2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 57 INGIN PULANG KAMPUNG


__ADS_3

Qai terlihat Fokus dengan acara televisi yang sedang mereka tonton. Hanya Qai sih yang terlihat menghayati acara yang kini tengah tayang. Karena Rey lebih sibuk menyuapi buah pir yang telah selesai ia kupas kulitnya.


"Kayanya enak nih kak makan." Ucap Qai tiba-tiba sambil mengusap-usap perutnya yang terlihat lebih membuncit.


Rey spontan melihat layar televisi. Terlihat sepasang anak manusia sangat mendalami perannya makan di sebuah restoran.


"Kamu ingin makan seperti itu?" Tanya Rey. seketika Qai mengangguk. "Ya sudah besok kita makan di restoran mana yang kamu ingin." Ucap Rey tenang. Padahal didalam hatinya tengah bergejolak. Ia kalau Qai memilih makan di restoran yang masih terjangkau harganya. Kalau sampai di restoran mewah bisa keringat dingin Rey dibuatnya.


"Kita pulang kampung kak." Ajak Qai tiba-tiba.


"Di kampung mana ada Restoran Qai. Ada juga warteg dan itu juga jarang."


"Ih kenapa sejak tadi kakak ngomongin restoran sih kak." Kesal Qai.


"Lah bukanya kamu ingin makan di restoran yang?"


"Kapan aku bilang gitu?"


"Ya sayang tadi bilang ingin makan waktu pemain sinetron tadi makan di restoran. Jadi aku pikir sayang ingin makan disana." Terang Rey sesuai dengan apa yang ia kira sejak awal.


"Makannya suami ku sayang. Di tanya dulu istrinya ingin makan dimana bukan asal tebak-tebak gak bener gini." Ucap Qai sambil menarik kedua pipi Rey sangking gemesnya.


'Memangnya kamu ingin makan dimana sayang?"


"Kakak ini kok nggak peka."


Mulai ribet sepertinya Qai saat ini. "Aku salah lagi?" Tanya Rey nggak percaya dengan ekspresi Qai yang tengah menatapnya.


"Iya lah, seharusnya kakak tanya dulu aku ingin makan apa." Tutur Qai berharap Rey mengetahui secara gaib jalan pikiran yang ia mau saat ini.


Namun apa susahnya sebenarnya Qai langsung mengucapkan secara langsung. Daripada muter-muter bikin kesel sendiri kan.


Rey menghela nafasnya. Mengingat pesan Ratna kalau ia harus ekstra sabar menghadapi drama ibu hamil.


"Memangnya sayang mau makan apa?"


"Aku ingin makan pake sambel terasi, ikan asin, sama daun singkong rebus kak."


"Terus kita makannya dimana?" Tanya Rey sudah peka.


"Kita makannya di sawah. Siang-siang sepertinya seru kak." Ucap Qai sudah mulai membayangkan suasana persawahan.


"Tapi sekarang bukan musimnya orang nanam padi yang." Info Rey.


"Terus sekarang petani pada nanam apa kak?"


Meskipun anak orang petani juga, lebih tepatnya pemilik pabrik di desanya. Tentu saja Qai tidak memahami musim. Tapi kalau musim ayahnya punya banyak uang itu baru Qai tahu.


"Sekarang sedang nanam jagung. Gimana?"

__ADS_1


Qai langsung mengambil ponselnya yang ia letakkan di lantai. Langsung menuju aplikasi kalender yang ada disana.


Qai langsung bangun. Duduk sejajar di samping Rey. “


Minggu depan ada tanggal merah ini kak. Kita pulang kampung ya."


"Siap. Tapi kita naik angkutan umum saja ya." Usul Rey yang menurutnya paling aman.


"Loh kenapa? Kita kan bisa naik motor seperti biasanya." Qai tidak setuju dengan usul Rey.


"Disini masih ada anak kita sayang. Kasian kalau diajak naik motor. Perjalanan juga sangat jauh." Ucap Rey sambil mengusap perut Qai yang buncit-buncit imut.


"Kita kan bisa jalan pelan-pelan kak. Pokoknya aku mau naik motor." Kekeh Qai final.


"Jangan begitu sayang. Nggak baik kalau kita paksakan. Aku takut kamu dan anak kita kenapa-napa karena kecapekan di perjalanan." Tutur Rey berharap istrinya paham apa maksudnya.


"Ya sudah kalau begitu. Kita nggak usah pulang saja kak." Qai langsung beranjak menuju kamar dengan wajah yang sudah ditekuk cemberut.


"Sabar Rey sabar." Ucap Rey menenangkan diri.


Setelah beberapa menit Rey baru ikut masuk kedalam kamar. Sengaja Rey memberi jeda waktu agar kekesalan Qai sedikit mereda terlebih dahulu.


Rey melihat Qai yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Bahkan tidak ada celah sedikit pun untuk Rey melihat tubuh istrinya walau seujung rambut.


Pelan-pelan Rey ikut naik keatas Ranjang dan langsung mendekati Qai. "Sayang." Rey menggoyang pelan punggung Qai.


"Jangan marah dong yang." Rey langsung merebahkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Qai yang berbalut selimut.


Mendengar ucapan Rey yang sudah pasti menuruti maunya, Qai langsung membuka selimutnya. Hanya memperlihatkan wajahnya saja. Qai langsung mengubah posisi tidurnya untuk menatap Rey.


"Serius kak?"


"Serius sayang. Yang penting jangan marah lagi ya."


"Kalau begini kan aku nggak mungkin marah."


"Kita jalan santai yang terpenting sampai dengan selamat ya."


"Iya kak."


"Terus kita mau menuju ke rumah siapa dulu? Ke ibu kita atau ibu kita dulu?" Tanya Rey.


"Gimana sih kak maksudnya?" Tanya Qai yang sudah jelas lupa dengan ucapannya sendiri.


"Iya kita pulang kan? Singgahnya kerumahnya ibu kita atau ibu kita?" Tanya ulang Rey sambil menahan tawa melihat ekspresi wajah qai saat ini.


"Ih pilihan kakak kok ibu kita atau ibu kita. Kan harusnya ibu kakak atau ibu aku biar nggak bingung." Protes Qai agar mudah di mengerti.


"'Loh kamu sendiri loh yang, yang bilang kalau ibu mu ataupun ibu ku harus di sebut ibu kita. Jangan sok lupa sama ucapan sendiri." Ucap Rey agar Qai ingat kembali.

__ADS_1


"Ya iya sih." Qai sampai menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung. "Tapi maksud aku juga nggak begitu maksudnya kak."


"Terus maksud yang bener bagaimana?"


(Tolong lanjut baca setelah magrib ya 🙏)


"Begini." Ucap Qai sambil menyibak selimut yang sejak tadi menutupi seluruh tubuhnya.


Dan sekarang Rey yang dibuat terkejut dengan penampilan istrinya. Pakaian peruntuh iman yang sangat transparan sudah mencetak bentuk tubuh yang yang kini terlihat semakin berisi.


Suami mana yang tidak tergugah begitu saja melihat penampilan istrinya yang sudah membuatnya pusing tujuh keliling.


"Sudah semakin nakal ya sekarang." Ucap Rey sambil menarik pucuk salah satu dua lembah yang sudah tidak ada pengaman sama sekali.


Qai langsung bangun dan langsung pindah duduk diatas tubuh Rey. "Suka nggak?" Tanya Qai sambil membungkuk, mengunci pergerakan suaminya.


"Banget." Ucap Rey sambil membelai pa**ha Qai. "Tapi ngomong-ngomong dapat ide dari mana jadi nakal seperti ini?" Tanya Rey menggoda Qai.


"Nakal dengan suami sendiri kan pahala sayang." Bisik Qai lalu memberikan kecupan di daun telinga Rey.


Rey langsung menarik tengkuk Qai begitu Qai menjauhkan wajahnya dari daun telinganya. Membuatnya semakin terbakar api dengan ide cerdas Qai saat ini.


Rey membiarkan apapun yang ingin diperbuat Qai padanya. Karena sepertinya, Qai memang tengah ingin menguasainya.


Qai membawa tubuh Rey untuk bangun sejenak. Agar apapun yang menghalangi tubuh Rey bisa Qai hempas dengan sangat mudah.


Rey juga langsung melempar sembarang arah gaun penggoda setelah ia berhasil melepaskan dari tubuh Qai.


Qai langsung mengabsen lagi leher Rey saat suaminya memberikan akses agar mempermudah aktifitasnya.


Ingin sekali belajar juga membuat jejak di leher Rey seperti yang biasa dilakukan Rey padanya. Namun itu tidak mungkin Qai lakukan. Karena tidak ingin Rey malu saat bekerja esok akibat dari perbuatanya.


Suasananya semakin terasa panas saat Qai membuat jejak-jejak di dada lelaki yang menjadi tempat ternyaman saat berpelukan.


Rey semakin pasrah dengan perbuatan yang Qai lakukan. Belum lagi tangannya yang sudah menjalar kebawah memainkan bendanya yang berharga. Ini gila, karena ini pertama kalinya Qai berbuat tanpa arahan Rey.


"Qai..."


Suara Rey semakin menjadi menikmati permainan tanganan Qai. Begitu juga suara Qai yang sudah ikut berperang melawan suara Rey. Karena sejak tadi juga tangan Rey semakin liar bermain dengan kedua lembah yang sama.


Rey teriak pelan saat ia sudah mencapai puncak pertamanya.


Rey langsung bangun dan mengambil kendali untuk membawa Qai ke permainan sebenarnya. Menyentuh pelan jalan permainan tempat bersatunya suasana panas. Membuat Qai semakin menggeliat kan tubuhnya ingin melepaskan diri tapi juga ingin lebih dari ini.


Rey mulai mempertemukan milik mereka berdua. Bertugas pelan namun juga dengan perasaan yang sangat menggebu. Sampai malam semakin larut menghabiskan waktu untuk mencari peluh.


Bersambung...


Masih sempatnya jari laknut ini membaut bab seperti ini di bulan yang penuh berkah 😭😭😭 untung buatnya pas abis tarawih 🤭🤭🤭

__ADS_1


Bab Ini aku update dari magrib 🙏 jadi maaf jika lolos review nya besok pagi 🙏


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2