2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA
BAB 28 I MISS YOU


__ADS_3

Esok harinya. Setelah pulang dari sekolahan, Qai langsung bertempur dengan peralatan dapur. Setelah semua menu selesai ia masak Qai langsung membersihkan semua peralatan. Qai sangat bersyukur karena Rey adalah lelaki yang makan apa saja yang ia masak. Tidak pilih-pilih. Jika menginginkan sesuatu, Rey pun langsung mengatakan pada Qai.


Jam sudah menunjukkan pukul 17. 45 WIB. Sudah hampir magrib tapi Rey belum juga pulang. Qai sengaja menunggu Rey di teras rumah mereka. Sambil menikmati semilir angin sore ini.


Mata Qai langsung terbuka kala mendengar suara ponselnya. Tanda ada pesan masuk di aplikasi hijaunya.


Rey : Sayang🌹


Qai : Iya kak😊


Rey : Hari ini aku pulang agak malam ya. aku masih di Arko restoran, ketemu klien.😀


Qai : Iya suami🤭


Rey : kalau istri sudah lapar, makan duluan ya. jangan tunggu aku.👍


Qai : Siap.😉


Qai masih terus memandangi ponselnya. Berharap Rey membalas pesannya lagi. Tapi mana mungkin jika ia saja membapalas pesan Rey sesingkat itu. Tapi meski hanya pesan sederhana, Qai bisa tersenyum sendiri di buatnya.


Qai langsung beranjak memasuki rumah. Ia langsung menutup pintu karena waktu akan magrib. Baru juga Qai ingin merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ponselnya berbunyi lagi. Dengan cepat Qai membuka layar ponselnya sendiri.


Deg


Sebaris pesan yang membuat Qai bergetar. Hatinya merasa tersentuh dengan deretan kata sederhana. Tapi membuat Qai benar-benar merasa kehangatan. Membuat jantungnya berdetak semakin cepat.


Rey : I miss you, Qaila Zarina.


Sungguh Qai masih tidak percaya dengan pesan yang dikirim Rey. Dan entah berapa kali Qai membaca sebaris kata yang membuatnya berbunga. Beruntung Rey mengirimnya melalu pesan singkat. Jika Rey mengatakan secara langsung, mungkin saja Qai akan pingsan dibuatnya. Sumpah alay banget kamu Qai.


Sekitar pukul 20.00 WIB Qai mendengar gerbang terbuka. Ia langsung beranjak dari atas tempat tidur. Dan langsung berlari membuka pintu.


Rey langsung tersenyum saat melihat Qai keluar dari dalam rumah. "Maaf ya aku baru pulang." Ucap Rey yang langsung melepaskan pelindung kepalanya. Ia langsung duduk di kursi untuk melepaskan sepatunya.


"Nggak apa-apa kak." Qai langsung menutup gerbang dan langsung menguncinya.


"Itu aku belikan martabak manis." Tunjuk Rey pada kantong plastik yang tergantung di motor metiknya.


"Terimakasih." Qai langsung mengambilnya.


Qai langsung mengikuti Rey dari belakang, memasuki rumah mereka. Ia langsung mengunci pintu saat sudah masuk kedalam.


"Kakak." Baru juga Qai selesai mengunci pintu dan ingin berbalik mengikuti Rey masuk kedalam kamar. Tapi kini Rey sudah memeluknya dari belakang.


Rey hanya terus memeluk erat Qai. Setelah hampir sepuluh menit, Rey merenggangkan dekapannya. “


"Maaf ya padahal badan aku bau tapi malah peluk kamu."

__ADS_1


Rey benar-benar membuat Qai jadi serba salah. Membuatnya mati gaya sangking groginya. Apa lagi kini wajahnya sudah bersemu merah, seolah pelukan Rey memberikan kata yang tidak bisa di ungkapkan.


Dan sekarang Rey yang dibuat terkejut. Karena dengan sangat tiba-tiba Qai menciumnya. Meski tidak menyangka dengan tindakan yang sudah mulai lebih berani, Rey langsung mengikuti saja ajakan Qai.


"Kakak mandi dulu. Aku sudah lapar." Ucap Qai.


"Astagfirullah. Kamu kenapa nunggu aku Qai." Pekik Rey. Bubar sudah suasana romantis mereka setelah tahu istrinya belum makan.


"Meski baru, tapi seperti ada yang kurang kalau aku makan sendiri tanpa kakak."


Rey langsung cepat menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Qai didalam kamar masih terus menguatkan hati untuk memakai baju penggoda iman, kado dari Nana kemarin.


Qai sampai dibuat tercengang saat pertama kali membuka kado dari Nana. Pakaian tipis, kurang bahan bisa bikin orang masuk angin itu tidak hanya satu. Tapi tujuh. Membuat Qai geleng-geleng kepala sendiri saat melihat berbagai macam bentuknya.


Rey keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang jelas terasa segar. Ia langsung memakai sarung dan kaos yang sudah di siapkan Qai. Rey langsung solat begitu tubuhnya sudah menggunakan pakaian lengkap.


Karena sudah tidak tega dengan istrinya yang pasti kelaparan akibat menunggunya. Rey langsung cepat beranjak menuju dapur.


"Q..." Ucapan Rey mengambang saat ingin memanggil Qai. Kakinya spontan berhenti melangkah melihat perempuan yang entah sedang mencuci apa di wastafel.


Mata Rey menelisik tubun Qai dari atas sampai kebawah. Sungguh sangat menggoda jiwa lelaki Rey. Apa lagi yang menurut Rey kalau Qai itu mengandung magnet. Semakin sulit dipungkiri jika Qai berpakaian peruntuh iman.


Rey menghela nafas berat. Kepalanya bergerak menggeleng, mengusir pikiran nakal Rey. kalau istrinya itu tidak sedang bulanan mungkin Rey akan menyeret Qai masuk kedalam kamar. Tapi sekarang mana mungkin itu Rey lakukan.


"Kamu pasti bisa Rey." Batinya menguatkan diri.


"Stroberi. Kakak suka nggak?" Tanya Qai sambil melihat wajah Rey lyang mendarat di pundaknya.


"Suka. Apa lagi ini." Ucap Rey iseng. Sambil menggenggam dua aset berharga milik Qai.


"Kakak." Pekik Qai.


Rey langsung melepaskan pelukannya. Membuka penutup saji untuk melihat apa yang Qai masak. Rey langsung mengambil piring untuk ia isi nasi setelah melihat sambal ikan tongkol dan sayur bening bayam.


"Ayo cepat Qai, kita makan."


Entah siapa sebenarnya yang lapar. Karena nyatanya kini Rey lah yang lebih semangat untuk segera makan. Selain Qai yang menggoda iman kini ada makanan yang menggugah selera. Hem... perpaduan yang pas.


Setelah makan, masih seperti biasanya. Mereka langsung duduk di depan televisi. Melihat acara yang bisa mereka lihat sambil menikmati buah stroberi. Perut mereka berdua sudah tidak bisa menampung martabak yang dibawa Rey tadi.


Rey tidur di pangkuan Qai. Sambil menikmati suapan buah yang diberikan Qai.


"Lagi chat sama siapa?" Tanya Rey kepo saat melihat Qai tersenyum menatap layar ponselnya.


Qai langsung melihatkan layar ponselnya pada Rey. "Nana kak."


"Oh..."

__ADS_1


"Sebentar kak aku mau ke kamar mandi." Qai langsung beranjak saat Rey menyingkir dari pangkuannya.


Qai hanya melihat pantulan wajahnya pada cermin di dalam kamar mandi. Mencoba menguatkan dirinya untuk menjalankan misinya sendiri.


"Kenapa jadi grogi gini sih." Gumam Qai. Ia langsung mencuci wajahnya untuk menghilangkan hawa panas yang menerpa.


Qai langsung keluar dari kamar mandi setelah hampir 30 menit berada didalam sana.


"Kak."


"Iya." Rey langsung mematikan layar ponselnya saat Qai memanggilnya.


Qai mendekati Rey dan langsung duduk. "Aku mau di peluk." Ucapnya menahan malu.


Rey tersenyum. Ia langsung meletakkan ponselnya. "Hanya peluk saja kenapa suara mu sampai bergetar gitu Qai. Sini." Ucap Rey sambil merentangkan tangan.


"Kakak duduk."


Tak mau berkomentar, Rey langsung duduk mengikuti maunya Qai. Perempuan berpakaian minim itu langsung duduk di pangkuan Rey. Ia langsung memeluk Rey erat dan cukup lama.


"Kakak nggak suka ya aku pake kaya gini?" Tanya Qai setelah merenggangkan pelukannya. Merasakan sentuhan Rey yang tidak sesuai ekpektasinya.


"Suka."


"Terus kenapa kakak terlihat seperti tidak suka."


"Aku hanya menahan diriku Qai. Kamu sengaja menguji ku saat aku tidak bisa melakukan sesuai ingin ku yang sejak tadi aku tahan."


Qai langsung mencium Rey tanpa permisi. Mendorong Rey Agar lelaki itu kembali merebahkan tubuhnya tanpa harus melepaskan cecapan mereka berdua. Rey pasrah dengan hati yang bertahan.


"Ayo kita lakukan seperti maunya kakak." Bisik Qai setelah melepaskan serangannya tadi.


"Memangnya kamu sudah selesai?" Qai langsung mengangguk memberi jawaban. "Kenapa nggak bilang sejak tadi.”


"Aku pikir kakak akan paham saat aku pake kaya gini."


"Ya mana ku tahu. Kalau kamu bilang pasti aku tahu."


"Jadi kakak mau nggak?" Tanya Qai kembali ke rencana awalnya.


"Ya mau lah. Mubazir kalau di ajakin istri kok di tolak."


Dan mereka berdua mulai beraksi setelah Qai kembali mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami. Menikmati setiap sentuhan yang sama-sama mereka berikan.


Bersambung...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2