![[NIKAH SMA] Dipaksa Menikah Dengan CEO Muda](https://asset.asean.biz.id/-nikah-sma--dipaksa-menikah-dengan-ceo-muda.webp)
Happy Reading~
Lusia dan Ethan pun menuju sebuah cafe yang terletak tidak begitu jauh dengan tempat itu untuk mengobrol empat mata saja. Sampai di cafe tersebut, Lusia dan Ethan langsung memesan sebuah makanan serta minuman. Tidak menggunakan waktu lama, makanan dan minuman yang mereka pesan akhirnya di hidangkan.
"Jadi, kamu mau ngomongin soal apa? Apa ini bener bener penting?" Tanya Lusia dengan wajah jengkel karena Ethan terlalu memaksa tadi.
"Iya," Ethan mengangguk. "Jadi...," Dia mulai menceritakan hal yang menurutnya penting bagi Lusia.
Flashback on...
Hari pertama saat Lusia tidak masuk sekolah karena harus bertemu dengan Bill. Suasana di sekolah begitu mencekam, semuanya beranggapan kalau Lusia mundur dari sekolah.
"Hei! Gimana dong kalo Lusia mundur? Kita harus cari target yang gimana buat di bully?" Tanya Catarina begitu bersemangat.
"Aku sih ngga berpikir kalo Lusia mundur, aku mikirnya Lusia itu mengakhiri dirinya sendiri" Cetus Ray.
"Udah udah! Biarin aja kek dia mau mati apa mundur! Yang penting kan dia udah ngga ada di sekolah" Kesal Nara.
"Tapi gimana nih, masa kita ngga ada target bully lagi?" Tanya Catarina dengan wajah murung. Dia merasa kalau tidak ada target untuk dibully maka tidak ada artinya jika masih bersekolah.
Nara hanya tersenyum kecil sambil menatap Ethan yang sedari tadi mendengarkan perbincangan mereka. Ethan yang melihat wajah seram Nara sontak terkejut.
"Ethan, dia sasaran bullying berikutnya," Ucap Nara dengan serius. Namun Ethan hanya menanggapinya biasa saja. Dia tidak perduli pada dirinya sendiri, karena yang ia perdulikan selama ini hanyalah Lusia seorang.
__ADS_1
"Lusia, kamu baik baik aja, kan? Aku khawatir sama kamu karena ngga masuk sekolah hari ini. Padahal biasanya kamu ngga pernah absen di sekolah. Semoga kamu ngga kenapa napa" Batin Ethan dengan pandangan ke arah langit.
Sehari setelah pernikahan Lusia, beberapa anak di kelas sempat heboh mendengar berita pernikahan Lusia di internet. Bahkan di saluran televisi juga banyak berita mengenai pernikahannya dengan seorang CEO Muda yang terkenal.
Karena Ethan belum tau apa apa soal berita itu, ia sempat menanyakannya pada teman yang duduk di belakang bangkunya.
"Kenapa mereka heboh gitu? Emang ada masalah apa?" Tanya Ethan begitu penasaran. Karena dia juga tak sengaja mendengar seseorang menyebut nama Lusia.
"Itu loh, cewe yang kamu lindungi selama ini. Dia nikah sama seorang CEO muda, Bill Amedeo. Bener bener ngga tau malu banget!" Sontak setelah mendengar ucapan dari temannya, hati Ethan langsung merasa hancur. Tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa melindungi Lusia.
"Asalkan kamu bahagia sama dia, aku ngga masalah. Aku cuman bisa berharap suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi. Karena aku yakin, setelah kamu menikah kita ngga akan bisa ketemu lagi selamanya," Ethan berkata dalam hatinya dan tanpa di sengaja air matanya itu keluar dari kedua bola matanya.
Tapi karena suatu alasan, Nara serta geng bullying nya itu tidak berani mengumbar tentang kehidupan Lusia sebelumnya kepada publik. Ethan dan teman temannya yang lain juga heran dengan perilaku Nara yang berbeda dari biasanya.
Setelah pulang sekolah, Ethan mencoba untuk menghubungi nomor Lusia. Namun masih sama seperti hari hari sebelumnya. Nomor Lusia sudah tidak bisa di hubungi lagi. Ethan juga sempat berpikir untuk pergi menuju cafe tempat dimana Lusia bekerja sebelumnya, namun sepertinya itu sia sia saja karena Lusia sekarang adalah seorang Nyonya di keluarga Amedeo. Jadi mustahil saja jika seorang Nyonya masih bekerja di cafe kecil seperti itu.
**Flasback off**
"Jadi sejak saat itu, aku kira kita ngga akan pernah ketemu lagi. Tapi aku bener bener ngga nyangka kalo hari ini kita bisa ketemu,"
Ethan selesai menceritakan semuanya. Tapi bagi Lusia tidak ada hal penting dalam cerita Ethan.
"Ini... yang kamu bilang penting?" Tanya Lusia semakin jengkel. Ethan hanya mengangguk dengan kepala sedikit tertunduk ke bawah. Entah kenapa sedari tadi Ethan tidak berani menatap wajah Lusia.
__ADS_1
"Kalo ngga ada urusan lagi, aku mau pulang. Kasian Vien udah nungguin di sana" Ucapnya sambil beranjak dari kursi.
"Tu--tunggu!" Ethan menghentikan langkah kaki Lusia. Dia memegang tangan mungil Lusia dengan erat. Tetapi Lusia langsung melepasnya karena dia tidak ingin ada salah paham.
"Apa?" Tanyanya sambil menoleh ke arah Ethan.
"Semoga kamu bahagia. Maaf cuman bisa ucapin ini doang ke kamu," Kata kata itu membuat hati Lusia menjadi sedih karena setelah dia menikah, hidupnya masih sama seperti kehidupan lamanya saat belum menikah.
Setelah itu, Lusia langsung pergi dari cafe menuju tempat sebelumnya. Dia menaiki sebuah mobil dan langsung meninggalkan tempat itu. Ia juga sempat melihat Ethan yang melambaikan tangan padanya dari kejauhan, namun Lusia tidak merespon lambaian tangan Ethan.
Lumayan lama mereka berada di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di kediaman Amedeo. Lusia mengangkat beberapa belanjaannya dari dalam bagasi. Begitu barangnya di angkut oleh Lusia, Vien langsung pergi dengan membawa mobil yang ia bawa sebelumnya.
Tiba di dapur, Lusia langsung menata barang belanjaannya itu ke dalam kulkas. Dia juga mengambil beberapa sayuran untuk di masaknya langsung. Makanan yang ada di benak Lusia adalah makanan yang terbuat dari sayur kentang dan wortel. Dia mencoba untuk mengkreasikan sayuran itu menjadi makanan enak.
Malam pun tiba, kali ini Bill pulang lebih awal dari biasanya. Bahkan penampilan yang biasanya sudah berantakan kini masih terlihat rapih seperti saat sebelum berangkat ke kantor.
Ia langsung menuju ke ruang makan untuk makan malam sendirian. Ketika melihat sebuah makanan yang biasanya tidak di hidangkan, ia langsung bertanya tanya siapa pelayan yang sudah menghidangkan makanan itu di meja.
"Pelayan!!! Ke sini semuanya!" Teriak Bill memanggil seluruh pelayan yang bertugas untuk memasak. Satu persatu daru mereka berlarian menuju ke sumber suara termasuk Lusia.
"Siapa yang udah masak ini?" Tanya Bill merasa penasaran. Lalu Lusia mengangkat tangannya dengan kepala tertunduk.
"Kamu? Oke, semuanya balik lagi ke tugas kalian, kecuali Lusia" Mereka pun meninggalkan tempat itu kecuali Lusia. Karena hanya ada mereka berdua, seluruh tubuh Lusia jadi gemetaran. Keringat dingin juga membasahi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Besok besok kamu masak ini lagi" Ucap Bill tiba tiba. Lusia begitu senang setelah mendengar ucapan itu keluar dari mulut Bill. Itu artinya Bill menyukai masakan Lusia untuk yang pertama kalinya. Dan setelahnya Lusia di suruh untuk kembali ke dapur oleh Bill.
Bersambung.....