya sambil tersenyum tipis. Meskipun Lusia tidak memberitahu apa yang ada dalam pikirannya, namun pelayan itu tau bahwa Lusia sedang mengalami masalah. Hanya dilihat dari raut wajahnya saja.
Tanpa disadari, ternyata langit yang sebelumnya terlihat cerah kini berubah menjadi gelap. Awan yang sudah tak kuat membendung semua cairan di dalamnya pun perlahan meneteskan air hujan. Lusia bersama pelayan itu segera mungkin masuk ke dalam rumah untuk menghindari tetesan hujan tersebut.
"Jika ada masalah... Nyonya bisa memberitahu saya. Saya akan mendengarkannya" Ujar pelayan itu dengan memasang raut wajah khawatir. Lusia menatap wanita di depannya, dia mengerti ekspresi dari wanita itu.
"Jadi, tadi saya sempet denger pembicaraan Tuan kalo perusahaan NR Group mengalami masalah. Saya jadi khawatir" Jelasnya sambil menghembuskan nafas panjang.
"Menurut saya, Nyonya tidak perlu khawatir. Khawatirkan saja calon anak yang ada dalam kandungan anda. Jika masalah perusahaan, sebenarnya Tuan Bill sudah pernah mengalaminya. Beliau juga bisa menangani masalah itu, percayalah padanya" Pelayan itu memberikan semangat terhadap Lusia dan membuat Lusia sadar bahwa memang dirinya harus mempercayai sang suami. Bukan malah meragukannya.
Bersambung....
__ADS_1