7+1 Child

7+1 Child
Berkunjung ke rumah lala


__ADS_3

Ke esokan paginya, semua tampak bersantai di rumah karna hari ini adalah hari minggu. Lala yang baru terbangun dari tidurnya, dia berjalan menuruni tangga. Dari jauh dia sudah mendengar suara yang samar samar memenuhi gendang telinga nya. Lala yang masih memakai dres tidur berwarna putih dan terlihat sangat tipis dengan rambut yang acak2an menghampiri kaka nya.


Target utama nya adalah yon dia langsung memeluk Yon dengan erat sambil bersandar di bahunya. Semua kaka memandanginya karna dres yang ia kenakan sangat lah tipis membuat dalaman nya bisa terlihat. Yang dan jo, yg melihat itu tak berkedip sedikit pun mata mereka terus memandangi lala yang tengah bersender di bahu yon sambil memeluk yon.


“Jika kau masih mengantuk tidur lah lagi” ucap yon sambil mengusap rambut adiknya


Lala hanya menggeleng dan semakin erat memeluk yon, yon hanya diam saja karna ia sangat senang jika lala sedang bertingkah manja. Tapi sementara itu jun yang melihat lala memakai baju yang sangat tipis mengambil selimut dan menutupi badan lala.


“Sudah berapa kali ku bilang jangan keluar kamar dengan pakaian yang tipis itu akan membuat mu masuk angin” sambil menutupi badan adiknya lalu duduk di sampingnya. Lala yang tadi nya memeluk yon sekarang memindah kan badan nya dan memeluk jun.


“Aigoo, bayi ini sekarang sudah sangat berat sepertinya aku terlalu banyak memberi mu makan” gumam jun sambil memeluk dan mengusap bahu lala.


Sontak semua pun tertawa mendengar ucapan jun. Tapi lala yang masih mengantuk hanya diam saja tak menghiraukan. Mereka melakukan aktifitas nya jimy dan yang bermain playstation, hans dan jake bermain catur, jo sedang berkaraoke dengan mic bluetoth nya. Sementara yon dan jun hanya menatap semua adiknya yang tengah asik ber main.


Sementara itu di kediaman riana, dia terlihat sedang sibuk bersama kaka nya menyiapkan bahan untuk membuat es krim. Bila dia berlibur sekolah dia akan membantu kakanya berjualan di toko nya, sebagai rasa balas budi terhadap kakanya karna telah membesarkan dan menjaganya. Karna dia bukan lah bagian dari keluarga itu, dia seorang anak yang di adopsi dari panti asuhan. Karna sewaktu kakanya kecil dia menangis meminta adik. Karna usia ibu nya yang sudah terbilang tua dan sudah tidak bisa memiliki anak, jadi orang tuanya memutuskan mengambil riana dari panti asuhan dan membawa nya pulang. Hingga sekarang kakanya menyayanginya, walaupun orang tua nya sudah meninggal. Mereka tetap akur hingga sekarang.


“Dring..”


Tiba tiba saja handphone riana berbunyi dia pun melihat ponselnya dan melihat layar handphonya dia terheran mengapa bram menghubungi nya sepagi ini. Dia pun penasaran dan mengangkat panggilan dari bram.


“Hallo bram” ucap nya


“Apa kau sedang sibuk na?” tanya bram


“Ya, aku sedang membantu kakaku” sahutnya


“Aku ingin mengajak mu dan lala menonton bioskop apa kau bisa” tanya nya lagi


Riana hanya terdiam dia ingin membantu kakanya tapi dia juga ingin bermain bersama kedua teman nya. Tapi dia terlihat tidak tega jika meninggalkan kaka nya.


“Pergilah,,” ucap kaka nya yan sedari tadi memperhatikan riana.


“Kau butuh refreshing dengan teman mu agar otak mu tak hanya penuh dengan pelajaran dan eskrim saja, tapi ingat jangan pulang terlalu larut malam” lanjut kaka nya


Riana yang mendengar nya sangat senang dan menciumi pipi kaka nya. Dengan cepat dia membalas pertanyaan bram dengan telephon yang masih tersambung.

__ADS_1


“Bram aku bisa kita akan bertemu dimana?” ucap nya sambil berjalan ke atas tangga. Toko nya itu sebenarnya 1 rumah dengan 2 lantai tapi lantai bawah di jadikan toko eskrim. Sedangkan dia dan kaka nya menempati lantai 2.


“Kau share lok saja aku akan menjemput mu, lalu kita pergi kerumah lala” jawab bram.


Bukan tanpa alasan bram ingin mengajak mereka menonton film. Dia sebenar nya hanya ingin pergi kerumah lala dan melihat nya secara langsung. Karna mengingat kejadian semalam yang membuat nya semakin penasaran ada apa ini sebenarnya.


Riana yang sudah siap dia pun memberikan share lok nya kepada bram. Tak lama bram pun sampai, dia yang masih menunggu bram pun tak menyadari jika di dalam mobil itu ada orang yang ia tunggu. Karna dikira nya bram akan membawa sepeda motornya, bram yang sedari tadi menunggu dia sudah melihat riana belum keluar juga dia menekan klakson mobil nya dan membuat suara yang sangat berisik.


kaka ber adik itu memperhatikan nya dari dalam toko.


“Cepat lah keluar mungkin itu teman mu” titah kaka nya kepada riana


Riana pun keluar dan saat dia sudah di depan pintu kaca mobil itu terlihat menurun dan ternyata di dalam nya ada bram.


“Kenapa lama sekali cepat naik” ucap bram sembari menggerutu kepada riana.


“Ye, mana aku tau kalau itu kau, kau juga tidak bilang akan membawa mobil” sahutnya sambil masuk kedalam mobil.


Mereka pun tak lama berjalan menuju rumah lala di tengah perjalanan pun riana nampak bingung. lalu menanyakan sesuatu kepada bram


“Tentu aku tahu” sahut nya. Padahal ia juga sebenarnya tak tahu, dia menanyakan alamat kediaman baskara kepada ayah nya saat sedang sarapan. Lalu ayah nya memberi tahu alamat tersebut. Tak lama mereka sampai di salah satu rumah mewah sangat besar seperti istana. Riana yang melihat itu ternganga melihat penampakan di depan nya “wah besar sekali rumah lala” gumam nya dalam hati.


Karna rumah yang di jaga ketat bram tidak bisa sembarang masuk dia pun di hampiri oleh satpam yang menjaga rumah itu.


“Maaf den ada keperluan apa” tanya satpam itu kepadanya. “Saya sudah ada janji dengan shiella pak, benarkan ini rumah shiella baskara?” jawabnya. “iya benar, tunggu sebentar ya den” satpam itu pun tak ragu melihat mobil mahal pasti memang benar jika teman nya shiella. Pak satpam pun membuka kan gerbang dan mengasih kode pada bram agar segera masuk.


Sementara itu di dalam rumah itu, semua masih pada asyik dan masih berkumpul di ruang keluarga memang jika libur mereka akan berkumpul di sana. Lala yang masih tertidur di pelukan jun itu tak mengetahui jika teman nya ada di depan rumah nya.


“Tuan ada yang mencari nona shiella, mereka bilang dia teman nona muda” ucap salah satu pelayan yang membuat semua memberhentikan aktifitas nya. Semua terlihat heran karna baru kali ini ada teman lala yang berkunjung datang. Jun sudah mengetahui pasti itu ada lah bram.


“Suruh saja dia masuk bi, dia sendiri kan?” ucap nya pada salah satu pembantunya. Tapi yang dan jo seketika mengeluarkan raut wajah kesal kenapa kaka nya mengijinkan nya masuk pikir mereka berdua.


“Tidak tuan dia bersama satu gadis seumuran dengan non shiella” ucap nya sambil melangkahkan kaki nya untuk keluar dan menyuruh kedua nya masuk. Karna jun sudah mengasih kode dengan telunjuk nya. Pembantu nya pun seakan sudah mengerti.


“Itu sepertinya bram, bertingkah baiklah pada nya jangan membuat nya curiga” ucap jun pada semua adiknya.

__ADS_1


Walaupun yang dan jo sangat kesal karna kehadiran bram tapi mereka tetap mendengarkan kata kata jun. Sementara itu berbeda dengan jimy dia terlihat tersenyum lebar dan merapikan rambut nya yang masih acak acak kan. Dia seperti tahu pasti yang bersama bram adalah riana. Sebenar nya jimy tertarik waktu pertama kali melihat riana tapi jika bertemu dengan riana dia seolah tak merasakan apa apa. Tak lama mereka berdua di bawa keruang tamu. Mereka pun duduk di sofa yang sangat megah.


Tak lama semua orang di ruang keluarga pun ke ruang tamu, bahkan lala yang masih tertidur di pelukan jun itu juga. Jun menggendongnya di depan dada dengan selimut yang menutupi badan lala. Riana dan bram terbelalak saat melihat betapa ramai orang yang keluar dari dalam. Bagaimana tidak mereka hanya ingin menjemput lala tapi yang menyambut nya 7 orang itu. Semua pun duduk di ruang tamu pandangan bram yang tak berhenti nya melirik lala yang tengah di gendong jun itu tersenyum kecil. Ternyata jam segini dia masih tertidur di pelukan kakanya pasti dia sangat di manjakan oleh kakanya, dipikiran nya pun terlintas jika dia bersama dengan lala pasti lala juga akan bersifat manja padanya gumam nya dalam hati.


“Hemm, ada apa kau kesini?” seketika suara yon menyadarkan dari hayalan bram.


“Aku dan riana ingin mengajak lala menonton film yang baru saja di rilis” jawab nya dengan percaya diri. Jo yang mendengar itu sangat kesal dan mengepalkan tangan nya sembari menatap marah pria itu, begitu juga dengan yang dia merasakan hal yang sama dirasa kan oleh jo.


“Oh seperti itu, apakah kau melihat anak ini bahkan masih tertidur” ucap jun sambil memeluk dan mengusap bahu lala.


Lala yang mendengar seperti ada suara berisik dia pun menggerakan badan nya dan menguap. Semua mata pun tertuju pada nya, saat lala ingin melepaskan selimut yang mentupi badan nya. Kaka nya yang melihat itu pun secara bersamaan langsung menahan selimut itu agar dia tak melepasnya karna pakaian nya yang sangat tipiis apalagi di dalam rumah itu ada pria asing.


“Ahhh, kaka lepaskan aku tidak betah” rengek nya yang masih setengah sadar. Lalu jo yang geram dengan lala menyentil jidat nya hingga mengeluarkan suara


“plakk,,”


Lala pun membuka matanya lebar lebar dan dia melihat jo pasti ini adalah ulah nya. Lala yang kesal dia ingin membalas jo tapi dia di tahan oleh tangan jun yang sedang mendekap nya.


“Sudah hentikan apa kau tidak malu lihat lah kebelakang mu” ucap jun. Lala pun langsung membalikan badan nya betapa kaget nya dia melihat bram dan riana. Sementara itu kedua teman nya hanya tersenyum lebar saat lala menoleh ke arah mereka berdua. Bram pun yang melihat itu jadi semakin suka kepada lala, bagaimana tidak tingkah nya itu sangat lucu. Di tambah dengan muka nya yang baru bangun tidur terlihat sangat imut.


“Bram riana, sejak kapan kalian disitu?” tanya nya pada kedua teman nya.


“Sejak tadi” sahut riana bram masih tersenyum kepada lala. Astaga apa dari tadi mereka melihat ku sedang tertidur betapa malu nya aku gumamnya dalam hati. Lalu lala pun membalikan badan nya. Tapi dia keburu di angkat oleh jo. Karna badan jo yang sangat kekar berisi itu dia mampu membalikan badan lala tanpa lala harus membuka selimut nya. Dia pun duduk di pangkuan jo, lala yang menyadari tubuh nya berada di pangkuan jo merasakan seperti ada sesuatu keras di sana dengan cepat dia mengeser badan nya dan terduduk disamping jo.


“Lepaskan jo aku malu” gumam nya kesal


sementara itu jimy yang sedari tadi memandangi riana tidak mengedipkan matanya sama sekali. Lalu lala menanyakan apa tujuan mereka datang kesini.


“Ada apa” tanya lala


“Tak usah banyak tanya cepat nanti kita akan terlambat aku dan bram sudah membeli tiket kita akan menonton film yang baru saja keluar” ucap riana kepadanya. Lala belum menjawab nya dia hanya melihat kaka nya satu persatu dia takut kaka nya tidak mengijin kan nya pergi. Dia pun memandangi kaka tertua dengan perasaan berharap nya. Jun pun membuang nafas dalam dalam dan membuang nya dengan kasar.


“Hmmm, baiklah kau boleh pergi” ucap jun kepada adik kecil nya. Lala tampak senang mendengar itu dan menciumi kaka nya itu. Tapi jo dan yang sangat kesal ,seharus nya mereka mengajak lala pergi agar lala tidak bertemu dengan bram. Lala ingin bangun dari bangku nya tapi “Jangan melepas selimut mu pakaian mu sangat tipis disini ada orang lain apa kau mau di lihat orang itu” ucap yon kepada adik nya itu dengan nada yang dingin. Lala hanya tersenyum dia juga mencium pipi yon itu sambil berkata “Iya tidak kakak”


Lala pun menarik riana untuk ikut dan meninggalkan bram sendirian bersama ke tujuh kaka nya.

__ADS_1


__ADS_2