2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 73 PAKEEETTT...


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu. Sudah sejak dua bulan yang lalu Qai mengurus Ren seorang diri. Awalnya Bu Yani masih ingin membantu Qai mengurus cucunya. Tapi berhubung sawah di kampung juga butuh di urus akhirnya bu Yani pulang kampung.


Sebenarnya Ahmad bisa mengurus, namun ia juga kewalahan kalau sedang dapat panggilan nukang. Lumayan penghasilan perharinya saat ada yang sedang membangun rumah dan yang lainnya.


"Pakeeettt..." Teriak kurir daru luar sana.


Qai yang tidak ingin Ren terbangun, secara pelan-pelan ia beranjak dari atas tempat tidur.


Merasa tidak membeli barang online, Qai mengintip keluar dari jendela untuk memastikan lagi. Apakah benar kurir paketan itu di depan rumahnya.


"Pakeeettt..." Teriak kurir lagi.


Dengan cepat Qai menyambar jaket yang ada di gantungan untuk ia kenakan.


"Apa kak Rey membeli sesuatu? Tapi biasnya Kak Rey bilang dulu dengan ku jika akan belanja online." Gumam Qai sambil cepat keluar rumah.


"Maaf ya pak nunggu lama." Ucap Qai setelah keluar rumah dan menghampiri bapak kurir.


"Nggak apa-apa mbak. Ini mbak Qaila Zarina kan?"


"Iya pak."


"Ini paketannya mbak." Ucap kurir. ia memotret paketan tersebut baru di serahkan ke Qai.


"Cod atau sudah bayar pak?"

__ADS_1


"Sudah bayar mbak."


"Terimakasih ya pak."


Qai langsung masuk ke dalam rumah sambil membolak balik paketan mungil yang ada di tangannya.


"Pengirimnya saja nama kak Rey. Apa ini buat aku?" Gumam Qai masih terpaku menatap paketan mungil berwarna pink kesukaannya.


Qai melihat jam dinding. Ia langsung mengambil ponselnya di dalam kamar lalu menelpon seluler ke nomor Rey.


Rey : "Halo sayang."


Qai : "Kak lagi ngapain?"


Rey : "Lagi makan. Enak loh yang kering kentang campur ikan terinya."


Rey : " Apapun yang kamu masak aku pasti selalu suka yang."


Qai : "Ngerayu ya biar di buatin bekal tiap hari?"


Rey : "Lah kok ketebak."


Qai : "Barusan ada paketan datang kak. Ini buat aku?"


Rey : "Untung tepat waktu. Coba kamu buka yang. Semoga suka."

__ADS_1


Qai menekan tombol pengeras suara. Lalu meletakkan ponselnya di lantai.


Qai beranjak mengambil gunting untuk mempermudah membuka bungkusan paket.


Kedua mata Qai langsung melebar sempurna saat tangannya melebarkan benda tipis kurang kain berwana putih. Isi paket yang tadi membuatnya penasaran dan kini membuat Qai tercengang.


Qai : "Kakak serius beli ini?"


Rey : "He'em... Kamu suka?"


Wajah Qai seketika berubah memerah. Pikiran Qai jadi melayang kemana-mana menelisik kain yang sungguh transparan.


Rey : "Aku kangen kamu yang." Suara Rey bahkan terdengar pelan. Namun begitu menyampaikan rasa yang sudah terpendam.


Qai : "Kakak ih." Andai Rey tahu jika saat ini wajah Qai semakin memerah karena tersipu malu. Pasti Rey semakin semangat menggoda Qai.


Rey : "Tapi kalau kamu belum siap, aku nggak masalah. Gunakan saja saat kamu sudah siap yang."


Qai masih tetap terpaku di atas kasur yang ada di depan televisi. Bahkan tangannya dapat merasakan betapa cepatnya kerja jantungnya saat ini.


Qai bahkan sempat berpikir. Jika Rey tidak tertarik dengan dirinya yang masih nampak berisi walau setelah melahirkan, Karena Rey tidak pernah mengajaknya setelah ia selesai nifas.


Bersambung...


Maaf ya ReQa baru menyapa 🙏 Karena masih bulan Syawal, ReQa minta maaf lahir dan batin ya buat semua reader yang selalu ikutin ReQa. Maaf jika ada salah kata yang sengaja dan tidak sengaja. Semoga kita semua di beri umur panjang sampai bisa bertemu lebaran tahun depan🥰😊

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2