
Esok paginya, Rey sudah membawa Qai pulang ke rumah. Tadi, Rey mengendarai motornya sedangkan Qai , Bu Yani dan tentu saja bayi laki-laki mereka naik mobil online yang Rey pesan.
Sesampainya dirumah, semua orang yang baru datang di sambut oleh pak Abdul dan bi Wirda.
Orang tua Qai sampai ke kota semalam saat Rey pulang akan mengubur ari-ari anaknya.
Bayi yang nampak lelap dalam gendongan Bu Yani itu disambut dengan raut bahagia semua orang.
"Anak ibu sudah jadi ibu sekarang. Selamat ya sayang." ucap Bu Wirda saat memeluk Qai.
Qai langsung memeluk Bu Wirda erat. Menangis sesenggukan mengingat bagaimana perjuangannya kemarin melahirkan anaknya.
Menahan rasa sakit tanpa di temani suami namun beruntungnya. Bu Yani sangat sabar penuh sayang menjaga Qai.
"Maafin Qai ya Bu. Selama ini Qai nakal selalu bohongi ibu sama ayah kalau minta uang tambahan." Jujur Qai mengingat dosa terbesarnya, menurutnya.
Bukanya terharu, pak Abdul dan Bu Wirda malah terkekeh mendengar permintaan maaf anaknya. "Sudah nggak apa-apa, lagi pula ibu sama ayah tahu kok kalau anak kami sedang berbohong."
"Hua..." Qai semakin menjadi nangisnya.
"Loh kenapa makin kenceng nangisnya?" Bu Wirda jadi keheranan.
"Qai malu Bu."
Semua orang disana semakin terkekeh saja melihat Qai yang masih menangis.
__ADS_1
Bu Wirda langsung mengambil alih menggendong cucunya. Ia sangat bersyukur karena Qai di berikan anak dengan cepat. Padahal Bu Wirda sempat takut kalau-kalau Qai dan Rey akan lama mendapatkan anak seperti mereka dulu.
Pak Abdul langsung menghampiri Rey yang telah selesai mencuci dan menjemur popok anaknya.
"Rey, mumpung kami disini. Nggak apa-apa kan kalau malam ini langsung bikin acara syukuran dan aqiqah untuk cucu ayah." Tutur pak Abdul.
(Kalau tradisi di daerah kalian gimana gess)
"Tapi Rey belum ada persiapan yah. Maksudnya biayanya ada yah tapi kambing dan bahan lainnya kan belum di siapkan."
"Itu sudah ayah siapkan, kambing juga sudah ayah belikan. Kata pak RT di perumahan ini ada yang menerima jasa aqiqah jadi tadi pagi pagi ayah kesana."
"Aduh maaf ayah kami jadi merepotkan, Jadi semuanya berapa ayah."
Pak Abdul menepuk punggung Rey, paham maksud Rey kemana.
"Nggak perlu di ganti, Rezeki ayah sama ibu kalau nantinya bukan untuk anak dan cucu, buat siapa lagi Rey."
Setelah waktu sekitar pukul 10.00 WIB. Para ibu-ibu tetangga datang ke rumah untuk melihat keadaan Qai dan bayi laki-lakinya.
"Sehat mbak Qai." Tanya bu Tri. Mereka semua berganti bersalaman dengan Qai.
"Alhamdulillah sehat bu."
"Bagaimana melahirkannya kemarin mbak Qai?" Tanya bu Romlah.
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar bu."
"Mulai kerasa dari kapan loh mbak Qai mules-mulesnya?" Tanya bu Ida.
"Sebenarnya sudah beberapa hari itu kencang terus bu perut saya. Nah kemarin pagi itu keluar flek jadi saya sama ibu langsung ke bidan. Sampai sana di periksa sudah pembukaan e Bu." Tutur Qai.
"Wah saya dulu mbak Qai waktu ngelahirin anak pertama ke bidan itu pembukaan satu saya disuruh pulang lagi. Eh baru ngelahirin dua hari kemudian." Cerita bu Susi.
"Terus gimana mbak. Lahirnya apa tetap gak ketungguan bapaknya?" Tanya Bu Ida.
"Alhamdulillah bu ketungguan ayahnya. Kemarin sudah pembukaan lengkap sudah di pimpin persalinan tapi belum mau lahir. Sudah mau dirujuk, Alhamdulillah nggak jadi. Karna kak Rey datang. ngusap perut saya langsung ngajak ngejan lagi dan langsung lahir." Tutur Qai.
"Duh anak ayahnya banget ya mbak Qai. Mas Rey datang baru mau keluar." ucap Bu Romlah.
"Kaya anak saya yang ke dua mbak Qai maunya juga di tunggu bapaknya baru mau keluar." Ucap Bu Ida.
"Kalau saya dulu ngelahirin di tungguin ibu saya mbak Qai. Suami masih merantau." Tutur Bu Susi.
Setelah lama berbincang, ibu-ibu yang datang langsung pulang. Tak lupa juga ibu-ibu meninggalkan amplop untuk bayi laki-laki yang masih tetap lelap dengan tidurnya.
Bersambung...
Selamat malam beb beb nya aku yang sudah setia dukung karya-karya ku. Aku mau minta maaf ya jika mulai besok sampai tanggal 10 Mei aku gak setiap hari update di karena nanti sore aku mudik ke Jawa, tepatnya Sumowono, Semarang, Jawa Tengah. mungkin disini ada orang Jawa tengah.
Tapi aku akan tetap nulis jika memang ada kesempatan ya. Tapi jika nggak update jangan di cariin namun harus tetap setia menunggu aku update ok ok ok 💜💜💜
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️