
Setelah waktu subuh, Qai langsung menuju dapur. Ia mengeluarkan udang dari dalam freezer dan langsung merendam didalam air agar udang cepat mencair dan bisa segera di olah. Sambil menunggu Qai langsung menyiapkan semua bumbu yang dibutuhkan.
Cabe, bawang merah, bawang putih sudah Qai bersihkan kemarin siang bersama Rey. Mereka menyimpan semua bumbu didalam kotak kecil dan dimasukkan ke dalam kulkas. Agar mempercepat pekerjaan mereka nanti jika sedang memasak.
Rey sendiri langsung mengisi mesin cuci dengan air untuk mencuci pakaian kotor mereka. Setelahnya, ia langsung membereskan seluruh rumah.
"Ayo kak. Kita makan dulu." Ajak Qai yang menghampiri Rey. Setelah selesai nyapu Rey memilih duduk di depan seorang diri.
"Sudah selesai masaknya?" Tanya Rey sambil mengikuti langkah kaki Qai menuju dapur.
"Sudah."
"Cepak sekali kamu masak Qai."
"Hanya nasi goreng sudah pasti cepat kak."
Kini mereka sudah duduk bersandingan. Menikmati sepiring nasi goreng udang bersamaan. Makan berdua dengan piring yang sama ternyata benar-benar menambah rasa nikmat luar biasa untuk keduanya.
Sesekali Qai memperhatikan Rey yang lahap menikmati nasi goreng buatannya. Tapi entah berapa kali juga lelaki disampingnya meneguk air minum.
"Kakak nggak suka pedes?" tanya Qai penasaran.
"Gimana ya. pokoknya tergantung makanannya enak atau nggak."
Qai langsung beranjak untuk mengisi gelas Rey yang sudah tandas tanpa sisa. Setelah gelas terisi penuh Qai meletakkan lagi diatas meja dan langsung kembali duduk.
"Kalau aku tahu kakak nggak suka pedas aku tadi pasti masaknya nggak akan sepedas ini kak. Maaf ya" jujur saja Qai merasa tidak enak hati. Nggak tega juga sampai membuat disekitar bibir Rey yang sudah memerah padam kepedasan.
"Nggak apa-apa. Tapi jujur, ini tuh enak banget." Puji Rey.
.
.
.
Setelah usai menghabiskan menu sarapan tadi. Rey langsung mengajak Qai keluar rumah. Mereka langsung pergi menuju toko penjual barang pecah belah. Rey membiarkan Qai membeli apa yang menurutnya sangat dibutuhkan dirumah mereka.
Rey hanya memberikan pendapat dan pilihannya jika saat Qai bertanya padanya. Entah apa saja yang mereka beli. Karena sangking banyaknya. Akhirnya Rey meminta petugas toko untuk mengantarkan semua barang belanjaan mereka ke rumah.
Setelah itu. Qai mengajak Rey menuju tempat dimana ia membeli mesin cuci. Qai ingin membeli blender agar ia bisa membuat jus dirumah.
Setelah semua yang barang terbeli. Rey mengajak Qai mampir kesebuah mini market. Membeli sari roti dan selai coklat dan stroberi. Hanya untuk jaga-jaga jika ingin ngemil atau tiba-tiba kelaparan saat tidak ada makanan utama pengganjal perut.
__ADS_1
Setelah keranjang belanjaan mereka dipenuhi dengan camilan. Rey langsung mengantri di kasir.
"Ada yang masih ingin dibeli nggak?" tanya Rey saat melihat Qai masih celingukan.
"Ada. Tapi aku malu kak."
"Malu sama siapa?"
Bukannya menjawab, Qai malah tersenyum aneh pada Rey. Namun Qai langsung pergi. Mungkin mencari apa yang katanya tadi belum ke ambil.
Dengan wajah malu-malu Qai meletakkan roti tawar bulanan kedalam keranjang belanjaan yang di jinjing Rey.
"Biar aku saja kak yang mengantri" ucap Qai ingin merebut keranjang belanjaan.
"Kalau bisa mengantri sama-sama kenapa nggak."
Mereka langsung segera keluar dari mini market setelah selesai membayar belanjaan. Rey langsung menggantung plastik di bagian depan motor metiknya.
"Rayhan" panggil seorang perempuan yang baru saja keluar dari mobil mewahnya.
Rey langsung menoleh ke sumber suara yang cukup ia kenali suaranya. Hatinya langsung terenyuh sakit melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.
Perempuan yang menjalin kasih dengannya sejak sekolah SMA. Berhubungan baik dengan sangat lancar saat ia kuliah disini sedangkan perempuan ini melanjutkan studi di Jakarta.
Bagaimana mungkin Rey yang memang mencintai kekasihnya tidak setia kalau bukan karena komunikasi mereka masih sangat baik dan sangat lancar.
Rey yang awalnya senang karena seolah mendapatkan kejutan bisa bertemu lagi dengan Intan. Saat itu juga ia harus merasakan sakit hati secara bersamaan.
Ia diselingkuhi selama ini. Bahkan intan masih berkata mesra saat sudah menikah. Hingga membuat Rey merasa seorang selingkuhan istri lelaki lain.
Sebenarnya siapa yang selingkuh dan menjadi selingkuhan. Kenapa Rey merasa menjadi terpojok saat mengetahui kenyataannya.
"Intan" gumam Rey saat akan memakaikan pelindung kepala pada Qai. Qai sendiri langsung menatap perempuan cantik dan terlihat seksi dengan bentuk tubuh yang membuat siapapun iri.
Intan langsung mendekati Ray. Ingin saling berpelukan dan cium pipi kanan dan kiri sama seperti saat mereka bertemu pertama kali setelah menjalin hubungan jarak jauh, satu bulan yang lalu.
Rey langsung menghindari intan yang akan memeluknya. Ia langsung berpindah kebelakang Qai.
"Kenapa?" tanya Intan menatap Rey. Tanpa rasa bersalah sama sekali intan saat ini. Kemudian matanya dikejutkan perempuan yang ada didepan Rey. "Kamu siapa?"
"Dia istriku." Jawab Rey cepat.
Hati Qai tiba-tiba terasa bergetar saat Rey mengatakan pada perempuan didepan mereka ini bahwa ia adalah istri Rey.
__ADS_1
"Nggak mungkin. Selama ini kamu bilang nggak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Aku nggak percaya."
Rey tersenyum sinis menatap Intan. "Nggak semua hal harus aku ceritakan ke kamu kan. Kita impas."
Sejujurnya Rey tidak paham dengan jalan pikiran Intan. Jika memang ia sudah menikah, dan hidup bahagia dengan anak dan suaminya. Kenapa intan masih berperan menjadi pacar yang seolah setia padanya.
Rey yang sudah terlanjur sakit hati saat pertama kali bertemu Intan dan mengetahui kenyataan. Ia langsung berlalu pergi tanpa bertanya alasan Intan apa. Meski Rey penasaran tapi ia merasa tidak perlu tahu karena walau ia tahu alasan intan semua akan tetap sama. Hatinya hancur karena dikhianati.
"Tapi Rey..."
"Maaf Intan, kami harus pulang sekarang."
Rey langsung menggunakan pelindung kepala untuk Qai lalu ia menggunakan miliknya. Setelah itu Rey langsung mengendari motornya. Mengabaikan Intan yang terus menatap mereka.
Qai langsung turun dari motor untuk membuka gerbang saat mereka sudah sampai didepan rumah mereka.
Rey langsung memarkirkan motornya. Sedang Qai langsung menutup gerbang kembali. Mereka langsung masuk kedalam rumah setelah Rey membuka kunci rumah. Qai langsung mengikuti langkah Rey menuju dapur.
"Mau minum?" tawar Rey saat ia membuka kulkas. Qai mengangguk dan saat itu juga Rey menuangkan air dingin untuk Qai.
Setelah meneguk habis air dingin. Qai langsung menatap camilan yang mereka beli barusan.
"Itu tadi intan pacar kakak."
"Mantan" jawab Rey singkat. Ia lebih fokus membuka bungkusan roti tawar untuk ia olesi dengan selai.
"Pantas saja kakak setia. Dia cantik bahkan sempurna. Aku yang perempuan saja kagum melihatnya." Ucap Qai sambil meneruskan aktifitasnya.
Rey terus menatap punggung Qai. Mendengar setiap kata yang terucap dari bibir Qai entah kenapa terdengar bergetar. Rey menghela nafasnya, membuang rasa sesak yang menyiksa dirinya sendiri.
"Kak..." pekik Qai tiba-tiba.
Qai jelas terkejut karena tiba-tiba Rey mencecap lehernya dengan sangat kuat sedangkan tangannya membelit tubuhnya. Membuat Qai sulit bergerak.
"Jangan bawa nama orang lain yang membuat kita saling menyakiti Qai" bisik Rey tepat ditelinga Qai.
"Cukup aku yang menyebutnya kemarin dan aku benar-benar minta maaf soal itu. Sekarang ini juga terakhir untuk mu menyebut nama perempuan itu. Kamu pun sudah tahu ceritanya karena aku sudah menceritakan apapun yang harus kamu ketahui Qai."
Rey menghela nafasnya ia langsung membalik tubuh Qai agar mereka bisa saling menatap. "Aku sudah memilih mu dan aku akan bertanggung jawab dengan pilihan ku. Jadi mari kita pikirkan hanya tentang kita saja."
Bersambung...
Menghalu sendiri soal visual ya 🙏aku bingung juga siapa aktor Indonesia yang bisa ku jadikan visual🤭aku udah gak pernah nonton tv soalnya jadi otaku blank😂
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
Selamat pagi dan selamat beraktifitas 💪💪💪