2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 25 NONGKRONG


__ADS_3

Meskipun langit masih belum nampak terang. Qai sudah berperang dengan peralatan dapur. Pagi ini ia masak opor ayam. Sesuai permintaan Rey semalam.


Tadi setelah Rey melaksanakan kewajibannya. Mereka langsung meluncur ke penjual sayur meski langit masih nampak gelap.


"Sayang." Rey langsung memeluk Qai dari belakang.


Menurut Qai, Rey terlalu gampang memanggilnya sayang. Yang jelas kata itu membuat hati Qai bergetar. Lelaki yang masih hitungan hari ia kenal.


Namun sudah banyak hal yang mereka lakukan. Bukan banyak hal tentang kehidupan tapi hal keintiman pasangan suami istri.


Masalah kehidupan hanya mereka sendiri yang menentukan. Akan di bagaimanakah pernikahan mereka ke depan.


"Kenapa kak." Qai masih terus melanjutkan pekerjaannya.


"Aku sudah bantuin beberapa pekerjaan rumah. Aku boleh ya nongkrong didepan. Sudah lama nggak kumpul, mumpung bapak-bapak pada kumpul."


Justru Qai kini tidak percaya. Kalau Rey meminta izinnya hanya untuk nongkrong didepan sana. Ia jadi merasa terkesima dengan lelaki yang masih enggan melepaskan belitan tangannya.


"Iya kak. Boleh kok."


"Aku keluar dulu." Ucap Rey merenggangkan pelukannya setelah mencium pipi Qai tiga kali.


Qai berhenti sejenak. Membalik badan menatap punggung Rey yang menghilang setelah keluar dari ruang dapur.


"Apa kakak akan seperti ini sama aku. Kalau seandainya kakak ku beri tahu tentang mbak intan. Atau mungkin dia menelpon kakak lagi dan menjelaskan semuanya." Batin Qai.


Mau di pungkiri bagaimana pun ceritanya. Qai tetap memilih diam tidak mengatakan apa yang kini menjanggal hatinya. Ia seperti mengkhianati komitmen mereka yang sudah disepakati.


Qai menghela nafasnya. Ia berharap jika nanti Rey mengetahui apa yang telah ia sembunyikan. Rey tetap memahaminya karena sebuah alasannya sendiri. Alasan yang jelas tidak ingin kehilangan lelaki yang kini mulai merebut hati dan perasaan Qai.


.


.


.


Biasanya saat sebelum menikah dulu Rey selalu berkumpul bersama bapak-bapak di deretan rumahnya ini.


Karena mereka semuanya sama-sama karyawan dengan berbagai jenis status jabatan. Karena setiap hari sabtu dan minggu adalah hari libur kerja. Waktunya untuk bercengkarama dengan tetangga sekitar.


Pak Imam, pak Amir, pak Topik, dan pak Ruslan sudah nampak berkumpul. Duduk bersama di sebuah kursi didepan warung bu Tri, istri pak Ruslan.


Meski Rey berbeda jauh usianya dengan para bapak-bapak yang lebih senior usianya. Namun ia nyaman-nyaman saja ikut bergabung.


"Nah ini pengantin barunya baru datang." Ucap pak imam saat melihat Rey melangkah semakin dekat kearah mereka.


"Langsung kelihatan seger sekarang ya mas Rey." goda pak Amir.

__ADS_1


Rey duduk di samping pak Topik. "Kabarnya bagaimana mas?" Tanya pak Topik.


Belum sempat Rey menjawab. Pak Ruslan sudah nyerobot menjawab. "Ya pasti baik to pak Topik. Sekarang kan enak ada yang di kelonin ada yang masakin, ada yang ngurus ya kan mas." Mendengar tuturan pak Ruslan membuat Rey tersenyum saja.


"Alhamdulillah baik pak."


"Rokok mas." Tawar pak Amir. Karena memang biasanya saat berkumpul seperti ini. Sambil berbincang mereka juga menghabiskan beberapa batang rokok dan segelas kopi yang mereka bawa dari rumah mereka masing-masing.


"Terimakasih pak." Rey tidak menerima atau pun menolak tawaran pak Amir. Karena ia sudah janji pada Qai kalau ia akan berhenti merokok.


"Bagaimana mas pekerjaannya. Lancar?" Tanya pak Amir.


Mereka mulai berbincang mengenai banyak hal. Saling membicarakan tentang pekerjaan mereka. Tentang anak dan banyak hal lainnya.


.


.


.


Opor ayam sudah tersaji diatas meja. Qai tersenyum karena merasa senang, Rey meminta sendiri apa yang ia inginkan dan dimasak oleh Qai langsung.


Setelah membersihkan kompor dan sekitarnya. Qai langsung menuju wastafel. Ingin mencuci semua alat tempurnya tadi.


"Mami lemon nya habis lagi." Gerutu Qai.


Qai langsung melepas Appron dan langsung menggantung di sebuah paku yang tertancap pada dinding.


Qai langsung mengambil uang didalam dompet yang sudah ia sisihkan untuk uang dapur.


"Permisi pak." Ucap Qai saat melewati bapak-bapak yang tengah berkumpul sambil membuat asap. Ia menatap Rey sejenak.


"Iya mbak Qai silahkan." Ucap bapak-bapak ramah secara bersamaan.


"Loh mbak Qai tak kira nyusul mas Rey?" goda pak Topik.


Qai tersenyum. Jelas saja walau niatnya pak Topik bercandaan tapi tetap saja Qai masih belum terbiasa.


"Enggak pak. Saya mau ke warung."


"Ibu..." panggil Qai.


Tak lama bu Tri keluar. "Eh mbak Qai. Nyari apa mbak?"


"Beli mami lemon sama kerupuk bu."


Setelah membayar apa yang Qai beli. Ia langsung keluar dari dalam warung dan langsung memakai alas kakinya. Belum sempat ia permisi melewati bapak-bapak yang berkumpul. Rey sudah menggodanya.

__ADS_1


"Suwiwit..." (Anggap saja begitu suaranya) Rey bersiul menggoda Qai. "Neng boleh kenalan nggak?" Tanya Rey. Iseng banget membuat bapak-bapak disana pada mesam mesem dengan kelakuan Rey.


"Nggak boleh pak." Jawab Qai asal. Sumpah kalau boleh lari, ingin rasanya ia lari cepat karena malu.


"Kenapa nggak boleh neng?" Masih belum berhenti rupanya Rey.


"Nanti suami saya marah pak." Qai langsung jalan cepat setelah mengatakan hal itu. Benar-benar malu campur aduk dengan godaan Rey tadi.


Sedangkan bapak-bapak disana tertawa karena penolakan Qai pada Rey. Dan menggoda Rey kalau ia adalah lelaki posesif dan cemburuan. Hanya menggoda loh ya, karena bapak-bapak juga nggak tahu aslinya Rey bagaimana sikapnya pada istrinya.


Sekitar pukul 07.45 wib, Rey baru masuk rumah. Ia langsung mencari keberadaan Qai dimana.


"Sudah mandi ya?" Tanya Rey saat melihat Qai baru keluar dari kamar mandi.


Qai mengangguk. "Kakak cepat mandi sana. Aku laper banget." Qai langsung menuju lemari untuk mencari baju ganti. Karena ia hanya membawa pakaian dalam saat ke kamar mandi. Maklum namanya juga lagi bulanan.


Rey yang memang dasarnya tidak bisa mengondisikan matanya. Ia langsung membalik Qai dan memeluknya. Mencium wangi sabun pada tubuh Qai.


Qai mendorong Rey spontan. "Kakak ngerokok ya?" Tanya Qai.


"Enggak Qai. Baju aku bau karena kena asap rokok bapak-bapak tadi." Rey langsung melepas kaosnya. Lalu menarik tubuh Qai untuk ia peluk lagi. "Nah sekarang bukan bau rokok tapi bau badan ku yang asem belum mandi."


Dengan keusilan Rey ia sengaja menekan kepala Qai agar mencium tubuhnya yang belum segar. Qai langsung bernafas cepat setelah Rey melepaskannya.


"Kakak jahil banget." Qai langsung bernafas lega. "Aku maklum kalau kakak masih ngerokok. Karena bukan hal mudah orang yang sudah biasa ngerokok. Kini harus berhenti. Asal kakak kalau habis ngerokok jangan peluk cium aku dulu ya. aku nggak suka baunya."


"Kamu nggak percaya sama aku Qai?" Tanya Rey dengan seringai akal yang sudah akan ia lakukan. Tergantung bagaimana jawaban Qai.


"Bukan aku nggak percaya kak. Aku hanya nggak mau egois. Memaksa kakak ini itu."


"Artinya kalau aku nggak ngerokok boleh dong aku peluk cium kamu sesuka ku."


Qai mengangguk cepat. "Iya." Namun detik kemudian ia menyadari ekspresi Rey yang menatapnya. "Sepertinya aku salah pembahasan." Batin Qai yang mencurigai tatapan Rey.


Rey langsung membawa Qai ke atas tempat tidur. Mengunci perempuan yang sudah mencurigainya. Dan langsung menyerbu bibir yang tidak pernah absen ia rasa.


Tangannya langsung melepas handuk yang melilit tubuh Qai. Menjelajahi dengan sentuhan memabukkan. Membuat Qai sampai ingin merintih. Namun tidak bisa karena Rey masih menguasainya.


"Apa ada rasa asap rokok?" Tanya Rey setelah melepaskan Qai.


Qai menggelengkan kepala. Kembali lagi ia mengatur nafasnya. Rey menatap lembah kembar yang terpampang bergerak naik turun. Mengikuti deru nafas Qai yang cepat. Karena sengaja ia tadi melepaskan pengait dan langsung melemparnya.


"Aku mandi dulu." Ucap Rey setelah membelai sensual pada benda kenyal yang terpampang.


Qai langsung bangun sambil menatap punggung Rey yang menghilang memasuki kamar mandi.


"Huuufffttt..." Akhirnya Qai merasa bisa bernafas lega.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2