7+1 Child

7+1 Child
Insiden di pensi


__ADS_3

Ke esokan pagi nya jun terbangun dan sudah melihat nenek tengah menyiapkan sarapan. Jun menghampiri nya dan membantu nenek, “Nek biar ku bantu ya” suara bariton jun sukses membuat nenek terkaget, jun yang melihat nenek sangat terkejut dia meminta maaf kepada nya “Maaf nek, aku tak bermaksud mengejutkan mu” ucap nya sambil mengusap bahu nenek. Kemudian nenek menjawab nya “Iya tidak apa, mari cepat bantu aku” ucap nya. Kedua nya pun menyiapkan makan untuk sarapan. “Huhhh, syukurlah jun tidak curiga kepadu ku” ucap nenek dalam hati sambil mengusap kening yang bercucuran keringat.


Sehari sebelum nya...


Setelah mendengar obrolan jun dan adrian nenek bergegas pergi ke tempat ia tinggal di temani oleh pak andi. Saat sudah sampai di sana dia tidak mendapati pria yang di cari nya, setelah satu jam berada di sana pria itu tak kunjung datang. Pak andi mendesak nenek untuk segera pulang, dia takut jun akan tahu tentang ini. Bisa bisa dia harus di pecat dari pekerjaan nya karena tidak izin kepada jun mengantar nenek pergi jauh. Nenek merasa gelisah dia juga memikirkan nasib pak andi, jangan sampai karena perbuatan nya pak andi harus terkena marah oleh jun. Akhir nya dia mengambil selembar kertas dan pulpen dia segera menuliskan pesan untuk pria itu. Berharap setelah dia pulang pria itu melihat pesan yang di tinggal kan nya. Pak andi melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, akhir nya mereka berdua sampai saat tengah malam. Untung nya semua sudah tertidur pulas, nenek dan pak andi menarik nafas nya dalam dalam, mereka merasa lega.


\*\*\*\*\*

__ADS_1


Hari ini adalah hari sabtu, itu berarti pensi akan dimulai sore nanti hingga malam. Saat sedang sarapan lala membujuk semua kaka nya untuk datang dan melihat tarian nya, hanya beberapa yang bisa pergi ke acara. Yang lain nya mengatakan jika sedang sibuk dan masih banyak pekerjaan yang harus mereka urus. Lala harus mengerti dengan keadaan kaka nya, untung masih ada yang dan jimy yang bersedia datang ke sekolah nya. Tadi nya jimy juga tak bisa datang karena banyak tugas kuliah nya yang harus ia kerjakan, tapi dia juga sudah lama tak melihat riana dia merasa sangat rindu pada nya akhir nya dia memutuskan untuk datang ke sana. Nenek juga sebenar nya ingin datang tapi karena keadaan fisik nya yang sedang lemah dia juga tak bisa datang. Lala pun menyuruh sang nenek untuk beristirahat saja.


*Di sekolah


Hari telah sore, panitia penyelenggara pensi terlihat sangat sibuk, sementara lala yang sudah datang berada di ruang kelas nya bersama riana untuk bersiap siap. Jam masih menunjukan pukul tiga sore, itu arti nya masih banyak waktu yang di miliki lala untuk berlatih lagi karena acara di mulai pukul lima sore. Saat lala sedang memaksimal kan tarian nya riana pamit untuk pergi ke kamar kecil. Saat sedang menuju kesana riana melihat dua orang yang tengah berbincang serius menggunakan topi dan masker. Tapi riana tak begitu memperhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Setelah selesai membuang air kecil nya riana kembali kepada lala.


Music pun terdengar lala mulai menunjukan tarian balet nya, semua mahasiswa di buat terkagum dengan tarian nya. Yang bersama jimy dengan serius menyaksikan penampilan lala, sementara jo yang berdiri di samping panggung juga memperhatikan nya. Namun saat di tengah tengah pertunjukan lala lampu yang tepat berada di atas nya sedikit goyang tapi tidak ada yang menyadari nya begitu pun dengan lala. Dan tiba tiba saja

__ADS_1


“Braaaaak”


Lampu terjatuh di atas panggung, semua penonton sangat terkejut begitu pun dengan para panitia. Yang dan jo bergegas menghampiri lala, saat melihat nya lala sudah pingsan tak sadarkan diri. Jo langsung mengangkat nya bersama yang dan pergi meninggalkan acara pensi untuk segera membawa lala ke rumah sakit. Jimy juga ikut membantu yang dan jo, saat mereka ingin berjalan. Riana yang melihat jimy dia terdiam sesaat, dia baru menyadari jika pria yang di sukai nya ada di tengah tengah penonton. Riana juga terlihat panik saat jo membawa lala pergi, dia ingin sekali ikut untuk melihat bagaimana keadaan lala. Dia yang melihat jimy berjalan paling belakang segera menghampiri nya dengan berlari kecil. Jimy yang sangat panik tidak sadar jika riana mengejar nya, langkah nya terhenti saat ada sesuatu yang menahan nya. Jimy menengok ke belakang dan ternyata ia melihat riana yang memegangi jas nya, kedua nya saling menatap untuk sesaat


“Ka.. A..aku ingin ikut” ucap riana dengan terbata takut jimy tidak mengijinkan nya. Tapi jimy malah meraih tangan riana dan berjalan dengan cepat sambil mengenggam tangan riana “Ayo cepat jo dan yang sudah pergi” ucap jimy sambil berjalan sangat cepat. Riana hanya mengikuti nya dengan langkah yang terburu, dalam hati nya dia sangat bingung jimy menggenggam tangan nya dengan erat. Tapi dia tak berfikir terlalu jauh, mungkin memang karena jimy sedang panik dan terburu makanya dia menyeret nya untuk berjalan cepat.


Dari jauh bram juga melihat lala yang pingsan, tapi dia tahu jika jo melarang nya untuk bertemu. Dia hanya bisa mengepal kan tangan nya karena tak bisa ikut bersama jo dan yang lain nya. Mc langsung mengambil alih perhatian kepada penonton yang menyaksikan adegan yang tak terduga. Karena lala peserta terakhir mc menutup acara pensi dan akan mengumumkan pemenang nya di papan mading sekolah. Sementara itu para panitia pensi sibuk mencari tahu mengapa lampu di atas panggung begitu saja. Padahal mereka sudah menyuruh mengikat kan nya dengan erat, bram yang melihat dia juga ingin mencari tahu tentang lampu itu. Ternyata saat di lihat oleh salah satu panitia, tali yang menghubungkan nya telah terputus. Namun saat bram melihat tali nya dia memerhatikan nya dengan teliti, tali nya tak terputus murni seperti ada yang sengaja memotong nya. Karena terlihat sangat terpotong rata, bram pun ingin mencari siapa pelaku nya. Dengan bantuan panitia mereka bersama sama mencari siapa orang yang tega mencelakai lala.

__ADS_1


__ADS_2