2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 70 MAN*DI BERSAMA


__ADS_3

Setelah selesai membedong cucu pertamanya. Bu Wirda langsung membawa bayi laki laki itu keluar kamar setelah puas mengasi. Sedangkan Qai, tentu ia langsung segera membersihkan diri agar lebih segar lagi.


Setelah membantu Qai. Kini Rey giliran membantu pak Abdul membersihkan rumah dan langsung memasang karpet untuk para tetangga yang akan datang ke acara syukuran anaknya nanti.


Ahmad yang baru datang bersama Ratna dan juga Ratih. Langsung ikut membantu menyiapkan semuanya.


"Biar ayah yang teruskan bersama Ahmad, Rey. Kamu segera mandi lalu pergi undang-undang para tetangga agar berkenan hadir." Ucap pak Abdul.


"Baik ayah."


Rey langsung masuk ke dalam rumah. Ia melihat ibunya, Bu Wirda, Ratna, dan Ratih tengah asik mengelilingi bayi yang nampak lelap.


Rey masuk ke dalam kamar dan langsung menguncinya. Rey langsung melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya dan memasukkan pakaian kotor kedalam tempat yang mereka sediakan.


tanpa pikir panjang, Rey langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutupnya. Dan saat itu juga, Rey baru menyadari jika Qai juga masih berada di dalam sana.


"Hyaaa..." Teriak Qai spontan Karean terkejut saat balik badan sudah mendapati Rey yang berdiri di belakangnya dan ikut hujan-hujanan di bawah air yang meluncur dari shower.


Dengan cepat Rey membekap mulut Qai yang asal berteriak. Bisa bahaya kalau sampai ada yang mendengar teriakan super Qai tadi.


"Jangan teriak-teriak yang." Rey langsung menjauhkan tangannya yang membekap Qai.

__ADS_1


"Lagian kakak ngapain disini?" Tanya Qai sambil melihat Rey dari atas sampai bawah tanpa benang.


"Aku mau mandi yang."


"Memangnya kakak nggak tahu aku lagi mandi apa?" Cecar Qai khawatir dengan keadaan mereka saat ini.


"Kalau aku tahu mana mungkin aku asal masuk yang. Kamu Baru mau mandi juga?"


"Iya lah, aku baru mau mandi. Tadi aku baru ngasi anak kita dulu kak. Makanya aku baru mau mandi ini."


"Kita mandi bersama ya."


"Kakak jangan macam-macam ya. Aku baru kemarin melahirkan kak." Negatif thinking saja Qai saat ini.


Rey langsung mengambil sampo untuk ia balurkan di rambut panjang yang sudah basah milik Qai. Sedangkan Qai langsung menyikat giginya. Ia tidak protes dengan perlakuan Rey saat ini. Karena memang mereka sering melakukan hal seperti ini.


Setelah selesai memberikan pijatan pada kepala Qai. Rey langsung mengambil spon dan memberinya sabun untuk menggosok seluruh tubuh Qai.


"Biar aku sendiri kak."


"Aku ingin melakukannya saat ini."

__ADS_1


Qai pasrah saja dengan tindakan Rey. Qai malah seperti sedang menikmati gosokan yang Rey lakukan.


Kemudian, Qai juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Rey tadi.


Mereka sama-sama membilas tubuh mereka di bawah shower sambil saling bergurau pelan.


"Kak." Pekik Qai saat tubuhnya di pepet Rey sampai menempel di tembok. "Kita nggak boleh melakukan hal itu sekarang kak." Ucap Qai cepat saat Rey mendekatkan wajahnya.


Rey menyentuh dagu Qai, agar mereka saling bertatapan. "Aku tahu yang. Kita tidak boleh melakukan hal itu sampai kamu selesai nifas. Tapi bukan berarti tubuh mu yang lain tidak bisa aku sentuh kan?"


Tangan Rey menjalar pelan, sampai menyentuh salah satu diantara dua si kembar yang nampak berisi. Lalu menarik ujungnya pelan membuat tubuh Qai seperti tersengat listrik.


(Eh emang Qai pernah kesetrum apa?😂😂😂)


Rey mencium dagu Qai lalu mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya yang sudah bersih. Qai hanya terdiam memaku menatap Rey yang keluar dari kamar mandi setelah mensucikan diri.


"Dasar Rayhan Abraham. Bisa-bisanya dia mempermainkan istrinya disaat seperti ini." Gerutu Qai kesal. Ia langsung mengambil handuk untuk segera menggunakan pakaian dalam yang sudah ia bawa ke kamar mandi.


Bersambung...


Pada penasaran kan siapa nama baby boy 😁😁😁

__ADS_1


jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya


__ADS_2