2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 13 KEMARAHAN BERAKHIR KESENANGAN


__ADS_3

Rey melajukan motornya dengan kencang. Bertemu dengan Intan sore ini benar-benar merusak moodnya. Ia bahkan melupakan apa saja yang akan ia lakukan sesampainya dirumah nanti.


Rey langsung memasukkan motornya. Bahkan ia sudah tidak menyadari membuka gerbang tanpa perlu membuka gemboknya lagi. ia juga tidak memperhatikan rumah yang bersih dan teras yang sudah banyak tanaman bunga.


Rey langsung melangkah cepat memasuki rumah. Ia juga bahkan lupa kalau ia memasuki rumah tanpa harus membuka pintu menggunakan kunci terlebih dulu.


Rey langsung masuk kedalam kamar. Melempar tas gendongnya secara asal. Melepas jaket dan melempar kelantai secara asal juga.


Rey langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tangannya membuka beberapa kancing kemejanya agar melonggarkan dadanya yang terasa pengap.


Tangan kanan Rey bertumpu menutupi kedua matanya. Nafasnya masih terasa cepat karena begitu menyakitkan. Karena penghianatan yang dilakukan wanita yang sangat ia nanti kepulangannya.


Jika saja Intan menikah dan memutuskan hubungan mereka terlebih dulu. Mungkin Rey tidak akan merasakan kecewa seperti yang ia rasakan seperti saat ini.


"Apapun alasan mu. Aku sudah tidak ingin lagi kamu kembali dan menemui aku." Gumam Rey dengan amarah yang masih ia tahan.


Sepertinya sejak tadi Rey menulikan pendengarannya. Padahal sangat jelas gemericik air dari kamar mandi sangatlah jelas terdengar jika Rey sadar bahwa dirumah ini bukan hanya ia seorang.


Ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka. Samar-samar Rey mendengar namun ia masih abai karena masih tenggelam dengan perasaannya sendiri.


"Kakak sudah pulang?" tanya Qai tiba-tiba.


Deg


Betapa terkejutnya Rey saat ini. Seketika ingatannya kembali kalau saat ini ia bukanlah bujangan lagi. Ia sudah mempunyai seorang istri.


"Astagfirullah..." gumam Rey yang langsung bangun menatap Qai.


Perempuan yang baru selesai mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang digulung dengan handuk itu tersenyum manis menatap Rey.


Seketika rasa bersalah Rey rasakan. Entah kenapa ia jadi sangat berdosa karena untuk beberapa saat tadi ia melupakan Qai. Perempuan yang kini telah menjadi istrinya.


Qai langsung menghampiri Rey. "Maaf, aku belum selesai mandi saat kakak pulang."


Rey langsung menghela nafasnya. Membuang rasa sesak yang tadi menyiksa dirinya. Dan kini ia harus berperan kembali menjadi lelaki yang sudah beristri.


"Nggak apa-apa. Sini."


Qai langsung duduk di pangkuan Rey. Memeluk erat tubuh istrinya untuk menyadarkan jiwanya dari amarahnya tadi.


Qai juga mempererat pelukannya saat Rey semakin menyusupkan wajahnya ke lehernya. Lelaki yang memangku Qai ini terus menghirup aroma wangi sabun yang Qai gunakan untuk mandi.


"Maafkan aku karena untuk beberapa saat melupakan kehadiranmu dihidupku Qai." Batin Rey sambil terus mencium aroma Qai.

__ADS_1


Cukup lama mereka berpelukan. Sejujurnya Qai merasa heran dengan perlakuan Rey saat ini. Apalagi saat ia perhatikan tas dan jaket berserakan karena Rey yang tidak Rey letakkan pada tempat biasanya.


"Kamu wangi Qai." Ucap Rey setelah merenggangkan pelukannya.


"Wangi sabun ya." tebak Qai.


Rey mengangguk. "Padahal sabun yang kita gunakan itu sama. Tapi kenapa setiap kamu yang menggunakannya aromanya bisa berbeda."


"Ih mana mungkin. Coba kita mandi bersama. Pasti aroma kita jadi sama kak." Ucap Qai jujur.


Tapi jangan salahkan Rey jika ia menyalah gunakan ucapan mandi bersama yang keluar dari bibir Rey barusan. Apalagi saat ini tangan Qai dengan berani membuka kancing baju kemeja Rey.


"Kakak harus segera mandi" ucap Qai sambil melepas kemeja Rey. Rey sendiri mengikuti saja apa yang dilakukan Qai saat ini. "Biar segar kak." Ucap Qai menatap Rey.


Qai langsung menunduk, memutuskan pandangan mereka berdua. Apa lagi melihat tatapan Rey yang sudah berbeda menatapnya. Membuat kinerja jantungnya semakin cepat saja.


Rey langsung menarik tengkuk Qai. Melakukan hal yang sudah memenuhi kepalanya karena sudah tergoda.


Lelaki normal mana pun pasti akan tergoda dengan mangsa yang hanya memakai liliran handuk. Sedang paha yang tereksos begitu saja saat Qai duduk dipangkuannya.


Rey langsung melepas handuk yang membungkus rambut Qai dan melemparnya kelantai. Tangannya Qai langsung mengalung pada leher Rey dan mulai ikut kemana arah ajakan Rey saat ini.


Tangan Rey langsung melepas handung yang membelit tubuh Qai dan langsung terjatuh Saat Rey mengajak Qai berdiri sejenak tanpa melepaskan aktifitas yang berlangsung.


Rey membuka kedua matanya melihat Qai yang menutup mata menikmati cecapan yang berlangsung semakin lama semakin dalam.


Tangan Qai juga bergerak membelai punggung Rey seolah memberikan sentuhan dan jawaban bahwa ia siap kepermainan menu utama mereka.


"Aku tidak tahu dengan perasaan ku saat ini Qai. Sebagai lelaki aku juga langsung tertarik dengan mu begitu saja saat penampilan mu seperti tadi. Tapi aku juga takut jika tanpa sadar aku menggunakan tubuh mu sebagai pelampiasan." Ucap Rey hanya didalam hati.


Sepertinya ucapan Intan tadi benar-benar mengusik pikirannya saat ini. Rey kembali menutup mata dan langsung menikmati kembali apa yang mereka lakukan saat ini.


Rey langsung melepaskan Qai saat keduanya sama-sama membutuhkan oksigen. Rey sedikit beranjak untuk meihat tubuh tanpa benang dibawah kendalinya kini.


"Mau diteruskan atau tidak?" tanya Rey sambil membelai Qai yang sudah benar-benar siap.


"Kakak yang sudah memancing ku. Jadi kakak juga harus tanggung jawab." Ucap Qai dengan nafas yang terasa masih berat. Membuatnya dadanya bergerak naik turun.


"Tapi aku belum mandi Qai."


"Kakak masih sangat wangi walau pun belum mandi."


"Mau disini atau dikamar mandi?" tanya Rey. Tangannya sudah mulai menjalar.


"Terserah kakak."

__ADS_1


Qai langsung memejamkan matanya. Tangannya mencengkram seprai saat Rey mengeksplor perutnya tanpa celah.


"Aku mau kamu yang memilih tempat."


Eh...


Qai merintih akibat dari perbuatan Rey saat ini. Tangannya menyusup ke sela-sela rambut Rey dan memberikan penekanan agar apa yang dilakukan Rey saat ini semakin dalam.


Mata Qai terbuka. Ia sedikit menunduk melihat Rey yang menutup matanya dan menikmati apa yang tengan Rey lakukan sekarang. Sehingga membuat Qai tak hentinya melenguh.


"Seksi" batin Qai sambil mengusap pucuk kepala Rey.


"Jadi mau dimana?" tanya Rey saat mengangkat wajahnya dan menatap Qai.


"Disini saja kak. Biar punggung ku nggak sakit."


Rey beranjak dari atas ranjang untuk melepas penutup terakhirnya. Ia tersenyum mendengarkan ucapan Qai barusan.


"Mau punggung mu nggak sakit Qai?" tanya Rey yang sudah kembali naik keatas ranjang dan kembali mengunci Qai dibawah kendalinya.


Qai mengangguk. "Memang ada caranya kak biar punggung nggak sakit?"


"Ada!"


"Apa kak?" Tanya Qai penasaran.


"Kuasai saja aku."


"Maksud kakak?" tanya Qai yang belum paham.


Rey tertawa sambil mulai melakukan aktifitas mereka.


"Kak..." Rintih Qai sambil mencengkram erat lengan Rey.


Rey bergerak santai dan terus menikmati tatapan mereka berdua. "Mau tahu jawabannya?"


"Iya..."


"Nanti akan aku kasih tau saat kita sudah berada didalam kamar mandi."


Bersambung...


Sesak napas uasemmmm...😭😭😭 sedikit horor dengan karya sendiri 🙄 radak ovt bakal susah lulus kontrak ini 🤔


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2