
"Mau kemana?" tanya Rey saat Qai akan beranjak dari sampingnya.
"Mau tidur kak. Aku nggak mau ganggu kakak menonton bola."
"Coba berdiri." Perintah Rey. Sepenuhnya ia sangat penasaran bagaimana bentuk tubuh istrinya yang masih nampak sem*ok.
"Stop sayang." Pekik Rey cepat karena Qai ingin melangkah masuk ke kamar lagi setelah berdiri dari samping Rey.
"Kenapa kak?" tanya Qai bingung. Ia mengira kalau Rey memang menyuruhnya untuk segera tidur.
Rey diam tidak menjawab. Namun kedua matanya nampak menelisik tubuh Qai yang berbalut dengan gaun dinas warna putih.
baju dinas yang sungguh transparan itu benar-benar mencetak tubuh Qai. Membuat Rey harus menahan nafas saat kata sek*si mampu ia sematkan untuk sang istri.
"Balik badan sayang."
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Qai balik badan mengikuti ucapan Rey.
Rey langsung melangkah cepat untuk memeluk Qai dari belakang.
Grep
Seketika tubuh Qai menegang. Meskipun Qai sudah terbiasa di peluk Rey, tapi malam ini dekapan tangan Rey terasa berbeda. Mungkinkah karena malam ini Qai akan menghabiskan malam yang indah.
Rey mencium daun telinga Qai, membuat tubuh Qai meremang. Kecupan Rey semakin turun mengabsen leher Qai yang sudah lama tidak Rey nodai. Membuat kedua mata Qai tertutup menikmati sentuhan Rey malam ini.
__ADS_1
"Ahhh..." Des*ah nafas Qai mulai terasa berat karena kedua tangan Rey mere*mas kuat dua pusat nutrisi Ren dengan rasa gemasnya.
Kecupan Rey mulai turun ke pundak. Tangan Rey menurunkan tali gaun dinas ke lengan Qai. Agar ia dengan bebas mengecup kulit Qai.
"Aku kangen banget sama kamu sayang." Ucap Rey dengan suara yang tertahan.
Tentu semua pasangan suami istri paham makna kangen yang di utarakan Rey barusan.
"Aku juga kangen kakak. Sangat malahan." Ucap Qai pelan. Tangan Qai mengusap tangan Rey yang masih membelenggu tubuh Qai.
"Kak." Rintih Qai. Satu tangan Qai terangkat, Mengusap kepala Rey. Lelaki yang kini sedang menyesap kuat leher bagian belakang Qai.
Secara bergantian Rey melakukan hal yang sama. Membuat jejak di sisi leher Qai bagian belakang. Membuktikan skill Rey yang masih tetap piawai.
"Aku benar-benar kangen kamu sayang." Ungkapan Rey ulang.
Masih tetap dengan posisi yang sama, bibir Rey sudah melahap bibir Qai. Tangan Qai langsung terangkat melingkari leher Rey, agar kecupan mereka semakin dalam.
Satu tangan Rey menyusup masuk untuk bertemu secara langsung dengan dua lembah kembar yang memang sudah disiapkan Qai tanpa pengaman. Mere*mas kuat dengan rasa gemasnya Secara bergantian.
Tubuh Qai semakin bergetar hebat saat satu tangan Rey yang belum mendapat tugas, kini sudah mulai menyelinap masuk dimana jalan Ren keluar dari rahim Qai.
Tangan Rey terus mengusap pelan. Dan mulai mencari manik kecil sumber suara Qai jika itu dimainkan oleh Rey.
"Ahhh..." Desa**h nafas Qai yang tertahan. Karena tangan Rey yang sudah gencar bergerak dengan semangat.
__ADS_1
Rey menggigit bibir bawah Qai saat Qai ingin mengakhiri tautan mereka. Qai jelas tidak kuat jika tidak mengeluarkan suara des*ah napas beratnya.
"Kak Rey... ahhh... Ehhh..." Rintih Qai semakin menjadi setelah Rey dengan baik hati melepaskan bibir Qai. Tapi kini bibir Rey terus mengabsen leher Qai.
Kedua tangan Rey terus bermain dengan liarnya. Membuat suara Qai semakin teratur.
Tangan Qai mencengkram erat tangan Rey yang masih betah bermain di bawah sana.
"Udah kak." Mohon Qai karena merasa tidak kuat.
Bukannya melepaskan, jari Rey semakin gencar bergerak membuat keringat Qai semakin deras keluar dari tubuhnya.
"Jangan di tahan sayang." Bisik Rey dengan nada sensual.
Kaki Qai semakin bergetar, semakin terasa lemas namun ia harus tetap berusaha bertahan. Menikmati sentuhan Rey meski ia ingin sekali melarikan diri.
"Ayaaahhh Rennnn..." Pekik Qai. Seketika tubuh Qai bersandar sepenuhnya pada Rey. Dengan sigap Rey menahan tubuh sang istri.
"Kak." Ucap Qai lemah karena tangan Rey masih belum ingin beranjak dari bawah sana.
"Suara mu benar-benar indah sayang." Bisik Rey sambil menarik tangannya dari bawah sana.
Wajah Qai memerah saat tangan Rey memainkan dengan jarinya, cairan tanda puncak Qai.
"Kita lanjut sekarang." Ucap Rey setelah mengusap tangannya pada gaun dinas Qai.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️