
Rey langsung membawa Qai ke menu utama. Karena baru kali ini Rey memasuki Qai lagi, tentu saja membuat Rey harus kembali berusaha untuk menjebol Qai.
Qai merintih pelan menerima terobosan yang Rey lakukan beberapa kali. Hingga akhirnya tubuh mereka telah menyatu kembali dengan sempurna.
Rey tidak langsung bergerak karena kini, ia memeluk Qai. Keduanya sama-sama merasakan kelegaan karena kini mereka kembali ke suasana yang begitu mendebarkan jiwa. Meluruhkan segala rasa yang tertahan didalam hati selama beberapa bulan terakhir.
Rey mulai bergerak pelan tanpa melepas pelukan yang mereka lakukan. Hal itu bahkan tidak menyurutkan suara Qai yang menjadi vitamin bagi Rey malam ini.
Rey langsung memburu bi*bir Qai yang sudah menebak. Menenggelamkan rintihan Qai dalam ciu*man yang mereka lakukan, tapi nyatanya hal itu tidak bisa meredam suara Qai, karena Rey menambah pekerjaan satu tangannya untuk memainkan da*danya yang sudah menegang.
Rey sudah tidak bisa mengontrol diri sendiri, ia langsung melepaskan Qai dan fokus pada penyatuan di inti tubuh mereka. Rey bergerak cepat hingga tubuh Qai terguncang hebat.
Suara de*sahan keduanya semakin menjadi memenuhi ruang kamar yang menjadi saksi bagaimana suasana panas yang kini mereka nikmati.
Rey bergerak cepat membalik posisi mereka tanpa melepaskan apa yang sudah menyatu. Membuat Qai terkejut karena kini ia lah yang berada diatas tubuh Rey.
__ADS_1
"Giliran kamu sayang." Ucap Rey dengan suaranya yang serak. Tangannya yang jahil tentu menarik kedua pucuk yang menonjol jelas.
Qai paham dengan maksud sang suami. Ia langsung bergerak mengeluarkan keahliannya yang sudah lama tidak ia gunakan. Membuat Rey memejamkan mata menikmati apa yang sedang Qai lakukan.
Rey membuka kedua matanya untuk melihat bagaimana se*ksinya tubuh sang istri saat menguasainya.
Rey tersenyum melihat tatapan Qai padanya. Mata Rey menyusur turun melihat dua benda kembar yang bergerak cepat mengikuti pergerakan Qai.
"Lama banget keluarganya." Batin Qai karena Rey tidak juga sampai pada puncaknya. Walau kedua kakinya sudah terasa pegal tapi Qai masih harus memberikan pela*yan*an terbaiknya. Ia tidak ingin momen pertama setelah beberapa bulan berkesan kurang.
Rey langsung memeluk Qai yang limbung lemas. Mereka berdua sedang mengatur nafas dan detak jantung yang bekerja cepat. Keduanya masih enggan melepaskan inti tubuh mereka yang masih bersatu padu.
Rey membawa tubuh Qai jatuh kesamping. Ia mendaratkan banyak kecupan pada puncak kepala Qai.
"Terimakasih atas malam yang indah ini sayang."
__ADS_1
"Aku yang seharusnya berterimakasih, karena kakak sudah mau menyentuh ku lagi."
"Kenapa kamu bicara begitu sayang?"
"Kakak pasti nggak mau sentuh aku padahal aku sudah selesai nifas, karena badan aku yang masih gemukan kan?" tebak Qai.
"Hay, kenapa istri ku berpikir begini? Aku takut menyentuh mu karena aku masih mengingat jelas bagaimana kamu melahirkan Ren, Sayang. Aku bahkan tadi sempat berpikir kalau kamu belum siap. Aku membelikan gaun itu untuk memberi mu kode, karena aku sudah kesulitan menahan diriku. Kamu sangat menggoda dengan tubuh mu yang sekarang Qai." Jelas Rey tidak ingin membuat istrinya salah paham terhadapnya.
Bersambung ...
Yang belum mampir, yuk nimbrung ke sini💜
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
__ADS_1